Konsultan Pajak: Berapa Gaji Seorang Konsultan Pajak?

Konsultan Pajak: Berapa Gaji Seorang Konsultan Pajak?

Pelatihan Pajak – Konsultan Pajak adalah profesi yang bertugas memberikan jasa konsultasi terkait masalah perpajakan oleh para wajib pajak guna untuk melaksanakan hak dan memenuhi kewajiban pajak yang sesuai dengan peraturan undang-undang pajak yang berlaku di negara Indonesia.

Sehingga semua wajib pajak yang memiliki permasalahan terkait perpajakan dapat membantu untuk melaksanakan kewajiban pembayaran kewajiban perpajakan dengan baik. Di negara Indonesia sudah banyak perusahaan yang menggunakan jasa konsultasi pajak dengan tujuan untuk mengefisienkan perusahaan tersebut.

Oleh karena itu, sebagai calon konsultan pajak bisa mengikuti pelatihan pajak. Sebab, pelatihan pajak ini akan membantu konsultan pajak menguasai segala materi yang nantinya akan ada pada USKP. Gaji dari seorang konsultan pajak berkisar Rp3.000.000 sampai dengan Rp15.000.000 per bulan, terkesan sangat besar, namun dibalik gaji yang besar tidak mudah untuk menjadi seorang konsultan pajak ada beberapa keterampilan dan pengetahuan yang diperhatikan yaitu:

  • Jika anda ingin menjadi seorang konsultan pajak anda harus memiliki kemampuan terkait prosedur atau aturan melalui pajak serta menjaga dirinya diperbaharui pada perubahan dan peraturan
  • Anda harus memiliki kemampuan yang baik dalam berkomunikasi, karena seorang konsultan pajak pekerjaan yang mereka kerjakan adalah berinteraksi dengan bermacam-macam klien serta sifat yang berbeda-beda.
  • Memiliki kemampuan dalam berhitung seperti, pertambahan, perkalian, pengurangan dengan cepat dan cekatan.
  • Mereka juga harus mempunyai kemampuan dalam menguasai aturan perundang-undangan.
  • Anda harus menguasai bidang administrasi dan manajemen, seperti pengetahuan terkait bisnis dan manajemen misal, perencanaan strategi, penglaokasian sumber daya,dana, pemodelan sumber daya manusia, teknik dalam kepemimpinan, metode dalam produksi usaha.
  • Ekonomi dan Akuntansi, Jika anda ingin menjadi seorang konsultan pajak maka anda harus mengetahui terkait prinsip dalam praktik akuntansi, seperti pasar keuangan, perbankan serta analisa laporan keuangan.

Lalu apa saja persyaratan yang dibutuhkan jika ingin menjadi seorang konsultan pajak?

Pendidikan S1

Jika anda ingin menjadi seorang Konsultan Pajak maka anda harus memiliki gelar sarjana lulusan dengan jurusan Akuntansi, Perpajakan, Perbankan, Ekonomi, Manajemen, Administrasi Fiskal. Namun pada saat lebih banyak perusahaan yang mencari calon konsultan pajak dengan gelar master untuk posisi ini.

Baca Juga: Pemungutan Pajak di Indonesia: Permasalahan dalam Pemungutan Pajak di Indonesia

Jika anda termasuk dalam lulusan S1 Perpajakan maka anda akan lebih diutamakan dalam melamar sebagai seorang konsultan pajak karena dianggap lebih memiliki banyak pengalaman serta pengetahuan terkait perpajakan karena, pada saat di perkuliahan mata kuliah yang dipelajari lebih cenderung membahas terkait perpajakan, baik pajak wajib,orang pribadi maupun wajib pajak badan.

Memiliki Sertifikasi Konsultan Pajak

Ada beberapa sertifikasi profesi terkait konsultan pajak yaitu:

  • Sertifikasi Konsultan Pajak tingkat A, sertifikasi tingkat B memberikan pelayanan jasa bidang perpajakan kepada seorang wajib pajak dalam melaksanakan hak serta memenuhi kewajibannya dalam perpajakan
  • Sertifikasi Konsultan Pajak tingkat B, memberikan jasa pada wajib pajak orang pribadi kecuali wajib pajak penanaman modal.
  • Sertifikasi Konsultan Pajak tingkat C, memberikan jasa untuk wajib pajak orang pribadi.

Seorang konsultan pajak akan dipekerjakan di awal karir minimal harus memiliki sertifikasi A dan B, anda dapat menambah ilmu serta pengalaman anda dalam bekerja terlebih dahulu, anda dapat terlebih dahulu bekerja sebagai karyawan di perusahaan perpajakan sebelum anda akan mendirikan Kantor Konsultan Pajak sendiri. sebelumnya anda juga melakukan kursus menjadi seorang konsultan pajak untuk menambah pengalaman anda dibidang perpajakan yang akan anda minati untuk saat ini.

Untuk menjadi seorang ahli pajak, Anda harus memiliki pengetahuan mendalam terkait pajak. Dan salah satunya adalah dengan mengikuti pelatihan pajak. Tax Academy adalah tempat yang tepat untuk Anda memulainya. Karena di tempat ini merupakan langkah tangga pertama kesuksesan Anda sebagai seorang Expert di bidang industri perpajakan.

Tax Academy menawarkan metode pembelajaran yang mudah dan memiliki jaringan profesional. Beberapa metode tersebut diantaranya adalah Video Learning, Interactive Learning, dan juga Hybrid Learning. Akademi perpajakan yang satu ini dikelola oleh profesional dari WiN Partners yang mengelola berbagai bidang pajak dengan kantornya di Surakarta, Medan dan juga Batam. Hubungi kami sekarang juga untuk Anda yang ingin mengikuti pelatihan pajak dan menjadi Expert di bidang pajak.

Pemungutan Pajak di Indonesia: Permasalahan dalam Pemungutan Pajak di Indonesia

Pemungutan Pajak di Indonesia: Permasalahan dalam Pemungutan Pajak di Indonesia

Training Pajak – Pajak adalah iuran yang diwajibkan kepada masyarakat untuk masuk kedalam kas negara berdasarkan undang-undang (dapat dipaksakan). Pajak adalah hal penting yang digunakan negara untuk sumber pendapatan, maka sangat dibutuhkan suatu hukum yang dapat mengatur tentang perpajakan yang sering disebut hukum pajak.

