tunjangan pajak

Tunjangan Pajak Itu Apa Sih? Yuk Kita Kupas Tuntas!

DEFINISI

Tunjangan pajak diatur dalam Pasal 4 dan pasal 9 UU PPh yang memiliki definisi secara sederhana yaitu sejumlah uang yang diberikan kepada pegawai untuk membayar pph. ini merupakan unsur penghasilan bagi pegawai, dan dapat dibiayakan oleh perusahaan pemberi kerja. Secara luas, tunjangan dapat diartikan sebagai tambahan pendapatan diluar gaji pokok dari perusahaan untuk karyawan guna menunjang penghasilan mereka. Continue Reading

Mengenal Pajak Peredaran (PPe) Secara Lebih Mendalam

Mengenal Pajak Peredaran (PPe) Secara Lebih Mendalam

Training Pajak – Mungkin istilah pajak peredaran masih terdengar asing untuk orang awam yang memang tidak bergelut dalam dunia perpajakan. Disamping Pajak Pembangunan I (PPb I), Pajak Peredaran (PPe) menjadi salah satu pungutan pajak terhadap konsumsi yang telah berlaku di Indonesia. Di Indonesia sendiri, awal mula dari pungutan pajak terhadap pemakaian barang umum ialah degan adanya PPe merupakan, selain itu jenis pajak ini juga menjadi pelengkap dari Pajak Pembangunan I (PPb I) yang sebelumnya telah berlaku.

Dasar Hukum Pajak Peredaran (PPe)

Pemungutan pajak peredaran di Indonesia memiliki dasar hukum, yakni Undang – Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1950 yang berisi tentang Pajak Peredaran (UU PPe). Penetapan dari Undang-Undang tersebut dilakukan pada 13 Februari 1950, yang kemudian diumumkan pada tanggal 18 Maret 1950. Oleh sebab itu, pajak tersebut lebih dikenal dengan sebutan PPe 1950.

Mengenal Pajak Peredaran (Ppe)

Pajak peredaran (Ppe) ialah jenis pajak yang dikenakan atas pemakaian yang meliputi hampir semua barang yang digunakan ataupun semua barang-barang yang telah habis terpakai di Indonesia.

Oleh sebab itu, penyerahan barang-barang yang ada di peredaran bebas akan dikenakan yang pajak peredaran (PPe). Sedangkan untuk besaran tarif pajak peredaran terhadap setiap penyerahan barang besarnya 2%. Sedangkan yang menjadi dasar pengenaan pajak (DPP) dari pajak peredaran ialah harga barangnya.

Selain itu, pajak peredaran (PPe) juga akan dikenakan terhadap jasa. Yang mana jasa yang terkena pajak tersebut ialah semua kegiatan jasa, namun selain penyerahan barang tetap dan barang bergerak yang dilaksanakan dengan penggantian. Maksud dari penggantian di sini merupakan uang yang perlu dilunasi pada pelaku kegiatan pemberian jasa.

Pengecualian dalam Pajak Peredaran

Mengacu pada Pasal 22 Undang – Undang Darurat Nomor. 12 Tahun 1950, serta dengan memperhatikan peraturan yang sudah ditetapkan Menteri Keuangan (Menkeu), terdapat beberapa penyerahan yang dikecualikan dari pajak peredaran yakni sebagai berikut:

  1. Penyerahan kapal, namun kapal pesiar tidak termasuk.
  2. Penyerahan atas barang-barang yang bertujuan untuk langsung dikeluarkan ke luar negeri.
  3. Penyerahan atas barang-barang yang dilakukan secara percuma pada hal-hal yang sudah ditunjuk Menteri Keuangan.
  4. Penyerahan atas emas kepada maupun oleh De Javasche Bank. Yang dilakukan sesuai dengan cara peraturan yang sudah ditetapkan didalam kuasa Ordonansi-Devisen.

Baca Juga: Ketahui Dilakukannya Tujuan Pemeriksaan Pajak

  1. Penyerahan atas meterai, uang dan juga merek pajak Indonesia yang dikeluarkan pihak pemerintahan dan yang belum terpakai. Selain itu, surat berharga yang termasuk surat sero, obligasi, dan juga lain-lain efek.
  2. Pengadaan, penyerahan, dan juga pelepasan hak-turut didalam perkumpulan dan perseroan.
  3. Pemberian kredit, penguangan, penyerahan, dan juga pembayaran tagihan uang, yang juga mencakup peredaran cek, peredaran rekening koran dan juga peredaran giro.
  4. Undian
  5. Asuransi
  6. Jasa yang ada didalam perhubungan telegrap, pos, telepon serta jasa-jasa tertentu dari perusahaan pengangkutan yang dilakukan untuk memenuhi kepentingan perhubungan.

Selain pengecualian tersebut diatas, masih ada beberapa pengecualian lagi yang selengkapnya ada di Pasal 22 Undang – Undang Darurat Nomor. 12 Tahun 1950. Perlu diketahui jika didalam pajak peredaran, dikenal ada 2 jenis cara yang dilakukan dalam mengenakan pajak, yakni Pemungutan Sekaligus  dan Pemungutan Setiap Terdapat Pemindahan.

Untuk menjadi seorang ahli pajak, Anda harus memiliki pengetahuan mendalam terkait pajak. Dan salah satunya adalah dengan mengikuti training pajak. Tax Academy adalah tempat yang tepat untuk Anda memulainya. Karena di tempat ini merupakan langkah tangga pertama kesuksesan Anda sebagai seorang Expert di bidang industri perpajakan.

Tax Academy menawarkan metode pembelajaran yang mudah dan memiliki jaringan profesional. Beberapa metode tersebut diantaranya adalah Video Learning, Interactive Learning, dan juga Hybrid Learning. Akademi perpajakan yang satu ini dikelola oleh profesional dari WiN Partners yang mengelola berbagai bidang pajak dengan kantornya di Surakarta, Medan dan juga Batam. Hubungi kami sekarang juga untuk Anda yang ingin mengikuti training pajak dan menjadi Expert di bidang pajak.

Perpajakan dalam Pembelian Barang NFT, Apakah Dikenakan Pajak?

Perpajakan dalam Pembelian Barang NFT, Apakah Dikenakan Pajak?

