Jurusan Akuntansi: Bisakah Masuk Konsultan Pajak?

Jurusan Akuntansi: Bisakah Masuk Konsultan Pajak?

Pelatihan Pajak – Jurusan Akuntansi adalah bidang studi yang mempelajari terkait cara atau metode pencatatan serta penyusunan laporan keuangan beserta, jurnal, neraca, buku besar,  dan laporan keuangan lainnya. Jurusan Akuntansi dapat membantu perusahaan dalam proses pengambilan terkait masalah keuangan. Seseorang dengan gelar lulusan akuntansi biasanya akan bekerja sebagai seorang akuntan, lalu apakah bisa mereka yang berada di Jakarta bekerja sebagai seorang Konsultan Pajak? Bisa jika mereka sudah mengikuti Pelatihan Pajak.

Karena jika yang kita ketahui bahwa jurusan akuntansi adalah salah satu jurusan yang sangat diminati di era saat ini, selain itu, jurusan akuntansi memiliki prospek kerja serta peluang kerja yang sangat luas dan menjanjikan. Pada jurusan akuntansi, mereka diajarkan untuk mengukur, melaporkan, menganalisis laporan keuangan di sebuah perusahaan. Selain itu mereka juga akan mempelajari terkait, akuntansi keuangan, audit, perpajakan, sistem informasi, dll.

Selain mempelajari terkait laporan keuangan, bidang akuntansi juga mempelajari terkait etika dalam berbisnis, mereka juga mempelajari terkait keterampilan dalam prestasi serta komunikasi, hal ini sangat dibutuhkan, jika mereka seorang lulusan akuntansi ingin menjadi seorang konsultan pajak karena, hal ini dibutuhkan pada saat mereka berkonsultasi dengan klien, manajemen, serta pemangku kepentingan lainnya.

Beberapa yang dipelajari dalam bidang studi akuntansi:

Akuntansi Keuangan

Akuntansi Keuangan mempelajari terkait, pelaporan, pengukuran serta analisis terkait informasi keuangan pada perusahaan, hal ini bertujuan untuk mengetahui keadaan keuangan perusahaan baik-baik saja atau terdapat masalah di dalam pembukuannya.

Pengantar Akuntansi

Mempelajari terkait prinsip dasar akuntansi seperti, liabilitas, ekuitas,aset, pendapatan, biaya, serta laba dan rugi.

Pajak

Dalam bidang studi akuntansi mereka akan mempelajari juga terkait perpajakan mereka akan menggunakan informasi akuntansi untuk pengambilan keputusan manajemen serta untuk strategis bisnis.

Audit

Mereka akan mempelajari terkait teknik serta prosedur dalam melakukan audit, hal ini digunakan untuk memastikan kepatuhan suatu perusahaan terhadap aturan dan peraturan keuangan.

Etika Bisnis

Mempelajari terkait etika dalam berbisnis, hal ini berlaku pada dunia bisnis dan profesi akuntansi.

Akuntansi Manajemen

Selain Perpajakan, dalam bidang studi akuntansi  mereka juga akan mempelajari terkait pengambilan keputusan manajemen serta strategi dalam berbisnis.

Baca Juga: Ini Hal-Hal yang Perlu Dilakukan Sebelum Memulai Training Pajak

Hukum Bisnis

Mereka sekarang dengan lulusan bergelar seorang akuntan, pastinya mereka juga sangat paham terkait hukum dan peraturan dalam melakukan bisnis, karena semasa mereka mengampu pendidikan bidang studi akuntansi mereka juga mempelajari tentang hukum dalam bisnis.

Teknologi dan Informasi

Mereka akan mempelajari terkait peran teknologi dan informasi, di era modern ini dalam menggunakan perangkat lunak akuntansi. Karena seperti yang sudah kita ketahui di zaman sekaran ini semua serba digital.

Jika kita lihat, dari dasar yang dipelajari pada bidang studi akuntansi, mereka mempelajari terkait perpajakan, jadi apakah mungkin jika mereka dapat bekerja sebagai seorang konsultan pajak?. Menurut PMK No. 111/PMK.03/2014 pasal 12 A mengatakan bahwa, jika anda ingin menjadi seorang konsultan pajak maka anda harus memiliki ujian Sertifikasi Konsultan Pajak tingkat A, mereka yang ingin menjadi seorang konsultan pajak, paling rendah harus memiliki ijazah lulusan Diploma 3 program studi akuntansi maupun perpajakan, Ijazah strata 1 atau S1 dari sebuah perguruan tinggi yang memiliki akreditasi atau sekolah tinggi kedinasan.

Jadi jika disimpulkan apa bisa mereka yang bergelar akuntan menjadi seorang konsultan pajak? tentunya bisa, mereka dapat menjadi seorang konsultan pajak dengan syarat mereka sudah mengikuti Pelatihan Pajak.

Untuk menjadi seorang ahli pajak, Anda harus memiliki pengetahuan mendalam terkait pajak. Dan salah satunya adalah dengan mengikuti Pelatihan Pajak. Tax Academy adalah tempat yang tepat untuk Anda memulainya. Karena di tempat ini merupakan langkah tangga pertama kesuksesan Anda sebagai seorang Expert di bidang industri perpajakan.

Tax Academy menawarkan metode pembelajaran yang mudah dan memiliki jaringan profesional. Beberapa metode tersebut diantaranya adalah Video Learning, Interactive Learning, dan juga Hybrid Learning. Akademi perpajakan yang satu ini dikelola oleh profesional dari WiN Partners yang mengelola berbagai bidang pajak dengan kantornya di Surakarta, Medan dan juga Batam. Hubungi kami sekarang juga untuk Anda yang ingin mengikuti Pelatihan Pajak dan menjadi Expert di bidang pajak.