Dalam hal pembayaran pajak bagi pihak wajib pajak, sering terdapat masalah seperti kurangnya waktu para wajib pajak, kurangnya pengetahuan terkait wajib pajak, maka seorang wajib pajak dapat mengikuti training pajak. Sebab, training pajak ini akan membantu Anda sebagai seorang wajib pajak, supaya bisa mengatasi segala permasalahan pajak yang ada

Jika dilihat secara umum terkait hukum pajak, hukum pajak adalah kumpulan peraturan  yang akan mengatur hubungan antara pemerintah sebagai pemungut pajak  dan rakyat sebagai pembayar pajak. Dalam undang-undang yang mengatur terkait perpajakan saat ini sudah terbentuk dan sudah diberlakukan di Indonesia, namun dengan adanya aturan tersebut tidak membuat semua masalah terkait pembayaran pajak terobati menjadi lebih teratur, masih ada saja masalah atau kendala mendasar terkait pelaksanaannya.

Hal tersebut akan dapat mempengaruhi hasil dari penerimaan pajak yang memiliki sumber dari hasil penerimaan pajak. permasalahan tersebut biasanya disebabkan oleh beberapa faktor seperti, kurangnya sosialisasi pemerintah kepada masyarakat terkait wajib pajak tentang sebagaimana pentingnya untuk masyarakat membayar pajak.

Sumber Daya Manusia yang masih rendah, dimana hal ini  bahwa masih banyak para wajib pajak yang belum memahami tentang pentingnya membayar pajak, padahal hal tersebut dapat diatasi dengan mengikuti kelas perpajakan, seperti training pajak terkait dengan permasalahan. Tingkat ekonomi sebahagian wajib pajak yang masih rendah, hal ini juga salah satu faktor yang sangat mempengaruhi, karena para wajib pajak lebih memprioritaskan biaya yang memiliki sifat mendasar seperti: Biaya sekolah, biaya kesehatan dan sebagainya.

Faktor ini sangat wajar karena, sebagian masyarakat di Indonesia faktor ekonominya rendah, sehingga masyarakat lebih menggunakan uang mereka untuk makan dan kebutuhan rumah tangga lainnya. Faktor yang berkaitan dengan hal tersebut adalah banyaknya kepala keluarga yang menganggur, sehingga sulitnya mencari pekerjaan yang dapat membuat sebagian masyarakat tidak mampu untuk membayar pajak.

Untuk dapat menertibkan kegiatan wajib pajak kepada masyarakat mungkin pemerintah dapat memperluas lapangan pekerjaan bagi masyarakat, sehingga dapat mengurangi pengangguran sehingga masyarakat memiliki pendapatan yang lebih yang dapat digunakan untuk membayar pajak.

Baca Juga: Menguak Manfaat Sertifikat Kursus Pajak Sebagai Landasan Karir Anda

Untuk mempermudah mendapatkan pekerjaan mungkin pemerintah dapat memberikan kelonggaran terkait persyaratan dalam melamar pekerjaan, sehingga lebih banyak kemungkinan pelamar pekerjaan diterima di bidangnya sesuai dengan kemampuannya, sehingga jika sebagian besar pendapatan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan keluarga maka dalam membayar pajak pun pastinya masyarakat juga akan lebih tertib.

Faktor lainnya adalah Database yang masih jauh dari standar internasionalnya. Dapat diketahui bahwa database ini sangat penting untuk menentukan serta menguji kebenaran terkait pembayaran pajak dengan menggunakan self assessment. Kondisi tersebut dapat menyulitkan riset empiris yang memiliki tujuan untuk menguji kepatuhan para wajib pajak, sehingga dapat memberikan informasi dan melaporkan yang tidak sesuai dengan kondisi yang sebenarnya.

Database yang lengkap dan akurat dapat mempengaruhi terhadap kegiatan atau keefektifitasan pelaksanaan dalam penegakan hukum dan juga kepatuhan wajib pajak terkait pembayaran pajak mereka. karena kepenuhan mereka dalam membayar pajak mempengaruhi pada penerimaan pajak. Kurangnya kesadaran masyarakat sebagai wajib pajak  untuk membayar pajak ke negara ini.

Untuk menjadi seorang ahli pajak, Anda harus memiliki pengetahuan mendalam terkait pajak. Dan salah satunya adalah dengan mengikuti training pajak. Tax Academy adalah tempat yang tepat untuk Anda memulainya. Karena di tempat ini merupakan langkah tangga pertama kesuksesan Anda sebagai seorang Expert di bidang industri perpajakan.

Tax Academy menawarkan metode pembelajaran yang mudah dan memiliki jaringan profesional. Beberapa metode tersebut diantaranya adalah Video Learning, Interactive Learning, dan juga Hybrid Learning. Akademi perpajakan yang satu ini dikelola oleh profesional dari WiN Partners yang mengelola berbagai bidang pajak dengan kantornya di Surakarta, Medan dan juga Batam. Hubungi kami sekarang juga untuk Anda yang ingin mengikuti training pajak dan menjadi Expert di bidang pajak.

Prospek Kerja Menjanjikan Lulusan Perpajakan, Diincar Banyak Perusahaan

Prospek Kerja Menjanjikan Lulusan Perpajakan, Diincar Banyak Perusahaan

Brevet Pajak – Salah satu yang menjadi pertimbangan penting didalam memilih jurusan kuliah ialah bagaimana prospek kerjanya. Tentunya siapapun tidak ingin menjadi pengangguran atau mengalami kesulitan untuk memperoleh pekerjaan setelah meraih gelar S1, bukan? Dalam ulasan kali ini yang akan dibahas berkaitan dengan prospek kerja yang dimiliki oleh mahasiswa jurusan taxation atau perpajakan.