Pelatihan Pajak – Sebelum membahas apakah pembelian barang NFT dikenakan pajak, penting untuk dicatat bahwa hukum pajak dapat bervariasi antara negara dan yurisdiksi. Oleh karena itu, informasi dalam artikel ini bersifat umum dan sebaiknya Anda mengacu pada peraturan pajak yang berlaku di negara Anda atau berkonsultasi dengan ahli pajak untuk mendapatkan nasihat yang lebih spesifik. Karena biasanya ahli pajak telah mengikuti berbagai pelatihan pajak dan telah memiliki latar belakang pendidikan di bidang perpajakan. Tentu saja Anda sebagai wajib pajak juga bisa mengikuti pelatihan pajak untuk menambah pengetahuan tentang regulasi perpajakan.

Dalam era digital yang semakin berkembang, teknologi blockchain telah memunculkan fenomena baru dalam bentuk barang non-fungible token (NFT). NFT merupakan bentuk kepemilikan digital yang unik dan tidak dapat dipalsukan. Popularitas NFT semakin meningkat, terutama dalam seni digital, koleksi virtual, dan barang-barang digital lainnya. Namun, pertanyaan yang sering muncul adalah apakah pembelian barang NFT juga akan dikenakan pajak? Artikel ini akan menjelaskan beberapa hal yang perlu dipertimbangkan terkait pajak dan pembelian barang NFT.

Pajak Penjualan atau Nilai Tambah

Di beberapa negara, pembelian barang NFT dapat dikenakan pajak penjualan atau pajak nilai tambah (value-added tax/VAT). Pajak ini biasanya diterapkan pada transaksi jual beli barang dan jasa. Ketika Anda membeli barang NFT dari penjual, Anda mungkin akan dikenakan pajak penjualan atau VAT berdasarkan persentase yang ditentukan oleh hukum pajak setempat.

Capital Gains Tax (Pajak Keuntungan Modal)

Pajak keuntungan modal dapat menjadi faktor penting dalam pembelian dan penjualan barang NFT. Jika Anda membeli barang NFT dengan harga tertentu dan kemudian menjualnya dengan harga yang lebih tinggi, perbedaan antara harga beli dan harga jual tersebut dapat dianggap sebagai keuntungan modal. Keuntungan modal tersebut mungkin akan dikenakan pajak sesuai dengan aturan perpajakan negara Anda. Namun, perlu dicatat bahwa peraturan mengenai pajak keuntungan modal untuk aset digital seperti NFT masih berkembang, dan ada perbedaan pendapat di antara negara-negara.

Pertimbangan Pajak Aset Digital

Pengenalan NFT sebagai bentuk kepemilikan digital yang unik telah menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana aset ini diperlakukan dari segi perpajakan. Beberapa negara sedang mempertimbangkan peraturan baru untuk mengatur pajak terkait aset digital, termasuk NFT. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengikuti perkembangan terbaru dalam peraturan pajak terkait aset digital di negara Anda.

Baca Juga: Persyaratan dan Proses Menjadi Wajib Pajak dalam Negeri Bagi Wajib Pajak Luar Negeri

Pajak Pembayaran Menggunakan Cryptocurrency

Banyak transaksi pembelian barang NFT dilakukan dengan menggunakan cryptocurrency, seperti Bitcoin atau Ethereum. Dalam hal ini, perlu diperhatikan bahwa penerimaan dan pengeluaran cryptocurrency juga dapat dikenakan pajak. Beberapa negara telah mengeluarkan pedoman mengenai pajak cryptocurrency, termasuk transaksi pembelian barang dengan cryptocurrency. Pastikan Anda memahami kewajiban perpajakan terkait pembayaran menggunakan cryptocurrency dan memastikan bahwa Anda melaporkan transaksi tersebut sesuai dengan persyaratan perpajakan yang berlaku.

Pertimbangan Pajak Warisan atau Hadiah

Selain pembelian, pertanyaan lain yang mungkin muncul adalah apakah NFT yang diterima sebagai hadiah atau diwariskan juga akan dikenakan pajak. Ini juga tergantung pada peraturan perpajakan negara Anda. Beberapa negara mungkin menerapkan pajak warisan atau hadiah atas transfer kepemilikan aset digital, termasuk NFT. Jika Anda menerima NFT sebagai hadiah atau melalui warisan, pastikan Anda memeriksa apakah ada kewajiban perpajakan yang berkaitan. Penting untuk diingat bahwa peraturan perpajakan terkait NFT dan aset digital masih terus berkembang.

Untuk menjadi seorang ahli pajak, Anda harus memiliki pengetahuan mendalam terkait pajak. Dan salah satunya adalah dengan mengikuti pelatihan pajak. Tax Academy adalah tempat yang tepat untuk Anda memulainya. Karena di tempat ini merupakan langkah tangga pertama kesuksesan Anda sebagai seorang Expert di bidang industri perpajakan.

Tax Academy menawarkan metode pembelajaran yang mudah dan memiliki jaringan profesional. Beberapa metode tersebut diantaranya adalah Video Learning, Interactive Learning, dan juga Hybrid Learning. Akademi perpajakan yang satu ini dikelola oleh profesional dari WiN Partners yang mengelola berbagai bidang pajak dengan kantornya di Surakarta, Medan dan juga Batam. Hubungi kami sekarang juga untuk Anda yang ingin mengikuti pelatihan pajak dan menjadi Expert di bidang pajak.

Ketahui Dilakukannya Tujuan Pemeriksaan Pajak

Ketahui Dilakukannya Tujuan Pemeriksaan Pajak

Kursus Pajak – Jika dikaitkan dengan perpajakan, Indonesia menjadi salah satu negara yang menggunakan sistem self assessment. Ini berarti, sistem pemungutan pajak di Indonesia sepenuhnya memungkinkan para wajib pajak didalam menentukan besarnya pajak yang terutang untuk tiap tahunnya berdasarkan Undang-Undang yang berlaku. Tentu saja sistem akan berjalan dengan lancar apabila wajib pajak memiliki kesadaran terhadap kewajibannya dalam mengajukan pajak.

Pemeriksaan pajak sendiri merupakan rangkaian kegiatan yang bertujuan untuk mengumpulkan dan mengolah data, keterangan, serta bukti yang dilakukan secara objektif serta profesional sesuai dengan kriteria pemeriksaan, yang mana tujuannya ialah untuk menetapkan kejelasan pajak yang dilaporkan WP atau untuk menerapkan aturan sesuai dengan Undang-Undang perpajakan. Oleh sebab itu, pemeriksaan pajak menjadi bagian akhir dari pengelolaan proses perpajakan yang berguna untuk memastikan apakah WP menyampaikan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) dengan jelas, lengkap dan juga benar.