Mengenal Tax Haven Country Secara Lebih Mendalam

Mengenal Tax Haven Country Secara Lebih Mendalam

Training Pajak – Pajak menjadi salah satu skema untuk suatu negara supaya bisa memperoleh pendapatan, yang mana nantinya dana yang terkumpul tersebut akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur dan juga pembangunan dalam berbagai bidang untuk kesejaahteraan masyarakat. Walaupun begitu, masih banyak wajib pajak yang melakukan penghindaran untuk memenuhi kewajiban perpajakannya.

Apalagi melalui kebijakan pemerintah dalam sektor pajak yakni tax haven. Berdasarkan Organization of Economic Co-operation and Development (OECD) di tahun 2016, tax haven didefinisikan sebagai suatu negara/wilayah yang mengenakan pajak secara rendah atau tidak sama sekali mengenakan pajak, atau dalam artian bebas pajak serta menyediakan tempat yang aman untuk melakukan simpanan untuk menarik modal masuk.

Dapat disimpulkan, melalui adanya tax haven dapat memberi kesempatan untuk para pemodal atau investor asing untuk berinvestasi di suatu negara yang menerapkan tax haven tersebut dan juga memberi suatu pertimbangan untuk investor dalam menanamkan modalnya.

Definisi Tax Haven Country

Tax haven country ialah sebuah kebijakan dari suatu negara yang dengan sengaja memberikan fasilitas dan juga kemudahan dalam bidang perpajakan, yakni penetapan tarif yang lebih rendah atau bahkan tidak mengenakan pajak sama sekali dengan tujuan supaya pendapatan penduduk dari negara lain bisa dialihkan ke negara suaka pajak tersebut. Pada umumnya suatu negara mendefinisikan tax haven country secara berbeda-beda. Jadi kembali lagi, sesuai negara yang menerapkan kebijakan tersebut.

Sejak Kapan Tax Haven Ada?

Kehadiran dari tax havens menjadi suatu konsekuensi meningkatnya tarif pajak. Istilah kebijakan tersebut pertama kali muncul pada 17 mei 1894 di majalah The Times, ketika banyaknya wajib pajak di Inggris yang memindahkan kekayaannya untuk melakukan penghindaran pajak. Pasca Perang Dunia I, kebutuhan biaya karena kehancuran ekonomi pasca perang tersebut mendorong negara-negra untuk menaikan tarif pajak tujuannya supaya pendapatan negara meningkat.

Kemudian pada akhirnya tarif pajak meningkat hingga 72%. Sejak saat itu, tax havens lahir serta mulai diterapkan di 3 kota di Swiss yakni di Geneva, Basel dan Zuric. Ketika itu 3 kota tersebut menjadi pusat penghindaran pajak yang aman.

Baca Juga: Apa Sebenarnya yang Dimaksud Pembetulan Ketetapan Pajak

Karakteristik Tax Haven Country

Berdasarkan The United States Government Accountability Office menyebutkan terdapat 5 karakteristik dari Tax Haven Country, yakni sebagai berikut:

  1. Tidak ada pajak atau pajak hanya dijadikan sebagai nominal saja (bebas pajak)
  2. Tidak adanya transparansi didalam penerapan aturan UU beserta pelaksanaanya (lack of transparency)
  3. Tidak adanya pertukaran informasi perpajakan dengan negara lain (lack of effective exchange of information)
  4. Tidak adanya kewajiban bagi badan usaha asing untuk ada secara fisik di negara tersebut
  5. Negara yang menerapkan tax haven mempromosikan Negara/wilayahnya sebagai offshore financial center.

Sedangkan jika mengacu pada Keputusan Menteri Keuangan nomor 650/KMK04/1994 menetapkan 3 kategori didalam pengklasifikasian negara tax havens, sebagai berikut:

  1. Negara-negara yang berpegang teguh dalam menerapkan International Taxes Aggreement
  2. Negara yang dikategorikan abu-abu, yang mana negara dalam kategori tersebut telah berpedoman dalam mengikuti perjanjian perpajakan internasional namun belum mengimplikasikannnya
  3. Negara yang masuk didalam blacklist tax havens, dimana negara dalam kategori tersebut tidak berkomitmen dan juga tidak menerapkan perjanjian perpajakan internaisonal.

Untuk menjadi seorang ahli pajak, Anda harus memiliki pengetahuan mendalam terkait pajak. Dan salah satunya adalah dengan mengikuti training pajak. Tax Academy adalah tempat yang tepat untuk Anda memulainya. Karena di tempat ini merupakan langkah tangga pertama kesuksesan Anda sebagai seorang Expert di bidang industri perpajakan.

Tax Academy menawarkan metode pembelajaran yang mudah dan memiliki jaringan profesional. Beberapa metode tersebut diantaranya adalah Video Learning, Interactive Learning, dan juga Hybrid Learning. Akademi perpajakan yang satu ini dikelola oleh profesional dari WiN Partners yang mengelola berbagai bidang pajak dengan kantornya di Surakarta, Medan dan juga Batam. Hubungi kami sekarang juga untuk Anda yang ingin mengikuti training pajak dan menjadi Expert di bidang pajak.