Saat menjalani perkuliahan di jurusan perpajakan, Anda akan dibekali keahlian penting terkait perpajakan. Keahlian tersebut tentu saja sangat dibutuhkan oleh perusahaan, baik itu swasta, BUMN, maupun pemerintah. Anda pun mempunyai pilihan karier yang cukup beragam, diantaranya ialah sebagai berikut:

Akuntan Pajak

Prospek kerja yang pertama lulusan perpajakan ialah menjadi seorang akuntan pajak. Tugas utama yang menjadi tanggung jawab dari seorang akuntan pajak ialah mengurusi berbagai hal yang berkaitan dengan pajak. Anda akan melakukan analisis pada fenomena ekonomi yang tengah terjadi, untuk kemudian mengambil strategi yang tepat sesuai Undang-Undang perpajakan yang berlaku.

Tenaga dari seorang akuntan pajak dicari dan dibutuhkan oleh banyak perusahaan. Anda dapat memilih bekerja di kantor akuntan publik. Disamping itu, keahlian Anda sebagai akuntan pajak juga sangat diperlukan oleh lembaga bank, dinas keuangan daerah,  pemerintahan, bea cukai, dan yang lainnya.

Konsultan Pajak

Peluang karir berikutnya ialah menjadi seorang konsultan pajak. Seorang konsultan pajak menjalankan pekerjaannya dengan menyediakan jasa konsultasi yang tentu saja berkaitan dengan perpajakan. Konsultasi tersebut diperlukan oleh wajib pajak supaya bisa memenuhi kewajiban pembayaran pajak untuk negara sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku.

Keberadaan dari seorang konsultan pajak menjadi hal yang sangat penting guna memastikan bahwa wajib pajak melakukan pembayaran pajak dengan baik dan tepat waktu. Dengan demikian, wajib pajak dapat memperoleh manfaat dari pajak yang sudah dibayarkan. Di samping itu, konsultan pajak juga bisa membantu wajib pajak dalam melakukan pembayaran pajak dengan tepat.

Kuasa Hukum Pajak

Kemudian, keahlian yang berkaitan dengan perpajakan yang Anda kuasai bisa membuka peluang untuk menjadi seorang kuasa hukum pajak. Kuasa hukum pajak mempunyai tugas serta tanggung jawab untuk memberikan mendampingi atau menjadi perwakilan dari pihak yang tengah mengalami sengketa di pengadilan pajak.

Baca Juga: Begini Ketentuan PPN Atas Sewa Kendaraan

Tidak sembarang orang bisa mengambil profesi sebagai seorang kuasa hukum pajak dan tentu saja ini menjadi peluang besar untuk para lulusan perpajakan. Untuk menjadi kuasa hukum pajak, Anda harus memenuhi kualifikasi yang sudah ditetapkan oleh pengadilan pajak. Anda juga perlu memiliki surat izin kuasa hukum yang mana surat tersebut dikeluarkan oleh pengadilan pajak.

Ahli Pajak

Peluang karir berikutnya ialah menjadi sebagai ahli pajak perusahaan atau tax corporate analyst. Profesi yang satu ini sangat diperlukan oleh perusahaan. Kehadiran dari seorang ahli pajak bisa membantu perusahaan untuk menyusun laporan hasil usaha serta melakukan perhitungan terhadap besaran pajak yang perlu dibayarkan.

Pelayanan Pajak

Profesi tidak kalah menjanjikan berikutnya ialah menjadi seorang pegawai pajak misalnya menjadii pegawai di kantor pelayanan pajak. Keahlian Anda akan dibutuhkan untuk memberikan pelayanan dan juga konsultasi perpajakan. Disamping itu, Anda juga bisa memanfaatkan keahlian yang dimiliki untuk melakukan pengawasan dan juga penggalian potensi wajib pajak.

Untuk menjadi seorang ahli pajak, Anda harus memiliki pengetahuan mendalam terkait pajak. Dan salah satunya adalah dengan mengikuti brevet pajak. Tax Academy adalah tempat yang tepat untuk Anda memulainya. Karena di tempat ini merupakan langkah tangga pertama kesuksesan Anda sebagai seorang Expert di bidang industri perpajakan.

Tax Academy menawarkan metode pembelajaran yang mudah dan memiliki jaringan profesional. Beberapa metode tersebut diantaranya adalah Video Learning, Interactive Learning, dan juga Hybrid Learning. Akademi perpajakan yang satu ini dikelola oleh profesional dari WiN Partners yang mengelola berbagai bidang pajak dengan kantornya di Surakarta, Medan dan juga Batam. Hubungi kami sekarang juga untuk Anda yang ingin mengikuti brevet pajak dan menjadi Expert di bidang pajak.

Begini Ketentuan PPN Atas Sewa Kendaraan

Begini Ketentuan PPN Atas Sewa Kendaraan

Training Pajak – Pada dasarnya seluruh aktivitas sewa-menyewa ialah objek PPN, tidak terkecuali PPN terhadap sewa kendaraan. Lantas seperti apa ketentuan perpajakan untuk sewa kendaraan serta berapa tarif PPN terhadap sewa kendaraan?

Tarif PPN atas Sewa Kendaraan

Berkaitan dengan tema PPN atas sewa kendaraan, mengacu pada Pasal 4 UU PPN, jasa sewa kendaraan terutang PPN dengan tarif 11%.Pada dasarnya semua sewa tentu akan terkena PPN. Namun, dalam Pasal 4A ayat (3) huruf j Undang-Undang PPN disebutkan jika jasa angkutan umum baik di darat ataupun di air dan juga jasa angkutan udara dalam negeri tidak terpisahkan dari jasa angkutan udara luar negeri menjadi jasa yang tidak terkena PPN serta diberi keterangan cukup jelas. Artinya, Undang-Undang tersebut tidak menjelaskan lebih lanjut terkait dengan jasa angkutan umum.

Lalu, menanggapi aturan dari Undang-Undang tersebut, pemerintah telah memberikan kewenangan terhadap menteri keuangan untuk merinci lebih lanjut jenis jasa yang dikecualikan tersebut didalam Pasal 7 Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2012, yakni sebagai berikut:

  • Jenis barang dan juga jasa yang tidak dikenakan PPN telah diatur didalam Pasal 4A Undang – Undang PPN.
  • Ketentuan yang berkaitan dengan kriteria serta rincian barang/jasa yang termasuk dalam jenis barang dan juga jenis jasa yang tidak dikenakan PPN diatur didalam Peraturan Menteri Keuangan.