Seluruh wajib pajak tentu saja harus memahami dengan baik bagaimana proses pemeriksaan pajak dilakukan. Bukan hanya memahami pentingnya kegiatan tersebut, namun apa tekniknya serta bagaimana cara melakukannya juga perlu dipahami. Apalagi, tes tersebut mempunyai tujuan besar, terutama dalam lingkup perpajakan publik. Namun sangat disayangkan masih banyak WP yang tidak serius didalam proses pemeriksaan pajak. Padahal, di balik kegiatan tersebut ada tujuan yang besar.

Ada dua jenis pemeriksaan pajak, yakni pemeriksaan pajak publik dan juga pemeriksaan pajak eksternal.

1. Pemeriksaan Kantor

Penertiban kantor sendiri dalam hal ini merupakan penertiban yang dilakukan di kantor DJP. Kegiatan tersebut berkaitan dengan audit yang mana tujuannya ialah untuk memverifikasi kepatuhan pada kewajiban perpajakan. Untuk kunjungan kantor menggunakan jangka waktu terpisah, yakni maksimal 3 bulan serta bisa diperpanjang sampai 6 bulan.

2. Pemeriksaan Lapangan

Jenis pemeriksaan pajak berikutnya ialah pemeriksaan lapangan. Dalam kegiatan tersebut dilakukan penyidikan di tempat wajib pajak ataupun di tempat lain yang telah ditunjuk oleh DJP. Terkait dengan jangka waktu, pemeriksaan di tempat bisa menghabiskan waktu sampai 4 bulan, serta dalam beberapa kasus bisa menghabiskan waktu sampai 8 bulan semenjak dikeluarkannya perintah pemeriksaan sampai akseptasi wajib pajak serta penerbitan berita acara pemeriksaan.

Baca Juga: Mengapa Jurusan Perpajakan Semakin Banyak yang Minat?

Tujuan Pemeriksaan Pajak

Pelaksanaan kegiatan pemeriksaan pajak bertujuan untuk memverifikasi kepatuhan atas kewajiban perpajakan WP serta tujuan lain yang berkaitan dengan pemenuhan dan juga penegakan peraturan perpajakan.

Hal tersebut disebabkan karena perpajakan sifatnya self-assessment. Itulah mengapa dibutuhkan pemeriksaan pajak untuk mengimbanginya. Berikut beberapa tujuan dilakukannya pemeriksaan pajak oleh pemerintah:

  1. Memastikan jika kewajiban pajak telah diselesaikan sesuai jumlah nominal yang ditentukan Undang-Undang perpajakan.
  2. Melakukan verifikasi pemenuhan kewajiban perpajakan
  3. Menerapkan serta menegakkan hukum dan juga peraturan pajak yang berlaku

Mengacu pada PMK 18 Tahun 2021 Pasal 4(1), pemeriksaan mandiri pajak dilaksanakan apabila telah memenuhi kriteria sebagai berikut:

  1. WP yang meminta restitusi pajak atau yang meminta pengembalian kelebihan pembayaran pajak.
  2. Terdapat konkrit yang menunjukkan mengapa pajak yang terutang di bawah nominal atau tidak dibayar.
  3. Pengajuan SPT yang dilakukan oleh wajib pajak terjadi lebih lama serta meminta pengembalian pajak
  4. Wajib Pajak melakukan pengajuan SPT rugi
  5. Wajib Pajak telah mengubah metode akuntansi sebab penilaian kembali aktiva tetap dan lain sebagainya sesuai yang ada dalam PMK tersebut diatas.

Untuk menjadi seorang ahli pajak, Anda harus memiliki pengetahuan mendalam terkait pajak. Dan salah satunya adalah dengan mengikuti kursus pajak. Tax Academy adalah tempat yang tepat untuk Anda memulainya. Karena di tempat ini merupakan langkah tangga pertama kesuksesan Anda sebagai seorang Expert di bidang industri perpajakan.

Tax Academy menawarkan metode pembelajaran yang mudah dan memiliki jaringan profesional. Beberapa metode tersebut diantaranya adalah Video Learning, Interactive Learning, dan juga Hybrid Learning. Akademi perpajakan yang satu ini dikelola oleh profesional dari WiN Partners yang mengelola berbagai bidang pajak dengan kantornya di Surakarta, Medan dan juga Batam. Hubungi kami sekarang juga untuk Anda yang ingin mengikuti kursus pajak dan menjadi Expert di bidang pajak.

Persyaratan dan Proses Menjadi Wajib Pajak dalam Negeri Bagi Wajib Pajak Luar Negeri

Persyaratan dan Proses Menjadi Wajib Pajak dalam Negeri Bagi Wajib Pajak Luar Negeri

Training Pajak – Bagi wajib pajak luar negeri yang berkeinginan menjadi wajib pajak dalam negeri, terdapat beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Proses ini melibatkan langkah-langkah tertentu yang perlu diikuti agar dapat diakui sebagai wajib pajak dalam negeri dan memenuhi kewajiban perpajakan di negara tersebut. Berkonsultasi pada konsultan pajak adalah salah satu solusi yang tepat. Karena konsultan pajak atau ahli pajak biasanya telah mempunyai latar belakang pendidikan di bidang perpajakan dan sebelumnya telah mengikuti berbagai training pajak yang profesional.

Berikut ini adalah beberapa persyaratan yang biasanya diperlukan:

Kediaman atau Tempat Tinggal di Dalam Negeri

Salah satu persyaratan utama adalah memiliki kediaman atau tempat tinggal di dalam negeri. Ini dapat berarti memiliki rumah atau apartemen yang digunakan sebagai tempat tinggal utama di dalam negeri. Otoritas pajak biasanya akan meminta bukti kepemilikan atau kontrak sewa sebagai bukti tempat tinggal.

Tinggal di Dalam Negeri dalam Jangka Waktu yang Tertentu

Terdapat persyaratan waktu tinggal di dalam negeri yang harus dipenuhi. Hal ini berarti tinggal di dalam negeri selama periode waktu yang ditentukan oleh hukum pajak negara tersebut. Misalnya, tinggal di dalam negeri selama 183 hari atau lebih dalam setahun pajak.