Ini Hal-Hal yang Perlu Dilakukan Sebelum Memulai Training Pajak

Ini Hal-Hal yang Perlu Dilakukan Sebelum Memulai Training Pajak

Training Pajak – Untuk menjadi seseorang yang ahli dalam pengelolaan pajak, anda harus memiliki pengetahuan tentang pajak dan apa saja yang terkait dengan salah satu cara untuk mendapatkan materi materi tersebut adalah dengan mengikuti pelatihan pajak. Perlu anda ketahui bahwa pelatihan pajak atau training pajak merupakan bentuk pembelajaran yang dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam tentang  sistem perpajakan.

Tujuan dari training ini untuk meningkatkan pengetahuan anda tentang perpajakan, mempersiapkan anda dalam menghadapi segala situasi yang mungkin terjadi ketika anda mengelola pajak, baik secara individu maupu perusahaan. Taining ini mencangkup berbagai materi seperti strategi perencanaan pajak, pengisian formulir,  dan pemahaman terkait dengan kebijakan dan perubahan hukum dalam dunia perpajakan.

Sebelum memulai training pajak, langkah langkah persiapan yang tepet juga perlu disiapkan agar dapat memberikan dasar yang pasti dan memaksimalkan hasil yang didapat dalam training. Langkah yang pertama yang harus diperhatikan adalah mengidentifikasi tujuan utama anda dalam mengikuti training pajak, apakah untuk memiliki pemahaman yang mendalam tentang perpajakan, mengetahui kondisi hukum pajak terkini, atau memaksimalkan pengetahuan anda untuk mendapatkan hasil yang maksimal ketika melaksanakan pekerjaan yang berkaitan dengan pajak.

Selanjutnya yang perlu dilakukan adalah memiliki pemahaman yang mendalam tentang konsep pajak yang mungkin ditemui ketika training. Ini bisa mencangkup pemahaman tentang istilah istilah penting seperti potongan pajak, kredit pajak dan dasar pajak. Istilah tersebut dapat anda temukan dari berbagai sumber. Saat ini banyak buku, artikel maupun bahan bacaan online yang bisa menjadi referensi pembelajaran dalam hal perpajakan.

Langkah ini dilakukan agar ketika anda melaksanakan training, anda lebih dulu mengetahui konsep awal dalam perpajakan sehingga membuat anda lebih siap untuk menangkap informasi yang diajarkan selama masa training dan juga anda akan lebih aktif terlibat dalam diskusi atau aktivitas lainnya. Selain itu anda juga akan lebih percaya diri dan nyaman dalam menghadapi materi yang lebih kompleks selama training berlangsung.

Baca Juga: Kursus Pajak, Definisi, Tujuan dan Tips Bagaimana Memilihnya

Langkah terakhir adalah menyiapkan pertanyaan dan menentukan area spesifik yang akan anda fokuskan selama masa pembelajaran. Pertanyaan tersebut dapat mencangkup tentang konsep pajak tertentu, jenis jenis pajak , pemahaman tentang regulasi dan huku terbaru maupun pertanyaan pertanyaan lainya.

Dengan menetapkan langkah ini, anda dapat mengoptimalkan waktu training untuk memperoleh pemahaman yang lebih spesifik dan relevan sesuai dengan kebutuhan anda. Langkah ini juga dapat memastikan bahwa training yang anda jalani tidak hanya informatif, tetapi juga sesuai dengan tujuan yang anda inginkan.

Dengan langkah langkah ini, anda dapat mengambil manfaat secara sempurna dari training pajak dan anda dapat mengintegrasikan pengetahuan yang anda peroleh sebelum training kedalam situasi pajak anda, baik pribadi maupun kelompok.

Untuk menjadi seorang ahli pajak, Anda harus memiliki pengetahuan mendalam terkait pajak. Dan salah satunya adalah dengan mengikuti training pajak. Tax Academy adalah tempat yang tepat untuk Anda memulainya. Karena di tempat ini merupakan langkah tangga pertama kesuksesan Anda sebagai seorang Expert di bidang industri perpajakan.

Tax Academy menawarkan metode pembelajaran yang mudah dan memiliki jaringan profesional. Beberapa metode tersebut diantaranya adalah Video Learning, Interactive Learning, dan juga Hybrid Learning. Akademi perpajakan yang satu ini dikelola oleh profesional dari WiN Partners yang mengelola berbagai bidang pajak dengan kantornya di Surakarta, Medan dan juga Batam. Hubungi kami sekarang juga untuk Anda yang ingin mengikuti training pajak dan menjadi Expert di bidang pajak.

Apa Sebenarnya yang Dimaksud Pembetulan Ketetapan Pajak

Apa Sebenarnya yang Dimaksud Pembetulan Ketetapan Pajak

Kursus Pajak – Telah menjadi kewajiban setiap wajib pajak didalam membayar pajak dengan kelengkapan berkas-berkas maupun dengan dokumen serta surat-surat yang menjadi persyaratan untuk memenuhi kewajiban perpajakan. Kaitannya dengan hal ini, segala bentuk data akan dilakukan pemeriksaan secara teliti oleh pihak yang berwenang supaya bisa terhindar dari kesalahan maupun kekeliruan, baik dalam penulisan, perhitungan, ataupun dalam kesalahan lainnya.

Jika ditemukan kesalahan atau kekeliruan sesudah dilakukan pemeriksaan atas data, berkas, dokumen sampai dengan surat, maka perlu dilakukan pembetulan selama kesalahan tersebut tidak mengarah pada kesalahan/persengketaan pada fiskus.