Sebenarnya dari penjelasan singkat di atas sudah dapat disimpulkan jika segala bentuk jasa angkutan umum tidak terkena PPN. Tapi, ada hal yang perlu diperhatikan yakni pengertian dari kendaraan angkutan umum itu sendiri.

Kendaraan angkutan umum merupakan kendaraan bermotor yang dipakai atau digunakan untuk mengangkut orang maupun barang yang disediakan untuk umum dengan dipungut bayaran baik didalam trayek atau tidak dalam trayek memakai nomor kendaraan dengan warna dasar kuning serta tulisan hitam.

Jadi dapat disimpulkan, penyewaan kendaraan seperti bus, truk, dan juga kendaraan bermotor lainnya yang menggunakan plat kendaraan berwarna dasar kuning serta bertuliskan hitam termasuk angkutan umum, maka tidak terkena PPN. Sebaliknya, apabila Anda menyewa kendaraan-kendaraan tersebut yang mempunyai plat nomor berwarna dasar hitam (kendaraan pribadi), maka itu termasuk dalam objek PPN.

Baca Juga: Begini Cara Kerja di Kantor Pajak yang Perlu Diketahui

Pajak Lainnya atas Sewa Kendaraan

Pada dasarnya pajak yang berhubungan dengan sewa kendaraan ini ialah Pajak Penghasilan Pasal 23 atau PPh Pasal 23. PPh Pasal 23 didefinisikan sebagai pajak yang dikenakan terhadap penghasilan atas modal, penghargaan, hadiah dan juga penyerahan atas jasa.

Sedangkan untuk tarif PPh Pasal 23 itu sendiri beragam yang disesuaikan dengan objek pajaknya, yakni sebagai berikut:

  1. Tarif 15% dari jumlah bruto diperuntukkan untuk dividen (kecuali untuk pembagian dividen kepada orang pribadi dikenakan final, bunga, dan juga royalti) serta hadiah atau penghargaan, selain yang sudah dipotong PPh Pasal 21.
  2. Tarif dengan besaran 2% dari jumlah bruto diperuntukkan atas:
  • Sewa dan juga penghasilan lain yang berhubungan dengan penggunaan harta kecuali sewa tanah atau bangunan.
  • Imbalan jasa teknik, jasa konstruksi, jasa konsultasi dan jasa manajemen.
  • Imbalan jasa lainnya yang telah diuraikan didalam PMK No, 141/PMK.03/2015 serta efektif berlaku pada 24 Agustus 2015.

Bagi wajib pajak yang tidak mempunyai NPWP maka akan dipotong 100% lebih tinggi dari tarif PPh Pasal 23.

Untuk menjadi seorang ahli pajak, Anda harus memiliki pengetahuan mendalam terkait pajak. Dan salah satunya adalah dengan mengikuti training pajak. Tax Academy adalah tempat yang tepat untuk Anda memulainya. Karena di tempat ini merupakan langkah tangga pertama kesuksesan Anda sebagai seorang Expert di bidang industri perpajakan.

Tax Academy menawarkan metode pembelajaran yang mudah dan memiliki jaringan profesional. Beberapa metode tersebut diantaranya adalah Video Learning, Interactive Learning, dan juga Hybrid Learning. Akademi perpajakan yang satu ini dikelola oleh profesional dari WiN Partners yang mengelola berbagai bidang pajak dengan kantornya di Surakarta, Medan dan juga Batam. Hubungi kami sekarang juga untuk Anda yang ingin mengikuti training pajak dan menjadi Expert di bidang pajak.

Menguak Manfaat Sertifikat Kursus Pajak Sebagai Landasan Karir Anda

Menguak Manfaat Sertifikat Kursus Pajak Sebagai Landasan Karir Anda

Kursus Pajak – Kalian percaya jika kita punya sertifikat kursus pajak maka jalan kita dalam mencari pekerjaan di bidang perpajakan bisa lebih mulus? bahkan bisa dapat gaji yang lebih tinggi dari seharusnya? Bener ngga sih? Tentu sudah pasti jawabannya iya. Karena dengan memiliki sertifikat tersebut akan menimbulkan nilai plus di mata direksi perusahaan. Namun, perlu kalian ketahui bahwa tidak semua sertifikat menimbulkan efek yang baik di mata perusahaan. Artikel berikut ini akan membahas tentang salah satu sertifikat yang sudah banyak dibuktikan memang menjadi nilai plus bagi pemiliknya serta banyak di cari oleh berbagai perusahaan.

Pajak merupakan salah satu sumber pendapatan negara. Pajak membahas tentang aktivitas perekonomian, perdagangan ataupun penghasilan lainnya yang berkaitan dengan pajak. Banyak pekerjaan di bidang ini yang gajinya sangat menjanjikan sehingga banyak sekali peminatnya. Namun, pekerjaan ini tentu membutuhkan pemahaman khusus. Maka sebelum kalian mendaftarkan diri di perusahaan perpajakan kami sarankan untuk mengikuti kursus pajak terlebih dahulu. Kursus pajak mengacu pada kegiatan pelatihan atau seputar perpajakan, baik pajak yang berbasis perangkat lunak maupun tidak. Peserta kursus ini nantinya akan mendapatkan sertifikat yang akan sangat menguntungkan bagi pemiliknya.

Manfaat Sertifikat Kursus Pajak Sesuai dengan Kepentingan Masing-Masing

Fresh Graduate

Bagi para fresh graduate tujuan utamanya yaitu sebagai bekal dalam mendaftar pekerjaan di perusahaan-perusahaan tertentu. Sertifikat ini nantinya dapat dijadikan nilai plus sekaligus memungkinkan untuk mendapat gaji yang lebih dibanding dengan orang yang tidak  mempunyai sertifikat kursus brevet pajak.

Karyawan

Alasan karyawan mengikuti kursus ini yaitu guna menunjang kinerja mereka di perusahaan. Dan dengan sertifikat ini dapat menjadikan pertimbangan bagi perusahaan dalam menerima karyawannya. Selain itu, dengan sertifikat kursus pajak ini juga akan meningkatkan skill kalian dalam melakukan pekerjaan dan harapannya akan mendapatkan kenaikan gaji dan jabatan.