Kegiatan atau Pekerjaan di Dalam Negeri

Wajib pajak luar negeri yang ingin menjadi wajib pajak dalam negeri harus memiliki kegiatan atau pekerjaan di dalam negeri. Hal ini dapat mencakup bekerja untuk perusahaan di dalam negeri, memiliki usaha atau bisnis di dalam negeri, atau melakukan kegiatan investasi yang signifikan di dalam negeri. Otoritas pajak akan memeriksa dan mengevaluasi bukti-bukti kegiatan atau pekerjaan yang dilakukan di dalam negeri.

Niat Menjadi Wajib Pajak dalam Negeri

Selain memenuhi persyaratan kediaman dan kegiatan, wajib pajak luar negeri juga harus memiliki niat yang jelas untuk menjadi wajib pajak dalam negeri. Niat ini dapat dibuktikan dengan berbagai cara, seperti rencana untuk menetap secara permanen di dalam negeri, membangun ikatan sosial dan ekonomi yang kuat di dalam negeri, atau melakukan tindakan konkret yang menunjukkan komitmen untuk menjadi wajib pajak dalam negeri.

Baca Juga: Peran Pemeriksaan Pajak untuk Meningkatkan Kepatuhan dan Efektivitas Perpajakan

Pendaftaran dan Pelaporan Pajak

Untuk diakui sebagai wajib pajak dalam negeri, proses pendaftaran dan pelaporan pajak harus dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku di negara tersebut. Wajib pajak luar negeri harus mengajukan permohonan pendaftaran ke otoritas pajak setempat dan mengikuti prosedur pelaporan yang ditentukan. Hal ini termasuk melaporkan penghasilan, aset, dan kewajiban perpajakan lainnya sesuai dengan peraturan pajak yang berlaku.

Penting untuk dicatat bahwa persyaratan untuk menjadi wajib pajak dalam negeri dapat bervariasi antara negara, dan prosesnya dapat kompleks. Sebaiknya, Anda mengacu pada peraturan dan pedoman pajak yang dikeluarkan oleh otoritas pajak setempat atau berkonsultasi dengan ahli pajak yang kompeten untuk mendapatkan informasi yang akurat dan terbaru. Karena biasanya ahli pajak telah mengikuti training pajak sebelum maupun ujian sertifikasi untuk menjadi ahli pajak.

Selain persyaratan yang disebutkan di atas, perlu juga diingat bahwa menjadi wajib pajak dalam negeri berarti wajib pajak akan tunduk pada hukum perpajakan negara tersebut. Ini berarti wajib pajak harus mematuhi peraturan dan kewajiban perpajakan, seperti melaporkan penghasilan, membayar pajak yang sesuai, dan mengikuti prosedur pelaporan yang ditentukan. Melanggar peraturan perpajakan dapat mengakibatkan sanksi dan konsekuensi hukum yang serius.

Untuk menjadi seorang ahli pajak, Anda harus memiliki pengetahuan mendalam terkait pajak. Dan salah satunya adalah dengan mengikuti training pajak. Tax Academy adalah tempat yang tepat untuk Anda memulainya. Karena di tempat ini merupakan langkah tangga pertama kesuksesan Anda sebagai seorang Expert di bidang industri perpajakan.

Tax Academy menawarkan metode pembelajaran yang mudah dan memiliki jaringan profesional. Beberapa metode tersebut diantaranya adalah Video Learning, Interactive Learning, dan juga Hybrid Learning. Akademi perpajakan yang satu ini dikelola oleh profesional dari WiN Partners yang mengelola berbagai bidang pajak dengan kantornya di Surakarta, Medan dan juga Batam. Hubungi kami sekarang juga untuk Anda yang ingin mengikuti training pajak dan menjadi Expert di bidang pajak.

Mengapa Jurusan Perpajakan Banyak Diminati?

Mengapa Jurusan Perpajakan Semakin Banyak yang Minat?

Brevet Pajak – Jurusan perpajakan merupakan salah satu jurusan perkuliahan yang tidak pernah sepi peminta. Sebutan lain untuk jurusan perpajakan ialah administrasi fiskal. Yang menjadi pembeda antara keduanya ialah tingkat pendidikannya. Sebutan jurusan perpajakan ini dipakai untuk jenjang atau tingkat D3, sementara itu administrasi fiskal ialah sebutan untuk tingkat S1.

Nantinya mahasiswa akan mempelajari perpajakan dari berbagai sisi dan juga bidang. Mulai dari bidang ekonomi, bidang hukum dan juga akuntansi. Jika Anda mengambil jurusan tersebut Anda bisa menjadi ahli pajak serta berbagai pengelolaannya.

Selain itu akan diperoleh ilmu supaya mampu menyusun laporan perpajakan dengan baik dan sesuai dengan ketentuan serta peraturan hukum perpajakan. Disamping itu, jurusan tersebut juga mempelajari terkait dengan berbagai ketentuan perpajakan, baik itu pajak pribadi, pajak pusat, pajak badan, sampai dengan pajak daerah.

Alasan Memilih Jurusan Perpajakan

Apabila Anda masih merasa bingung dalam menentukan jurusan perkuliahan serta merasa ragu untuk mengambil jurusan perpajakan, terdapat berbagai alasan yang dapat Anda jadikan sebagai dalam memilih jurusan perpajakan, berikut beberapa diantaranya:

1. Prospek Kerja yang Menjanjikan dan Beragam

Salah satu alasan mengapa jurusan perpajakan banyak diminati ialah karena prospek kerjanya yang menjanjikan. Lulusan perpajakan nantinya bisa bekerja di berbagai bidang maupaun area. Selain bisa bekerja di Direktorat Jenderal Pajak maupun yang berkaitan dengan perpajakan, lulusan dari jurusan ini juga bisa berkarir dibidang lain. Ada banyak bidang pekerjaan atau karir yang bisa dipilih, misalnya di Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, Kementerian Keuangan, dan juga di berbagai perusahaan swasta, BUMN, ataupun BUMD.

2. Jenjang Karir yang Tinggi

Selain beragamnya pilihan pekerjaan yang bisa dipilih, jenjang karir dari lulusan perpajakan juga sangat tinggi. Sehingga mereka bisa dapat naik jabatan dengan mudah di tempat mereka bekerja.