Dalam kondisi ini, wajib pajak tidak perlu merasa khawatir. Pembetulan tersebut bisa dilakukan dengan cara wajib pajak melakukan pengajuan permohonan pada Direktorat Jenderal Pajak untuk membetulkan kesalahan maupun kekeliruan yang terjadi.

Definisi Pembetulan Ketetapan Pajak

Pembetulan ketetapan pajak merupakan suatu tindakan yang dilakukan jika terjadi kesalahan didalam surat yang diterbitkan oleh DJP setelah petugas pajak yang berwenang melakukan pemeriksaan. Kesalahan yang terjadi didalam surat tersebut bisa dilakukan pembetulan dengan cara mengajukan permohonan ke Direktur Jenderal Pajak (DJP) untuk melakukan membetulkan.

Tentunya didalam pengajuan pembetulan, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan. Dikutip dari Kemenkeu (Kementerian Keuangan), pengajuan Surat Permohonan Pembetulan tersebut telah tertuang didalam pasal 16 UU KUP.

Sebagaimana yang disebutkan pada peraturan tersebut, dimana pembetulan ketetapan pajak akan dilakukan oleh DJP dengan tujuan menjalankan tugas pemerintahan yang baik, sehingga apabila ditemukan kesalahan maupun kekeliruan yang sifatnya manusiawi (human error), maka perlu dilakukan pembetulan sesuai aturan yang berlaku.

Pembetulan bisa dilaksanakan selama kesalahan/kekeliruan yang ditemukan tidak mengandung persengketaan maupun konflik antara fiskus dengan Wajib Pajak. Jika yang ditemukan merupakan kesalahan maupun kekeliruan yang dilakukan oleh fiskus atau berdasarkan pengajuan permohonan Wajib Pajak, maka harus dilakukan pembetulan terhadap kesalahan/kekeliruan tersebut.

Baca Juga: Pahami Ketentuan Dividen Bebas Pajak Seperti Apa

Jenis Kesalahan Atau Kekeliruan yang Bisa Dibetulkan dalam Ketetapan Pajak

Berikut beberapa jenis kesalahan/kekeliruan yang bisa diajukan permohonan pembetulan oleh wajib pajak pada DJP:

1. Kesalahan Penulisan

Kesalahan yang terjadi didalam penulisan yang bisa dibetulkan adalah kesalahan penulisan pada nama, alamat, nomor SKP (surat ketetapan pajak), jenis pajak, NPWP,  Masa dan/atau Tahun Pajak sampai dengan tanggal jatuh tempo.

2. Kesalahan Perhitungan

Kesalahan perhitungan yang bisa dibetulkan ialah kesalahan yang terjadi pada:

  • Penjumlahan, pengurangan, perkalian, sampai dengan pembagian dalam suatu bilangan
  • Kesalahan hitung yang terjadi karena adanya penerbitan SKP, STP, SK yang berhubungan dengan bidang perpajakan, Putusan Banding ataupun Putusan Peninjauan Kembali

3. Kekeliruan Lainnya

Kaitannya dengan hal ini, biasanya terjadi pada penerapan tarif, sanksi administrasi, penentuan PTKP, persentase Norma Penghitungan Penghasilan Neto, penghitungan PPh dalam tahun berjalan sampai dengan pengkreditan pajak.

Jika kekeliruan terjadi pada pengkreditan Pajak Masukan PPN, maka pembetulan tersebut hanya dapat dilakukan apabila :

  • Jika ada perbedaan di besaran Pajak Masukan yang menjadi kredit pajak
  • Pajak Masukan yang dimaksudkan tidak mengandung persengketaan maupun permasalahan yang berujung pada konflik antara fiskus dengan Wajib Pajak.

Setiap pengajuan permohonan yang dilakukan hanya berlaku untuk satu SKP (surat ketetapan pajak) dan/atau SK (surat keputusan). Jadi, jika ingin melakukan beberapa pembetulan, maka permohonan juga diajukan sesuai jumlah pembetulan yang akan diajukan

Untuk menjadi seorang ahli pajak, Anda harus memiliki pengetahuan mendalam terkait pajak. Dan salah satunya adalah dengan mengikuti kursus pajak. Tax Academy adalah tempat yang tepat untuk Anda memulainya. Karena di tempat ini merupakan langkah tangga pertama kesuksesan Anda sebagai seorang Expert di bidang industri perpajakan.

Tax Academy menawarkan metode pembelajaran yang mudah dan memiliki jaringan profesional. Beberapa metode tersebut diantaranya adalah Video Learning, Interactive Learning, dan juga Hybrid Learning. Akademi perpajakan yang satu ini dikelola oleh profesional dari WiN Partners yang mengelola berbagai bidang pajak dengan kantornya di Surakarta, Medan dan juga Batam. Hubungi kami sekarang juga untuk Anda yang ingin mengikuti kursus pajak dan menjadi Expert di bidang pajak.

Kursus Pajak, Definisi, Tujuan dan Tips Bagaimana Memilihnya

Kursus Pajak, Definisi, Tujuan dan Tips Bagaimana Memilihnya

Kursus Pajak – Dalam menghadapi segala jenis masalah perpajakan maka diperlukan pembelajaran yang mendalam tentang bagaimana cara mengelola pajak dengan benar. Pembelajaran tersebut dapat diperoleh dan dilakukan melalui Kursus atau sekolah pajak. Kursus Pajak merupakan program pelatihan yang dirancang untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan yang terkait dengan sistem, peraturan, dan strategi dalam pengelolaan pajak. Peserta kursus akan belajar tentang cara mengelola keuangan secara efisien, memahami perubahan regulasi perpajakan, dan menerapkan strategi dalam menjalankan roda perpajakan.