Top Management

Bagi para bos-bos perusahaan alasan mereka mengikut kelas ini untuk memahami lebih dalam mengenai sistem perpajakan agar mereka bisa mengendalikan sistem perpajakan dengan baik.

Konsultan Pajak

Kursus pajak ini dapat dijadikan bekal bagi kalian yang ingin menjadi konsultan pajak. karena ilmu perpajakan tentunya akan bermanfaat ketika bekerja di kantor konsultan pajak atau sebagai konsultan pribadi. Kursus pajak ini juga dapat melatih agar kalian siap dalam menghadapi ujian USKP.

Baca Juga: Hanya dengan Sertifikat untuk Menjadi Ahli Pajak yang Dicari Perusahaan

Wajib Pajak Pribadi

Manfaat sertifikat kursus pajak juga dapat dirasakan bagi wajib pajak pribadi. Bagi orang biasa yang termasuk dalam wajib pajak orang pribadi tentu juga harus mengetahui tentang pajak serta bagaimana cara pelaporan serata perhitungan pajak itu sendiri. Sehingga kursus pajak dapat memberikan banyak hal lebih dari yang mereka butuhkan.

Fakta di lapangan memang sudah banyak terbukti jika banyak sekali managemen atau perusahaan yang menganggap bahwa apabila memiliki sertifikat kursus pajak merupakan suatu kelebihan dan nilai plus bagi seseorang. Apalagi accounting bagian pajak, kebanyakan mereka mencantumkan apabila jika kalian memiliki sertifikat kursus pajak menjadi nilai plus tersendiri. Namun, dalam memilih tempat kursus pun kalian juga tidak boleh sembarangan.

Karena bisa saja tempat tersebut tidak memberikan pembelajaran pajak yang sebenarnya bahkan bisa juga uang sudah di setorkan namun tidak ada kelas yang berlangsung. Untuk menghindari hal ini, sebaiknya kalian mendaftar kursus pajak yang diselenggarakan oleh universitas atau organisasi akuntansi yang sudah memiliki kredibilitas yang baik mulai dari fasilitas hingga pada pembahasan materinya.

Untuk menjadi seorang ahli pajak, Anda harus memiliki pengetahuan mendalam terkait pajak. Dan salah satunya adalah dengan mengikuti kursus pajak. Tax Academy adalah tempat yang tepat untuk Anda memulainya. Karena di tempat ini merupakan langkah tangga pertama kesuksesan Anda sebagai seorang Expert di bidang industri perpajakan.

Tax Academy menawarkan metode pembelajaran yang mudah dan memiliki jaringan profesional. Beberapa metode tersebut diantaranya adalah Video Learning, Interactive Learning, dan juga Hybrid Learning. Akademi perpajakan yang satu ini dikelola oleh profesional dari WiN Partners yang mengelola berbagai bidang pajak dengan kantornya di Surakarta, Medan dan juga Batam. Hubungi kami sekarang juga untuk Anda yang ingin mengikuti kursus pajak dan menjadi Expert di bidang pajak.

Hanya dengan Sertifikat untuk Menjadi Ahli Pajak yang Dicari Perusahaan

Hanya dengan Sertifikat untuk Menjadi Ahli Pajak yang Dicari Perusahaan

Berbekal dengan sertifikat brevet pajak kamu dapat memberikan jasa berupa konsultasi mengenai hak serta kewajiban dari wajib pajak yang sesuai dengan undang-undang yang berlaku. Pada dasarnya cara mendapatkan sertifikat brevet pajak membutuhkan proses dan juga usaha karena akan mengikat waktu maupun lokasi tertentu. Dengan kemajuan zaman saat ini kalian dapat memilih kursus brevet pajak secara online maupun offline. Untuk mengenal lebih lanjut mengenai sertifikat brevet pajak simak ulasan berikut ini.

Sertifikat brevet pajak adalah sertifikat yang hanya didapatkan melalui pelatihan pajak tanpa atau memakai software pajak dengan tingkatan yang berbeda. Umumnya sertifikat brevet pajak yang di akui dibagi menjadi 3 tingkat meliputi brevet A, B dan juga C.

Sertifikat A

Sertifikat yang didapatkan setelah kalian mampu menyelesaikan pelatihan dengan bahasan mengenai pajak penghasilan untuk perseorangan. Dalam kursusnya membahas tentang tata cara perpajakan, PBB (Pajak Bumi dan Bangunan), bea materai, PPh 21 (Pajak Penghasilan orang pribadi) BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan)

Sertifikat B

Sertifikat yang didapatkan setelah kalian mampu menyelesaikan pelatihan dengan bahasan pajak dasar hingga menengah. Dalam kursusnya peserta akan mempelajari mengenai ketentuan pajak badan atau perusahaan dengan materi seperti pemotongan serta pemungutan Pajak Penghasilan ( Pasal 21, 15, 23, 25, 26, pasal 4 ayat 2), pemeriksaan dan penyidikan pajak, PPh elektronik, Pajak Pertambahan Nilai (PPN 1111 serta 1107), PUT, Akuntansi Pajak, Pajak Penghasilan (PPh) Badan, Pajak Penjualan barang mewah (PPBM) dan juga pengisian SPT PPN

Sertifikat C

Sertifikat yang didapatkan sesudah kalian mampu menyelesaikan pelatihan dengan pembahasan mengenai pajak menengah hingga lanjutan. Materi yang diajarkan kepada peserta meliputi Pajak Internasional Bank, PPh Orang Pribadi, Pajak Internasional, PPh Badan, tax planning dan juga Akuntansi Pajak. sertifikat ini merupakan sertifikat tertinggi,  sehingga tidak heran jika penyelenggara memberikan aturan peserta wajib untuk menyelesaikan Brevet A dan B sebelum mengambil pelatihan pada kelas ini.

Siapapun dapat memperoleh sertifikat brevet pajak dengan mengikuti program brevet pajak. Meski pada umumnya yang mengikuti pelatihan ini mereka yang berminat untuk bekerja di bidang perpajakan. Karena, dengan sertifikat yang didapat melalui pelatihan ini, peluang  dalam mendaftar bekerja di bidang akuntansi, keuangan ataupun pajak akan semakin besar untuk diterima.