3. Bisa Memiliki Firma Sendiri

Lulusan perpajakan tidak selalu harus bekerja di perusahaan, namun mereka juga bisa membuat badan usahanya sendiri. Profesi tersebut tentu bisa didapatkan sesudah mereka harus mengikuti ujian sertifikasi khusus.

Baca Juga: Mengenal Laporan Pasca Amnesti Pajak

Prospek Kerja

Berikut prospek bekerja serta posisi yang dapat ditempati oleh lulusan perpajakan:

1. Pegawai Pajak

Prospek kerja lain yang bisa dipilih oleh lulusan perpajakan ialah bekerja sebagai pegawai pajak. Bidang pekerjaannya sendiri bisa di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) atau yang lainnya

2. Staff Kementerian Keuangan

Menjadi staff Kementerian Keuangan juga bisa menjadi pilihan karir lulusan perpajakan. Yang mana tugasnya berkaitan dengan pengelolaan keuangan. Disamping itu, ada berbagai posisi strategis lainnya yang dapat dicoba yang sesuai dengan latar belakangnya.

3. Pegawai Bank

Anda juga bisa bekerja di bidang perbankan, seperti menjadi pegawai bank misalnya sebagai kreditor.

4. Konsultan Pajak

Seorang konsultan memiliki tanggung jawab untuk memberikan berbagai konsultasi terkait dengan perpajakan. Konsultasi tersebut tentu akan sangat berguna untuk masyarakat.

5. Kuasa Hukum Pajak

Lulusan perpajakan juga bisa berkarir menjadi seorang kuasa hukum pajak. Yang mana tugasnya ialah mendampingi serta bisa menjadi perwakilan pihak yang mempunyai sengketa di pengadilan pajak. Jika Anda ingin seorang kuasa hukum pajak, tentu saja Anda harus menjalani berbagai tes serta memenuhi berbagai persyaratan sebagai kuasa hukum pajak.

Untuk menjadi seorang ahli pajak, Anda harus memiliki pengetahuan mendalam terkait pajak. Dan salah satunya adalah dengan mengikuti brevet pajak. Tax Academy adalah tempat yang tepat untuk Anda memulainya. Karena di tempat ini merupakan langkah tangga pertama kesuksesan Anda sebagai seorang Expert di bidang industri perpajakan.

Tax Academy menawarkan metode pembelajaran yang mudah dan memiliki jaringan profesional. Beberapa metode tersebut diantaranya adalah Video Learning, Interactive Learning, dan juga Hybrid Learning. Akademi perpajakan yang satu ini dikelola oleh profesional dari WiN Partners yang mengelola berbagai bidang pajak dengan kantornya di Surakarta, Medan dan juga Batam. Hubungi kami sekarang juga untuk Anda yang ingin mengikuti brevet pajak dan menjadi Expert di bidang pajak.

Peran Pemeriksaan Pajak untuk Meningkatkan Kepatuhan dan Efektivitas Perpajakan

Peran Pemeriksaan Pajak untuk Meningkatkan Kepatuhan dan Efektivitas Perpajakan

Kursus Pajak – Pemeriksaan pajak merupakan proses yang penting bagi setiap individu maupun perusahaan. Baik untuk individu maupun perusahaan yang nantinya akan melalui pemeriksaan pajak pastinya harus memahami segala ketentuan mengenai perpajakan. Hal tersebut dilakukan supaya nantinya tidak ada kekeliruan yang terjadi antara otoritas pajak dan perusahaan maupun individu. Salah satu solusi yang tepat bagi wajib pajak tersebut adalah dengan mengikuti kursus pajak. Karena kursus pajak akan memberikan berbagai pengetahuan mengenai regulasi pajak dan segala informasi di dalamnya.

Perusahaan juga bisa merekrut orang-orang yang telah memiliki sertifikat dari kursus pajak tersebut atau yang biasa disebut dengan sertifikat bersifat pajak. Dalam artikel ini, kita akan membahas mengapa pemeriksaan pajak begitu penting, serta dampak positif yang dapat diperoleh melalui proses ini.

Kepatuhan terhadap Peraturan Pajak

Pemeriksaan pajak memastikan bahwa kita mematuhi peraturan pajak yang berlaku. Melalui proses ini, transaksi keuangan kita akan diperiksa dan diverifikasi untuk memastikan bahwa penghitungan pajak yang dilakukan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Dengan adanya pemeriksaan pajak yang teliti, kita dapat memastikan kepatuhan terhadap peraturan pajak yang berlaku dan menghindari sanksi atau konsekuensi hukum yang mungkin timbul akibat pelanggaran.

Identifikasi Kesalahan atau Ketidaksesuaian

Pemeriksaan pajak membantu mengidentifikasi kesalahan atau ketidaksesuaian dalam penghitungan dan pelaporan pajak. Terkadang, kesalahan bisa terjadi secara tidak sengaja dalam pengisian formulir atau penghitungan pajak. Dengan melalui pemeriksaan, kesalahan tersebut dapat segera dikoreksi dan diperbaiki sehingga kita dapat melaporkan jumlah pajak yang akurat. Selain itu, pemeriksaan pajak juga dapat membantu mengidentifikasi ketidaksesuaian antara laporan keuangan dan laporan pajak, yang dapat menghindarkan kita dari masalah hukum di kemudian hari.

Mengoptimalkan Manfaat Pajak

Melalui pemeriksaan pajak, kita dapat mengoptimalkan manfaat pajak yang tersedia. Pemeriksa pajak akan memeriksa keadaan keuangan kita dan menemukan potensi pengurangan pajak yang dapat kita manfaatkan. Mereka akan memastikan bahwa kita telah memanfaatkan semua insentif dan keringanan pajak yang berlaku, sehingga kita dapat mengurangi beban pajak yang harus kita bayar. Dengan mengoptimalkan manfaat pajak, kita dapat mengalokasikan sumber daya keuangan kita dengan lebih efisien dan meningkatkan likuiditas perusahaan.

Baca Juga: Pajak yang Terkait dengan Pembangunan Rumah dan Strategi Mengelola Kewajiban Perpajakan

Meningkatkan Kepercayaan dan Kredibilitas

Pemeriksaan pajak yang dilakukan secara transparan dan teliti dapat meningkatkan kepercayaan dan kredibilitas kita sebagai individu atau perusahaan. Ketika kita dapat membuktikan bahwa laporan pajak kita telah diperiksa dan diverifikasi oleh pihak yang berwenang, hal ini akan memberikan keyakinan kepada pihak-pihak terkait, seperti investor, mitra bisnis, atau lembaga keuangan. Meningkatnya kepercayaan dan kredibilitas ini dapat membantu memperkuat hubungan bisnis kita dan membangun reputasi yang baik di mata publik.