Tujuan utama dari kursus ini adalah memberikan pemahaman mendalam tentang sistem pajak,  strategi pengelolaan pajak dan keterampilan praktis dalam pengisian formulir pajak. Dengan demikian peserta dapat mengoptimalkan cara pengelolaan pajak baik secara individu maupun perusahaan. Di luaran sana banyak tempat kursus pajak yang memiliki program program pengelolaan pajak yang unggul dan berkualitas. Hal ini kadang membuat peserta bingung tentang bagaimana cara memilih tempat kursus yang memiliki reputasi dan kredibilitas tinggi.  Berikut ini adalah beberapa tips memilih tempat kursus :

Reputasi penyelenggara

Pilih penyelenggara dengan reputasi yang baik untuk mendapatkan materi yang berkualitas dan aktual. Reputasi penyelenggara bisa dicari dengan membaca ulasan dari peserta yang mengikuti kursus sebelumnya.

Kurikulum yang memadai

Pastikan kursus yang dipilih memiliki materi yang mencangkup tentang aspek utama dalam bidang perpajakan, termasuk peraturan terkini dan prosedur tentang pengisian pajak.

Fleksibilitas waktu

Pertimbangkan kursus yang memiliki fleksibilitas waktu terutama bagi peserta yang memiliki jadwal padat.

Sertifikasi atau akreditasi

Pastikan kursus yang dipilih memiliki sertifikasi atau akreditasi yang diakui dalam industri perpajakan. Hal ini bisa meningkatkan kredibilitas peserta ketika mencari pekerjaan maupun berhadapan dengan klien.

Harga yang masuk akal

Ketika memilih tempat kursus bandingkan biaya kursus dengan manfaat yang didapatkan. Pilih tempat kursus yang memberikan nilai yang sebanding dengan investasi yang dikeluarkan.

Baca Juga: Strategi Efektif dalam Meraih Brevet Pajak yang Diharapkan

Kredibilitas pengajar

Kredibilitas pengajar dalam mengajar juga menjadi faktor penting dalam pemilihan tempat kursus. Pengajar yang berkredibel dan memiliki pengalaman lebih banyak dalam bidang perpajakan dapat meningkatkan kualitas pembelajarannya.

Ketersediaan sumber daya

Pilih tempat kursus yang memiliki sumber daya tambahan seperti forum diskusi, konsultasi dengan pengajar, atau bahan bacaan yang mendukung proses belajar mengajar.

Selain ke tujuh hal tersebut, komunikasi diantara penyelenggara dengan peserta kursus juga  teramat penting. Jangan ragu untuk menghubungi penyelenggara dan bertanya tentang segala hal yang dibutuhkan dalam kursus tersebut. Komunikasi dengan penyelenggaran dapat membantu peserta mendapatkan gambaran yang lebih baik tentang tempat kursus yang dipilih. Dengan faktor-faktor tersebut, peserta dapat membuat keputusan yang lebih selektif dalam memilih kursus pajak yang diinginkan. Pemilihan tempat kursus yang tepat ini juga bisa menjadi kunci sukses dalam bidang perpajakan.

Untuk menjadi seorang ahli pajak, Anda harus memiliki pengetahuan mendalam terkait pajak. Dan salah satunya adalah dengan mengikuti kursus pajak. Tax Academy adalah tempat yang tepat untuk Anda memulainya. Karena di tempat ini merupakan langkah tangga pertama kesuksesan Anda sebagai seorang Expert di bidang industri perpajakan.

Tax Academy menawarkan metode pembelajaran yang mudah dan memiliki jaringan profesional. Beberapa metode tersebut diantaranya adalah Video Learning, Interactive Learning, dan juga Hybrid Learning. Akademi perpajakan yang satu ini dikelola oleh profesional dari WiN Partners yang mengelola berbagai bidang pajak dengan kantornya di Surakarta, Medan dan juga Batam. Hubungi kami sekarang juga untuk Anda yang ingin mengikuti kursus pajak dan menjadi Expert di bidang pajak.

Pahami Ketentuan Dividen Bebas Pajak Seperti Apa

Pahami Ketentuan Dividen Bebas Pajak Seperti Apa

Brevet Pajak – Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), dividen merupakan bagian laba atau pendapatan perusahaan yang besarnya ditetapkan oleh direksi dan juga disahkan oleh rapat pemegang saham untuk dibagikan pada para pemegang saham. Sedangkan, mengutip dari laman resmi Otoritas Jasa Keuangan/OJK (sikapiuangmu.ojk.go.id), dividen menjadi bagian keuntungan perusahaan yang dibagikan pada pemegang saham. Untuk jumlah dividen yang akan dibagikan diusulkan oleh dewan direksi perusahaan serta disetujui di dalam rapat umum pemegang saham (RUPS).

Jenis-Jenis Dividen

Ada beberapa jenis dividen, diantaranya ialah sebagai berikut:

1. Dividen saham

Diberikan saat jumlah saham pemilik saham meningkat atau bertambah. Sedangkn untuk cara pembayarannya ialah dengan menambah jumlah sahamnya.

2. Dividen likuidasi

Yakni pengembalian modal dari suatu perusahaan untuk para pemilik saham. Jika perusahaan mengalami kebangkrutan, maka perusahaan pun memiliki hak untuk mengembalikan saham modal pada pemilik saham. Tujuannya ialah supaya perusahaan tidak mempunyai utang atau masalah di kemudian hari.