Baca Juga: Menggali Peluang Karir Melalui Pelatihan Pajak yang Efektif

Sertifikat ini tetap ada masa berlakunya, yaitu 2 tahun semenjak tanggal sertifikat diterbitkan di setiap tingkatnya. Apabila sudah mencapai waktu 2 tahun maka sertifikat brevet pajak harus diurus untuk diperpanjang supaya izin konsultan tetap didapatkan. Dalam pengurusan ulang sertifikat hanya dapat dilakukan pada lembaga yang memberikannya.

Bagaimana Cara Memilih Pelatihan Brevet Pajak?

Penting bagi kalian untuk memilih sertifikat brevet pajak yang diakui supaya berguna nantinya. Apabila kalian memilih untuk mengikuti kursus diluar universitas atau IAI maka simak tips berikut ini.

  • Pastikan pelatihan terdaftar secara resmi di  Direktorat Jenderal Pajak
  • Pastikan pelatihan berasal dari Universitas ataupun organisasi akuntansi
  • Perhatikan kredibilitas penyelenggara pelatihan sudah terbukti profesional dan tentunya ahli dalam bidang pajak, akuntansi maupun keuangan
  • Dan yang terakhir, pilih pelatihan dengan materi berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan kalian.

Tidak bisa dipungkiri jika mendapatkan gaji yang besar merupakan impian bagi semua orang. Namun untuk memperoleh gaji yang sepadan tentu harus diiringi dengan skill dan kemampuan kerja yang baik. Jangan sampai berharap gaji besar tetapi pengalaman atau skill masih begitu-begitu saja. Jadi kembangkan pengalaman serta skill kalian dengan mengikuti pelatihan brevet pajak ini.

Untuk menjadi seorang ahli pajak, Anda harus memiliki pengetahuan mendalam terkait pajak. Dan salah satunya adalah dengan mengikuti brevet pajak. Tax Academy adalah tempat yang tepat untuk Anda memulainya. Karena di tempat ini merupakan langkah tangga pertama kesuksesan Anda sebagai seorang Expert di bidang industri perpajakan.

Tax Academy menawarkan metode pembelajaran yang mudah dan memiliki jaringan profesional. Beberapa metode tersebut diantaranya adalah Video Learning, Interactive Learning, dan juga Hybrid Learning. Akademi perpajakan yang satu ini dikelola oleh profesional dari WiN Partners yang mengelola berbagai bidang pajak dengan kantornya di Surakarta, Medan dan juga Batam. Hubungi kami sekarang juga untuk Anda yang ingin mengikuti brevet pajak dan menjadi Expert di bidang pajak.

Begini Cara Kerja di Kantor Pajak yang Perlu Diketahui

Begini Cara Kerja di Kantor Pajak yang Perlu Diketahui

Training Pajak – Apakah Anda mempunyai cita-cita untuk bekerja sebagai karyawan di kantor pajak, namun bingung bagaimana proses rekrutmen pekerjaannya? Untuk bisa bekerja di kantor pajak memang dapat dikatakan menjadi suatu hal yang gampang-gampang susah, tergantung dari kegigihan dan juga seberapa besar usaha yang Anda berikan untuk bisa berkarir dalam bidang tersebut.

Apabila Anda senang bekerja dengan angka, mungkin tidak ada salahnya jika mencoba pekerjaan satu ini. Namun, bagi Anda yang mungkin masih bingung terkait dengan bagaimana cara untuk melamar pekerjaan di kantor pajak, maka Anda bisa memperhatikan step by stepnya berikut ini:

Kenali Dahulu Pekerjaannya

Tips pertama ialah dengan memahami terlebih dahulu pekerjaan apa yang nantinya akan Anda jalankan. Kantor pajak sendiri masuk dalam Ditjen Pajak yang ada di bawah naungan Kementerian Keuangan. Di kantor pajak sendiri, terdapat berbagai macam seksi yang dapat dipilih seperti:

Seksi Ekstensifikasi

Mempunyai peran untuk melakukan ekspansi dengan menambah orang yang wajib pajak.  Dengan kata lain, tugasnya ialah untuk mencari orang-orang agar mau mendaftar NPWP atau nomor pokok wajib pajak.

Seksi Pelayanan

Merupakan orang yang bekerja di bagian front line di kantor pelayanan pajak.

Seksi Waskon (Pengawasan dan Konsultasi)

Tugasnya ialah melayani konsultasi secara pribadi pada mereka yang mempunyai wajib pajak serta mengajukan permohonan berkas-berkas. Secara khusus seksi ini juga menggali adanya potensi dari orang dengan wajib pajak.

Seksi Pemeriksaan

Divisi dari pekerjaan ini ialah untuk mengecek, memeriksa, serta mengevaluasi dokumen yang berkaitan dengan pengajuan ataupun pencabutan pengusaha kena pajak (PKP), pengajuan  kelebihan pajak, dan lain sebagainya.

Selain itu masih ada juga seksi penagihan, yang mana tugasnya ialah untuk menagih orang-orang dengan wajib pajak yang sulit membayar pajak.  Ada juga seksi PDI atau pengolahan data dan informasi, yang menjadi IT yang paling diandalkan di kantor pelayanan pajak.

Baca Juga: Mengenal Lebih Jauh Perbedaan Pajak Investasi Saham di Indonesia dan Luar Negeri

Siapkan  Berkas Melamar

Anda perlu mempersiapkan persyaratan yang dibutuhkan dengan sebaik mungkin. Anda dapat melihat syarat serta kualifikasi yang dibutuhkan di website Ditjen Pajak secara langsung. Jangan sampai ada satupun berkas yang ketinggalan sebab hal tersebut akan mempengaruhi peluang untuk bisa lolos ke tahap berikutnya.

Ujian TPA dan TPB

Apabila Anda lolos administrasi, maka langkah berikutnya ialag mengikuti Tes Potensi Akademik (TPA) dan juga Tes Potensi Belajar. TPA dan TPB sendiri menjadi salah satu rangkaian Ujian Saringan Masuk atau (USM) yang mana keduai tes tersebut saling berkaitan.

Tes Kesehatan dan Kebugaran

Proses berikutnya ialah menjalani tes kesehatan dan kebugaran. Anda akan diminta untuk melakukan medical check up guna memastikan bahwa kesehatan Anda dalam keadaan yang bagus dan layak.