Pencegahan Penyimpangan dan Penyelewengan Pajak

Pemeriksaan pajak juga berperan dalam mencegah penyimpangan dan penyelewengan pajak. Dengan melakukan pemeriksaan yang rutin dan teliti, pihak otoritas pajak dapat mengidentifikasi potensi kecurangan atau pelanggaran dalam pelaporan pajak. Ini membantu memastikan bahwa setiap individu atau perusahaan memenuhi kewajiban perpajakan mereka dengan jujur ​​dan tidak ada upaya untuk menghindari atau mengurangi pembayaran pajak yang seharusnya.

Selain itu, pemeriksaan pajak juga memberikan efek jera terhadap individu atau perusahaan yang cenderung melakukan penyimpangan pajak. Dengan adanya risiko pemeriksaan yang dapat mengungkap praktik-praktik yang melanggar hukum, pihak-pihak tersebut akan lebih berpikir dua kali sebelum melanggar peraturan perpajakan. Hal ini berdampak positif dalam menciptakan lingkungan bisnis yang adil dan berintegritas.

Untuk menjadi seorang ahli pajak, Anda harus memiliki pengetahuan mendalam terkait pajak. Dan salah satunya adalah dengan mengikuti kursus pajak. Tax Academy adalah tempat yang tepat untuk Anda memulainya. Karena di tempat ini merupakan langkah tangga pertama kesuksesan Anda sebagai seorang Expert di bidang industri perpajakan.

Tax Academy menawarkan metode pembelajaran yang mudah dan memiliki jaringan profesional. Beberapa metode tersebut diantaranya adalah Video Learning, Interactive Learning, dan juga Hybrid Learning. Akademi perpajakan yang satu ini dikelola oleh profesional dari WiN Partners yang mengelola berbagai bidang pajak dengan kantornya di Surakarta, Medan dan juga Batam. Hubungi kami sekarang juga untuk Anda yang ingin mengikuti kursus pajak dan menjadi Expert di bidang pajak.

Mengenal Laporan Pasca Amnesti Pajak

Mengenal Laporan Pasca Amnesti Pajak

Pelatihan Pajak – Amnesti Pajak atau yang juga dikenal sebagai Pengampunan Pajak merupakan penghapusan/pembebasan pajak yang seharusnya terutang dan juga pajak yang tidak terkena sanksi administrasi perpajakan ataupun sanksi pidana dalam bidang perpajakan. Kaitannya dengan hal ini, kewajiban perpajakan yang dilaksanakan oleh Pengampunan Pajak, meliputi kewajiban terhadap PPN (Pajak Pertambahan Nilai) atau PPN dan PPnBM (Pajak Penjualan atas Barang Mewah) dan juga PPh (Pajak Penghasilan).

Indonesia sendiri pernah mencapai kesuksesan dalam menyelenggarakan program Amnesti Pajak yang dilakukan melalui Program Pengungkapan Sukarela (PPS). Dalam kegiatan tersebut telah berhasil dicatat realisasi penerimaan negara yang telah mengalami peningkatan secara signifikan pada akhir masa program, yaitu dengan jumlah Rp 594,82 triliun dengan jumlah Wajib Pajak 247.918 peserta.

Mengenal Laporan Pasca Amnesti Pajak

Untuk semua Wajib Pajak (WP) yang sudah mengikuti atau yang telah melakukan amnesti pajak serta melaporkan hartanya tentunya mempunyai kewajiban untuk menyampaikan laporan amnesti pajak yang dilakukan secara berkala kepada DJP (Direktorat Jenderal Pajak) kurang lebih selama 3 (tiga) tahun.

Kewajiban yang dimaksudkan tersebut diantaranya, laporan pengalihan, serta realisasi investasi harta tambahan. Dan juga perlu menyampaikan Laporan Penempatan Harta yang dilakukan 1 (satu) tahun sekali, yang mana selambat-lambatnya tanggal 31 Maret tahun berikutnya atau juga bersamaan dilakukannya pelaporan SPT Tahunan.

Hal tersebut telah ditetapkan sesuai Undang-Undang No.11 Tahun 2016 Pasal 13 terkiat dengan Amnesti Pajak. Yang mana didalam UU tersebut disebutkan jika Wajib Pajak diwajibkan untuk menyampaikan laporan berkala terhadap harta repatriasi dan juga deklarasi dalam negeri. WP bisa melaporkan laporan amnesti pajak secara langsung dengan mendatangi KPP terdaftar. Tapi, kini pelaporan sudah bisa dilakukan secara online yakni melalui eReporting yang telah disediakan oleh DJP.

Dasar Hukum Amnesti Pajak

Didalam pelaksanaan kewajiban pelaporan pasca amnesti pajak, tentu saja terdapat beberapa Perundang-undangan yang menjadi payung hukum terhadap pelaporan tersebut. Berikut beberapa kebijakan ataupun ketentuan yang tertuang serta diatur didalam Undang-Undang ataupun Peraturan:

  1. PMK Nomor 141 Tahun 2016 Pasal 38, yang bekaitan dengan penyampaian yang dilakukan secara berkala dalam tiap tahun serta batas waktu laporan.
  2. Undang – Undang TA No. 11 Tahun 2016 Pasal 13, yang berkaitan dengan pelaporan secara berkala terhadap harta repartriasi dan juga deklarasi dalam negeri.
  3. PMK No, 118 Tahun 2016 Pasal 38, yang berisi penyampaian dalam tiap semester dan juga format laporan yang dilakukan secara berkala.

Baca Juga: 3 Aturan Baru di Awal Mei 2023 Diterbitkan Pemerintah

Penyampaian Laporan Pasca Amnesti Pajak

Ada 2 jenis penyampaian Laporan Pasca Amnesti Pajak, yaitu Deklarasi atau penempatan harta tambahan yang ada di Indonesia dan juga Repatriasi/realisasi pengalihan serta investasi harta ke Indonesia. Kedua jenis laporan tersebut menggunakan format laporan berkala yang sudah disesuaikan serta diperbaharui sesuai degan peraturan perundang-undangan, mulai dari yang awal sampai yang terbaru.