3. Dividen tunai

Yakni pembagian dividen yang dilakukan secara tunai. Suatu perusahaan bisa jadi akan membayarkan dividen tunai sebanyak 2 hingga 4 kali dalam 1 tahun.

4. Dividen properti

Yakni dividen yang dibayarkan dengan menggunakan aktiva atau aset, selain kas perusahaan. Bisa dalam bentuk rumah atau properti lain yang mempunyai nilai setara dengan dividen hasil persetujuan rapat pemegang saham. Pembayaran tersebut dilaksanakan sebab  perusahaan mengalami penurunan kas guna membayar dividen secara tunai. Tapi, dividen properti jarang dilakukan perusahaan tergolong cukup rumit dan juga kurang disukai oleh para pemilik saham;

5. Dividen janji utang (skrip)

Yakni metode pembayaran dividen skrip atau janji utang yang dilakukan dengan cara membuat janji utang perusahaan untuk para pemegang saham pada jangka waktu tertentu. Ada juga bunga, sehingga perusahaan wajib untuk membayar bunga dan juga utangnya untuk para pemilik saham.

Baca Juga: Ketahui Aturan Baru Natura Pajak: Fasilitas Kantor yang Terkena Pajak

Pengenaan Pajak untuk Penerima Dividen

Mengacu pada Undang-Undang No. 7 Tahun 2021 terkait dengan Harmonisasi Peraturan Perpajakan, dividen menjadi bagian dari penghasilan yang menjadi objek Pajak Penghasilan (PPh) yang terkena tarif final 10 % dari jumlah bruto.

Disamping itu, ada juga yang dikenakan PPh Pasal 26 dengan tarif 20 % dari dari jumlah bruto dividen, untuk penerima penghasilan dividen yang merupakan orang pribadi yang tinggal di luar negeri. Tarif sebesar 20 % tersebut juga berlaku untuk perusahaan luar negeri yang mengoperasikan usahanya di Indonesia.

Apakah Dividen Bebas Pajak?

Berdasarkan Undang-Undang No. 11 Tahun 2020 terkait dengan Cipta Kerja, pemerintah telah memberikan fasilitas pembebasan pajak dividen melalui sejumlah syarat. Tujuan dilaksanakannya pembebasan pajak dividen tersebut ialah untuk mendorong investasi di pasar keuangan ataupun sektor rill.

Persyaratan untuk pembebasan pajak telah diatur didalam Peraturan Pemerintah No. 9 Tahun 2021 tentang Perlakuan Perpajakan, untuk Mendukung Kemudahan Berusaha dan PMK No. 18/PMK.03/2021 terkait dengan Pelaksanaan UU No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja di Bidang Pajak Penghasilan, Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan dan juga Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah.

Untuk menjadi seorang ahli pajak, Anda harus memiliki pengetahuan mendalam terkait pajak. Dan salah satunya adalah dengan mengikuti brevet pajak. Tax Academy adalah tempat yang tepat untuk Anda memulainya. Karena di tempat ini merupakan langkah tangga pertama kesuksesan Anda sebagai seorang Expert di bidang industri perpajakan.

Tax Academy menawarkan metode pembelajaran yang mudah dan memiliki jaringan profesional. Beberapa metode tersebut diantaranya adalah Video Learning, Interactive Learning, dan juga Hybrid Learning. Akademi perpajakan yang satu ini dikelola oleh profesional dari WiN Partners yang mengelola berbagai bidang pajak dengan kantornya di Surakarta, Medan dan juga Batam. Hubungi kami sekarang juga untuk Anda yang ingin mengikuti brevet pajak dan menjadi Expert di bidang pajak.

Strategi Efektif dalam Meraih Brevet Pajak yang Diharapkan

Strategi Efektif dalam Meraih Brevet Pajak yang Diharapkan

Dalam meraih Brevet Pajak yang diharapkan, perusahaan perlu menerapkan strategi yang efektif dan terkini untuk memastikan kepatuhan pajak dan mengoptimalkan manfaat pajak yang dapat diperoleh. Pertama-tama, perusahaan harus memiliki pemahaman yang mendalam terhadap peraturan perpajakan yang berlaku, sehingga dapat mengidentifikasi peluang dan risiko yang mungkin timbul.

Selanjutnya, implementasi kebijakan perpajakan yang sesuai dengan regulasi dapat membantu mengurangi risiko sengketa pajak dan meningkatkan kinerja keuangan perusahaan. Adapun, proaktif dalam memanfaatkan insentif pajak yang tersedia dan mengoptimalkan struktur perusahaan secara pajak juga menjadi kunci strategis.

Kerjasama erat dengan profesional perpajakan terkemuka dapat memberikan panduan yang berharga dalam menghadapi dinamika perubahan perpajakan dan memberikan keunggulan kompetitif. Dengan menerapkan strategi ini, perusahaan dapat memastikan kesuksesan dalam meraih Brevet Pajak yang diharapkan, sambil menjaga keberlanjutan dan kepatuhan perpajakan dalam lingkungan bisnis yang terus berkembang.

Selain itu, perusahaan juga perlu fokus pada pelibatan tim yang terampil dan terlatih dalam bidang perpajakan. Pemahaman yang mendalam tentang perubahan regulasi pajak, interpretasi undang-undang terkini, dan kemampuan untuk mengaplikasikannya dalam konteks bisnis spesifik perusahaan menjadi krusial. Dengan mengintegrasikan teknologi dan sistem informasi perpajakan yang canggih, perusahaan dapat mempercepat proses pelaporan, mengurangi risiko kesalahan, dan meningkatkan efisiensi administrasi pajak.