Tes Kompetensi Dasar

Setelah Anda lulus, nantinya juga akan ada TKD atau Tes Kompetensi Dasar yang menjadi tahapan terakhir. TKD ini mirip sekali dengan pelaksanaan tes PNS. Anda akan dites terkait dengan pengetahuan Pancasila serta UUD, sejarah Indonesia, bagaimana pemerintahan tata negara, dan hal lainnya yang berkaitan dengan wawasan kebangsaan. Bukan hanya itu, Anda juga akan mengikuti Tes Karakteristik Pribadi (TKP) dan juga Tes Intelegensia Umum (TIU).

Untuk menjadi seorang ahli pajak, Anda harus memiliki pengetahuan mendalam terkait pajak. Dan salah satunya adalah dengan mengikuti training pajak. Tax Academy adalah tempat yang tepat untuk Anda memulainya. Karena di tempat ini merupakan langkah tangga pertama kesuksesan Anda sebagai seorang Expert di bidang industri perpajakan.

Tax Academy menawarkan metode pembelajaran yang mudah dan memiliki jaringan profesional. Beberapa metode tersebut diantaranya adalah Video Learning, Interactive Learning, dan juga Hybrid Learning. Akademi perpajakan yang satu ini dikelola oleh profesional dari WiN Partners yang mengelola berbagai bidang pajak dengan kantornya di Surakarta, Medan dan juga Batam. Hubungi kami sekarang juga untuk Anda yang ingin mengikuti training pajak dan menjadi Expert di bidang pajak.

Menggali Peluang Karir Melalui Pelatihan Pajak yang Efektif

Menggali Peluang Karir Melalui Pelatihan Pajak yang Efektif

Pelatihan Pajak – Negara Indonesia merupakan salah satu negara yang menjadikan pajak menjadi hal yang diwajibkan. Sebab itulah mengapa peluang karir di bidang perpajakan selalu terbuka lebar bagi Anda yang memiliki cita-cita berkarir di bidang ini. Namun, tentu saja untuk dapat berkarir di bidang perpajakan ini membutuhkan keahlian khusus yang hanya Anda dapatkan melalui pelatihan pajak. Pelatihan pajak merupakan upaya dalam menekuni dunia perpajakan bagi mahasiswa dan para peminat dalam berkarir di bidang perpajakan.

Minimnya pengetahuan terhadap pentingnya pelatihan pajak ini membuat rendahnya minat masyarakat dalam mengikuti pelatihan pajak. Program ini dirancang untuk membekali peserta untuk melaksanakan kewajiban perpajakan serta hak wajib pajak secara profesional dalam praktek di lapangan baik sebagai wajib badan maupun perorangan. Setelah mengikuti pelatihan pajak penyelenggara akan memberikan sertifikat kepada peserta dengan rincian sebagai berikut:

  • Sertifikat kelas A diberikan kepada peserta yang telah menguasai kewajiban pajak orang pribadi
  • Sertifikat kelas B diberikan kepada peserta yang telah menguasai kewajiban pajak badan
  • Sertifikat kelas C diberikan kepada peserta yang telah menguasai perpajakan internasional

Mengapa Banyak Orang yang Ingin Berkarir di Bidang Perpajakan?

Gaji Besar

Gaji di bidang perpajakan termasuk salah satu gaji yang terbilang tinggi di Indonesia. Bahkan, terdapat beberapa perusahaan yang memberikan gaji diatas UMR untuk fresh graduate.

Banyak Pilihan Divisi Kerja

Karir di bidang perpajakan memiliki banyak pilihan divisi. Contohnya, di Direktorat Jenderal Pajak yang memiliki beberapa divisi untuk bisa diisi oleh lulusan perpajakan, yaitu di bidang konsultasi, pengawasan dan pelayanan.

Peluang Kerja di Berbagai Industri

Setiap industri, baik yang bergerak di bidang makanan, retail, hingga perbukuan diharuskan melakukan pelaporan pajak. Dengan begitu, jika perusahaan tersebut tidak memiliki karyawan yang paham mengenai perpajakan, tentu saja perusahaan terpaksa harus menyewa jasa perpajakan lepas.

Peluang Karir Internasional

Seperti yang sudah kalian ketahui, bahwa semua negara mengenal sistem pajak. jadi, ketika kamu ingin melebarkan karir di luar negeri juga terbuka lebar karena semua negara membutuhkan sosok yang paham sistem perpajakan.

Jenjang Karir yang Pasti

Dengan memiliki peluang karir yang pasti, jenjang karir otomatis juga mudah bertumbuh. Tidak jarang, mereka yang masih tergolong muda bisa memiliki jabatan yang tinggi dengan kemampuan analisisnnya di bidang perpajakan.

Baca Juga: Meningkatkan Keahlian Pajak: Mengapa Anda Harus Mengikuti Training Pajak

Melihat begitu banyaknya keuntungan yang diterima ketika berkarir di bidang perpajakan, tentu banyak sekali dari kalian yang berminat untuk berkarir di bidang ini. Namun, perlu kalian ketahui bahwa untuk bisa berkarir di bidang perpajakan tentu saja dibutuhkan keahlian khusus sehingga kinerja kalian nantinya dapat dipertanggungjawabkan. Keahlian khusus yang dimaksud seperti:

  • Kemampuan dalam melakukan analisis dan memecahkan masalah
  • Kemampuan dalam berpikir sistematis dan rasional
  • Kemampuan dalam Menyusun laporan perpajakan
  • Kemampuan dasar teknologi dan computer
  • Memiliki sikap yang tekun dan teliti.

Untuk menekuni keahlian di atas, mengikuti pelatihan pajak menjadi solusi yang tepat bagi kalian yang ingin berkarir di bidang ini. Banyak sekali manfaat yang kalian terima setelah mengikuti program pelatihan ini. Pelatihan ini aman dan terjamin, karena pelatihan ini tidak boleh diselenggarakan oleh sembarangan instansi, karena instansi penyelenggara harus memiliki izin dari Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI). Kelas pelatihan pajak ini tidak hanya di khususkan bagi kalian yang ingin berkarir di bidang perpajakan. Namun, kelas ini terbuka lebar bagi semua orang yang ingin menegtahui lebih dalam mengenai dunia perpajakan.