Didalam melakukan penyampaian laporan, Wajib Pajak selaku Peserta Amnesti Pajak perlu mempersiapkan beberapa dokumen berikut:

  1. Surat Keterangan Pengampunan Pajak atau Formulir Laporan Penempatan Harta Repatriasi sesuai PER-03/PJ/2017 dan/atau Formulir Laporan Penempatan Harta Dalam Negeri
  2. Softcopy validasi pelaporan harta repatriasi.xls dan/atau validasi pelaporan harta dalam negeri.xls.
  3. Media penyimpanan eksternal (CD/ataupun DVD) yang digunakan untuk melakukan pelaporan softcopy file .xls validasi pelaporan harta ke Kantor Pajak.

Untuk menjadi seorang ahli pajak, Anda harus memiliki pengetahuan mendalam terkait pajak. Dan salah satunya adalah dengan mengikuti pelatihan pajak. Tax Academy adalah tempat yang tepat untuk Anda memulainya. Karena di tempat ini merupakan langkah tangga pertama kesuksesan Anda sebagai seorang Expert di bidang industri perpajakan.

Tax Academy menawarkan metode pembelajaran yang mudah dan memiliki jaringan profesional. Beberapa metode tersebut diantaranya adalah Video Learning, Interactive Learning, dan juga Hybrid Learning. Akademi perpajakan yang satu ini dikelola oleh profesional dari WiN Partners yang mengelola berbagai bidang pajak dengan kantornya di Surakarta, Medan dan juga Batam. Hubungi kami sekarang juga untuk Anda yang ingin mengikuti pelatihan pajak dan menjadi Expert di bidang pajak.

Pajak yang Terkait dengan Pembangunan Rumah dan Strategi Mengelola Kewajiban Perpajakan

Pajak yang Terkait dengan Pembangunan Rumah dan Strategi Mengelola Kewajiban Perpajakan

Brevet Pajak – Perlu diketahui bahwa ternyata membangun rumah juga akan dikenakan pajak. Pajak yang terkait dengan membangun rumah biasanya berhubungan dengan pembangunan dan kepemilikan properti. Karena bagaimanapun juga perpajakan adalah hal yang penting bagi sebuah negara, sehingga segala halnya akan dikenakan perpajakan untuk kepentingan sebuah negara itu sendiri. Sehingga sebagai wajib pajak yang baik perlu melakukan kewajiban perpajakannya dengan efektif dan efisien, salah satunya adalah dengan mengikuti brevet pajak.

Dengan brevet pajak ini nantinya peserta akan memperoleh berbagai pengetahuan mengenai regulasi perpajakan yang ada dan segala informasi di dalamnya. Dalam artikel ini, kita akan menjelaskan mengapa membangun rumah dapat berdampak pada kewajiban pajak dan jenis-jenis pajak yang mungkin terlibat dalam proses tersebut.

Pajak Pembangunan atau Izin Mendirikan Bangunan (IMB)

Pajak pembangunan atau IMB merupakan pajak yang harus dibayar saat membangun rumah atau bangunan lainnya. Pajak ini biasanya dikenakan oleh pemerintah setempat sebagai biaya untuk memberikan izin pembangunan. Besaran pajak ini bervariasi di setiap daerah dan ditetapkan berdasarkan luas bangunan atau nilai proyek konstruksi.

Pajak Pertambahan Nilai (PPN)

Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dapat menjadi faktor penting dalam membangun rumah. PPN adalah pajak yang dikenakan pada barang dan jasa yang dikonsumsi dalam proses pembangunan. Misalnya, ketika Anda membeli bahan bangunan seperti batu bata, semen, keramik, dan sebagainya, PPN akan dikenakan pada pembelian tersebut. PPN juga dapat dikenakan pada jasa konstruksi yang Anda sewa untuk membangun rumah.

Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)

Setelah rumah selesai dibangun, Anda akan menjadi pemilik properti yang harus membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). PBB adalah pajak yang dikenakan pada nilai properti atau tanah yang dimiliki. Besaran PBB ditentukan berdasarkan nilai properti dan tarif pajak yang ditetapkan oleh pemerintah daerah.

Pajak Penjualan Properti (PPNBM)

Apabila Anda memutuskan untuk menjual rumah yang baru dibangun sebelum menempatinya, maka Anda akan berhadapan dengan Pajak Penjualan Properti (PPNBM). PPNBM adalah pajak yang dikenakan pada transaksi jual-beli properti yang masih dalam jangka waktu tertentu sejak pembangunan selesai. Pajak ini juga bisa dikenakan pada properti yang diperoleh melalui warisan atau hibah.

Baca Juga: Apa yang Perlu Anda Ketahui dari Pajak THR dan Cara Menghitungnya dengan Benar?

Pajak atas Sewa Properti

Jika Anda memutuskan untuk menyewakan rumah yang telah dibangun, maka Anda juga akan memiliki kewajiban membayar pajak atas sewa properti. Pajak ini dikenakan pada penghasilan yang diperoleh dari aktivitas penyewaan properti.

Penting untuk mencatat bahwa peraturan dan ketentuan pajak dapat berbeda di setiap negara atau daerah. Oleh karena itu, disarankan untuk mengonsultasikan dengan ahli pajak atau konsultan keuangan yang kompeten untuk memahami sepenuhnya kewajiban pajak yang terkait dengan membangun dan memiliki rumah.

Dengan memahami kewajiban pajak yang terkait dengan membangun rumah, Anda dapat mengelola keuangan Anda dengan lebih baik dan memastikan ketaatan terhadap peraturan perpajakan. Selain itu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar Anda dapat memanfaatkan kebijakan perpajakan yang ada untuk meminimalkan beban pajak yang harus Anda bayar.

Beberapa negara memberikan insentif pajak tertentu untuk mendorong pembangunan rumah, terutama yang berfokus pada pemukiman atau perumahan yang terjangkau. Insentif tersebut dapat berupa pengurangan atau pembebasan pajak tertentu, kredit pajak, atau perlakuan khusus lainnya. Anda dapat mencari tahu apakah ada insentif pajak yang dapat Anda manfaatkan dalam membangun rumah, sehingga dapat membantu mengurangi beban pajak Anda.