Selanjutnya, berinvestasi dalam pelatihan dan pendidikan perpajakan bagi staf internal akan memberikan dampak positif dalam jangka panjang. Tim yang terampil tidak hanya mampu mengelola kewajiban perpajakan dengan baik tetapi juga dapat mengidentifikasi peluang untuk penghematan pajak yang mungkin terlewatkan. Penting untuk memahami secara pasti bahwa pelatihan perpajakan seperti ini akan sangat bermanfaat. Bahkan manfaatnya bukan hanya untuk diri Anda sendiri, tetapi juga sangat memungkinkan bermanfaat bagi orang lain.

Perusahaan harus senantiasa memonitor perubahan kebijakan perpajakan dan tren industri. Ketersediaan informasi terbaru akan memberikan keunggulan dalam merespon perubahan lingkungan perpajakan dan menyesuaikan strategi perusahaan sesuai kebutuhan. Dengan menggabungkan semua elemen ini, perusahaan dapat meraih Brevet Pajak yang diharapkan secara efektif, memperkuat posisi keuangan, dan menciptakan keberlanjutan dalam penerapan kebijakan perpajakan yang optimal.

Penting untuk menciptakan budaya kepatuhan perpajakan yang kuat di seluruh organisasi. Dengan membangun kesadaran akan tanggung jawab perpajakan dan integritas dalam setiap tingkatan perusahaan, risiko pelanggaran pajak dapat dikurangi.

Audit internal secara berkala dapat menjadi alat efektif untuk memastikan kepatuhan pajak, mengidentifikasi potensi perbaikan, dan memastikan bahwa seluruh proses perpajakan berjalan sesuai dengan standar yang ditetapkan. Selanjutnya, menjalin kemitraan strategis dengan konsultan perpajakan atau firma hukum yang ahli dalam bidang perpajakan dapat memberikan manfaat signifikan.

Baca Juga: Menyempurnakan Keterampilan dan Meniti Jalan Kesuksesan Karir Melalui Pelatihan Pajak Profesional

Mereka dapat memberikan wawasan mendalam, melakukan peninjauan independen, dan memberikan saran yang bersifat spesifik sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Dengan adanya kemitraan ini, perusahaan dapat mengantisipasi perubahan perpajakan dan memastikan bahwa strategi perpajakan terus disesuaikan dengan dinamika pasar.

Terakhir, melibatkan manajemen puncak perusahaan dalam pengambilan keputusan perpajakan menjadi kunci keberhasilan. Dengan dukungan dan keterlibatan langsung dari para pemimpin perusahaan, implementasi strategi perpajakan dapat dilakukan secara efektif. Kejelasan visi dan komitmen untuk menjaga kepatuhan pajak akan memberikan arah yang jelas bagi seluruh organisasi.

Dengan menyatukan semua elemen ini, perusahaan dapat menjalankan strategi efektif untuk meraih Brevet Pajak yang diharapkan. Kesinambungan upaya, adaptabilitas terhadap perubahan, dan komitmen terhadap kepatuhan perpajakan akan membantu perusahaan mencapai keberhasilan jangka panjang dalam pengelolaan pajaknya.

Untuk menjadi seorang ahli pajak, Anda harus memiliki pengetahuan mendalam terkait pajak. Dan salah satunya adalah dengan mengikuti Brevet Pajak. Tax Academy adalah tempat yang tepat untuk Anda memulainya. Karena di tempat ini merupakan langkah tangga pertama kesuksesan Anda sebagai seorang Expert di bidang industri perpajakan.

Tax Academy menawarkan metode pembelajaran yang mudah dan memiliki jaringan profesional. Beberapa metode tersebut diantaranya adalah Video Learning, Interactive Learning, dan juga Hybrid Learning. Akademi perpajakan yang satu ini dikelola oleh profesional dari WiN Partners yang mengelola berbagai bidang pajak dengan kantornya di Surakarta, Medan dan juga Batam. Hubungi kami sekarang juga untuk Anda yang ingin mengikuti Brevet Pajak dan menjadi Expert di bidang pajak.

Menyempurnakan Keterampilan dan Meniti Jalan Kesuksesan Karir Melalui Pelatihan Pajak Profesional

Menyempurnakan Keterampilan dan Meniti Jalan Kesuksesan Karir Melalui Pelatihan Pajak Profesional

Pelatihan pajak profesional membuka pintu menuju pengembangan keterampilan yang diperlukan dan memandu langkah-langkah sukses dalam karir perpajakan. Dengan fokus pada pemahaman mendalam tentang regulasi terkini dan strategi perpajakan yang efektif, peserta pelatihan tidak hanya meningkatkan keahlian teknis mereka, tetapi juga memperluas wawasan mereka terhadap dinamika kompleks dunia perpajakan.

Dalam perjalanan ini, mereka tidak hanya menyempurnakan keterampilan praktis, tetapi juga membangun fondasi yang kokoh untuk meniti jalan kesuksesan dalam berbagai peran di bidang perpajakan. Kelas perpajakan profesional menjadi langkah strategis untuk mencapai puncak karir dan menjadi ahli yang dicari dalam menghadapi tantangan yang terus berkembang di dunia perpajakan.

Dengan menyertakan metode pengajaran interaktif dan studi kasus aktual, pelatihan ini memberikan pengalaman belajar yang mendalam dan terkini. Peserta tidak hanya didorong untuk menguasai konsep-konsep perpajakan, tetapi juga diberdayakan untuk menerapkan pengetahuan tersebut secara praktis dalam situasi dunia nyata. Kesempatan untuk berinteraksi dengan para ahli perpajakan dan berkolaborasi dengan sesama peserta pelatihan tidak hanya memperkaya pengetahuan, tetapi juga membentuk jaringan profesional yang berharga.