Untuk menjadi seorang ahli pajak, Anda harus memiliki pengetahuan mendalam terkait pajak. Dan salah satunya adalah dengan mengikuti pelatihan pajak. Tax Academy adalah tempat yang tepat untuk Anda memulainya. Karena di tempat ini merupakan langkah tangga pertama kesuksesan Anda sebagai seorang Expert di bidang industri perpajakan.

Tax Academy menawarkan metode pembelajaran yang mudah dan memiliki jaringan profesional. Beberapa metode tersebut diantaranya adalah Video Learning, Interactive Learning, dan juga Hybrid Learning. Akademi perpajakan yang satu ini dikelola oleh profesional dari WiN Partners yang mengelola berbagai bidang pajak dengan kantornya di Surakarta, Medan dan juga Batam. Hubungi kami sekarang juga untuk Anda yang ingin mengikuti pelatihan pajak dan menjadi Expert di bidang pajak.

Mengenal Lebih Jauh Perbedaan Pajak Investasi Saham di Indonesia dan Luar Negeri

Mengenal Lebih Jauh Perbedaan Pajak Investasi Saham di Indonesia dan Luar Negeri

Kursus Pajak – Satu dari dua syarat untuk menjadi seorang wajib pajak ialah telah mendapatkan penghasilan. Misalnya ialah seorang investor, yang tidak terlepas dari kewajiban membayar pajak untuk negara. Investor tersebut memperoleh penghasilan dari investasi saham yang dilakukan baik itu di dalam negeri ataupun di luar negeri.

Terhadap investasi saham tersebut investor terutang pajak yang mana dalam hal ini ialah pajak penghasilan. Pajak atas saham ialah perlakuan perpajakan bagi transaksi yang berhubungan dengan penjualan saham dan juga dividen oleh seorang investor. Perlu diketahui jika tidak semua transaksi yang ada di Bursa Efek terutang pajak.

Tapi, yang dikenakan pajak hanya transaksi dengan bentuk penjualan saham dan ketika investor mendapatkan penghasilan berupa dividen. Dengan kata lain, pajak saham tidak akan dikenakan terhadap transaksi pembelian saham. Dari berbagai jenis investasi pasar modal, investasi saham menjadi pilihan yang yang diminati oleh banyak investor.

Tidak perlu diragukan lagi, memang keuntungan melakukan investasi saham sangat nyata dirasakan. Investasi saham bisa memberikan tambahan penghasilan berupa Capital Gain, apabila pemegang saham menjual saham yang mereka miliki di atas harga pembelian. Manfaat lain  yang didapatkan ialah menerima pembagian laba untuk para pemegang saham yang dikenal dengan istilah dividen.

Pada konteks perpajakan penghasilan terhadap penjualan saham dan juga dividen tersebut akan menjadi objek pajak penghasilan yang bersifat final. Semua jenis investasi baik itu yang dilaksanakan di Indonesia ataupun di luar negeri merupakan suatu aset atau harta yang harus dilaporkan oleh wajib pajak didalam SPT Tahunan Pajak Penghasilan.

Perlakuan Pengenaan Pajak untuk Saham di Indonesia

Pajak yang dikenakan terhadap penjualan saham di Indonesia dilaksanakan dengan cara pemotongan yang dilakukan oleh Bursa Efek lewat broker saham. Kemudian, broker akan menyetorkan pajak transaksi terhadap penjualan saham yang terjadi pada negara. Pengenaan pajak tersebut saat pemilik saham melakukan penjualan saham, tidak peduli hasil penjualan investasi saham tersebut dalam keadaan laba ataukah rugi. Di Indonesia sendiri, tarif pajak penjualan saham besarnya ialah 0,1% dari saham yang dijual baik itu dalam keadaan capital gain ataupun capital loss.

Baca Juga: Mengenal Seperti Apa Aspek Pajak Bisnis Hotel

Perlakuan Pengenaan Pajak untuk Saham di Luar Negeri (US)

Saat penjualan saham dalam keadaan capital gain, maka pihak US tidak akan melakukan pemotongan terhadap hasil keuntungan dari investor tapi hanya diakui sebagai Objek Pajak di Indonesia. Mengingat ketentuan perpajakan yang berlaku di Indonesia menganut worldwide income system, sebab setiap tambahan kemampuan ekonomis yang diterima oleh wajib pajak, baik itu yang berasal dari Indonesia ataupun luar negeri diakui sebagai objek pajak.

Berkaitan dengan penghasilan berupa Capital Gain yang didapat dari saham US dihitung dengan cara menggabungkan ke dalam pendapatan lain yang menjadi dasar perhitungan PPh terutang, yang mana nantinya akan dilaporkan didalam SPT tahunan. Sementara itu, besaran tarif pajaknya dilakukan berdasarkan perhitungan PPh Pasal 17 UU Nomor 36 tahun 2008 terkait dengan Pajak Penghasilan.

Berbeda dari ketentuan pajak saham di Indonesia yang tidak melihat hasilnya dari sisi untung ataupun rugi, apabila hasil investasi saham di luar negeri dalam keadaan capital loss, maka tidak akan diakui sebagai objek pajak. Hal ini disebabkan hasil investasi tidak menghasilkan tambahan kemampuan ekonomis untuk investor.

Untuk menjadi seorang ahli pajak, Anda harus memiliki pengetahuan mendalam terkait pajak. Dan salah satunya adalah dengan mengikuti kursus pajak. Tax Academy adalah tempat yang tepat untuk Anda memulainya. Karena di tempat ini merupakan langkah tangga pertama kesuksesan Anda sebagai seorang Expert di bidang industri perpajakan.

Tax Academy menawarkan metode pembelajaran yang mudah dan memiliki jaringan profesional. Beberapa metode tersebut diantaranya adalah Video Learning, Interactive Learning, dan juga Hybrid Learning. Akademi perpajakan yang satu ini dikelola oleh profesional dari WiN Partners yang mengelola berbagai bidang pajak dengan kantornya di Surakarta, Medan dan juga Batam. Hubungi kami sekarang juga untuk Anda yang ingin mengikuti kursus pajak dan menjadi Expert di bidang pajak.