Untuk menjadi seorang ahli pajak, Anda harus memiliki pengetahuan mendalam terkait pajak. Dan salah satunya adalah dengan mengikuti brevet pajak. Tax Academy adalah tempat yang tepat untuk Anda memulainya. Karena di tempat ini merupakan langkah tangga pertama kesuksesan Anda sebagai seorang Expert di bidang industri perpajakan.

Tax Academy menawarkan metode pembelajaran yang mudah dan memiliki jaringan profesional. Beberapa metode tersebut diantaranya adalah Video Learning, Interactive Learning, dan juga Hybrid Learning. Akademi perpajakan yang satu ini dikelola oleh profesional dari WiN Partners yang mengelola berbagai bidang pajak dengan kantornya di Surakarta, Medan dan juga Batam. Hubungi kami sekarang juga untuk Anda yang ingin mengikuti brevet pajak dan menjadi Expert di bidang pajak.

3 Aturan Baru di Awal Mei 2023 Diterbitkan Pemerintah

3 Aturan Baru di Awal Mei 2023 Diterbitkan Pemerintah

Training Pajak – Sejak awal Mei, pemerintah telah menerbitkan tiga aturan baru yang berkaitan dengan Pajak, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan juga Bea. Yang mana aturan tersebut diterbitkan melalui PMK 51 Tahun 2023, KEP-67/BC/2023, dan jjga PER-5/PJ/2023. Berikut ulasan yang perlu Anda ketahui:

PMK 51 Tahun 2023

PMK 51 Tahun 2023 merupakan aturan yang diterbitkan lebih awal yang mana penetapannya dilakukan pada 2 Mei 2023. Aturan tersebut muncul sebagai bentuk perubahan terhadap Peraturan Menteri Keuangan No. 118/PMK.02/2019 terkait dengan Tata Cara Pembayaran Domestic Market Obligation Fee, Over Lifting Kontraktor serta Under Lifting Kontraktor Dalam Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi.

Di dalamnya disebutkan jika dalam melakukan pengajuan permintaan pembayaran DMO Fee dan Under Lifting Kontraktor pada Direktur Jenderal Anggaran bisa memperhitungkan beberapa pembayaran.

Sedangkan untuk jumlah DMO Fee atau Under Lifting Kontraktor yang diperhitungkan mengacu terhadap besaran yang ada didalam Kontrak Kerja Sama antara masing-masing kontraktor, yang mana maksimum sebesar hak partisipasi Kontraktor yang bersangkutan. Direktorat Jenderal Anggaran melaksanakan Pengajuan permintaan pembayaran paling lama 10 hari kerja semenjak terpenuhinya.

KEP-67/BC/2023

Aturan tersebut telah ditetapkan pada 8 Mei 2023, yang mana berkaitan dengan Pelaksanaan Piloting Modul Impor Barang Bawaan Penumpang BC 2.2 dan jjuga Modul Ekspor Barang Bawaan Penumpang untuk Dibawa Kembali – BC 3.4 Tahun 2023.

Di dalamnya dijelaskan tentang dilaksanakannya piloting implementasi yang berkaitan dengan hal di atas pada Kantor Pabean yang dilaksanakan secara bertahap. Pelaksanaan dari kegiatan piloting tersebut mencakup pengguna jasa yang berkaitan. Yang mana kegiatannya dikoordinasikan oleh Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai dan Direktorat Teknis Kepabeanan. Penerapan dari piloting dilakukan hingga tanggal penerapan secara penuh yang telah ditetapkan oleh Keputusan Direktur Jenderal.

PER-5/PJ/2023

Aturan PER-5/PJ/2023 tersebut telah ditetapkan pada tanggal 9 Mei 2023. Yang mana dalam aturan tersebut dijelaskan tentang Percepatan Pengembalian Kelebihan Pembayaran Pajak. Yang perlu diketahui ialah Wajib Pajak Orang Pribadi dengan persyaratan tertentu bisa mendapatkan pengembalian pendahuluan kelebihan dari pembayaran pajak.

Baca Juga: Pelajari Lebih Dalam Tarif Pajak Penghasilan Indonesia 2023

Kemudian peninjaklanjutan pengembalian akan dilakukan melalui penyampaian rekening dalam negeri sesuai dengan nama Wajib Pajak yang bersangkutan. Kemudian pemberitahuan dan juga permintaan rekening akan diterbitkan paling lama 5 hari kerja semenjak SPT Tahunan disampaikan dengan lengkap.

Perlu diketahui jika ada percepatan pada proses pengembalian kelebihan pembayaran pajak yang mana sebelumnya 12 bulan menjadi 15 hari. Lalu, kelompok Wajib Pajak yang mengacu pada Pasal 17D dengan kriteria tertentu bisa mendapatkan pengembalian pendahuluan tanpa batasan, namun dengan dengan konsekuensi apabila ada kekurangan bayar pajak,maka akan terkena sanksi 100%.

Oleh sebab itu, Wajib Pajak khusus yang ada di bawah Rp100 juta tidak perlu merasa khawatir. Apabila Direktorat Jenderal Pajak menemukan adanya data yang belum ditemukan, maka tidak akan terkena sanksi 100%, melainkan akan diakukan sesuai dengan yang berlaku normal.

Itulah 3 aturan baru yang diterbitkan sejaka awal Mei, kedepannya pasti akan ada aturan atau pembaruan terkait dengan kebijakan perpajakan yang ada di Indonesia. Oleh sebab itu, jika Anda ingin menjadi ahli pajak, maka Anda perlu selalu up to date dengan berbagai informasi terbaru, terutama yang berkaitan dengan pajak.

Untuk menjadi seorang ahli pajak, Anda harus memiliki pengetahuan mendalam terkait pajak. Dan salah satunya adalah dengan mengikuti training pajak. Tax Academy adalah tempat yang tepat untuk Anda memulainya. Karena di tempat ini merupakan langkah tangga pertama kesuksesan Anda sebagai seorang Expert di bidang industri perpajakan.

Tax Academy menawarkan metode pembelajaran yang mudah dan memiliki jaringan profesional. Beberapa metode tersebut diantaranya adalah Video Learning, Interactive Learning, dan juga Hybrid Learning. Akademi perpajakan yang satu ini dikelola oleh profesional dari WiN Partners yang mengelola berbagai bidang pajak dengan kantornya di Surakarta, Medan dan juga Batam. Hubungi kami sekarang juga untuk Anda yang ingin mengikuti training pajak dan menjadi Expert di bidang pajak.