Pelatihan ini tidak hanya tentang memahami undang-undang perpajakan, tetapi juga mengasah keterampilan analitis, negosiasi, dan komunikasi yang krusial dalam menangani klien atau kebijakan perusahaan. Dengan fokus pada penerapan praktis, peserta pelatihan diarahkan untuk menjadi pemecah masalah yang handal dan pemimpin yang mampu menghadapi kompleksitas perpajakan dengan percaya diri.

Dengan mengikuti pelatihan ini, peserta bukan hanya menyempurnakan keterampilan teknis mereka, tetapi juga membuka pintu menuju peluang-peluang karir yang lebih tinggi. Kursus perpajakan profesional adalah investasi yang berharga untuk mereka yang berambisi meningkatkan kontribusi mereka dalam dunia perpajakan yang dinamis, serta membangun fondasi yang kokoh untuk masa depan yang sukses dan berpengaruh.

Dalam era transformasi digital, pelatihan pajak profesional juga mencakup penerapan teknologi terkini dalam praktik perpajakan. Peserta diberi kesempatan untuk memahami bagaimana inovasi seperti kecerdasan buatan dan analisis data dapat dioptimalkan untuk meningkatkan efisiensi dalam proses perpajakan. Ini tidak hanya mempersiapkan mereka untuk tuntutan masa kini, tetapi juga memastikan bahwa peserta pelatihan menjadi pemain yang relevan dan adaptif di masa depan.

Baca Juga: Langkah-Langkah Sukses dan Insight Mendalam Melalui Pelatihan Pajak

Selain itu, pelatihan ini juga menyoroti aspek etika dalam praktik perpajakan. Dengan menekankan integritas dan kepatuhan terhadap standar etika profesi, peserta diajak untuk membangun reputasi yang solid dalam industri. Kesadaran akan tanggung jawab sosial dan lingkungan juga ditanamkan, menciptakan profesional perpajakan yang tidak hanya mahir secara teknis tetapi juga bertanggung jawab secara moral.

Dengan kombinasi elemen-elemen ini, kelas pajak profesional bukan hanya tentang meningkatkan kompetensi individu, tetapi juga menciptakan generasi ahli perpajakan yang komprehensif, inovatif, dan bertanggung jawab. Dengan melewati pintu pelatihan ini, peserta siap untuk meraih kesuksesan karir yang berkelanjutan dan memberikan dampak positif dalam dunia perpajakan yang terus berkembang.

Untuk menjadi seorang ahli pajak, Anda harus memiliki pengetahuan mendalam terkait pajak. Dan salah satunya adalah dengan mengikuti pelatihan pajak. Tax Academy adalah tempat yang tepat untuk Anda memulainya. Karena di tempat ini merupakan langkah tangga pertama kesuksesan Anda sebagai seorang Expert di bidang industri perpajakan.

Tax Academy menawarkan metode pembelajaran yang mudah dan memiliki jaringan profesional. Beberapa metode tersebut diantaranya adalah Video Learning, Interactive Learning, dan juga Hybrid Learning. Akademi perpajakan yang satu ini dikelola oleh profesional dari WiN Partners yang mengelola berbagai bidang pajak dengan kantornya di Surakarta, Medan dan juga Batam. Hubungi kami sekarang juga untuk Anda yang ingin mengikuti pelatihan pajak dan menjadi Expert di bidang pajak.

Ketahui Aturan Baru Natura Pajak: Fasilitas Kantor yang Terkena Pajak

Ketahui Aturan Baru Natura Pajak: Fasilitas Kantor yang Terkena Pajak

Pelatihan Pajak – Pajak natura merupakan pajak yang dikenakan terhadap barang dan/atau fasilitas yang diberikan perusahaan atau pemberi kerja untuk pegawai/karyawan bukan berupa uang. Aturan baru terkait dengan natura pajak telah diatur di dalam PMK 66/2023.

Melalui UU Nomor 7 Tahun 2021 terkait dengan Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP), pemerintah kembali mengatur tentang pajak didalam natura. Peraturan pelaksana pajak natura telah tertuang didalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 66 Tahun 2023 terkait dengan Perlakuan PPh terhadap Penggantian atau Imbalan Sehubungan dengan Pekerjaan atau Jasa yang Diterima atau Diperoleh didalam Bentuk Natura dan/atau Kenikmatan.

Lantas seperti apa ketentuan terkait dengan fasilitas karyawan atau pegawai yang dikenakan pajak natura?

Perlakuan Natura dalam Pajak

Penjelasan umum yang berkaitan dengan fasilitas atau kenikmatan yang menjadi objek dari jenis pajak penghasilan tersebut sebagaimana tertuang didalam Pasal 4 ayat (1) Undang-Undang Nomor 7/2021, yang disebutkan jika penghasilan ialah objek pajak.

Penghasilan yang menjadi objek pajak ialah setiap tambahan kemampuan ekonomis yang diterima atau didapatkan oleh Wajib Pajak (WP), baik yang berasal dari Indonesia ataupun dari luar Indonesia, yang bisa digunakan untuk konsumsi atau untuk menambah kekayaan Wajib Pajak yang bersangkutan, dengan nama dan juga dalam bentuk apa pun.

Penggantian atau imbalan yang berkenaan dengan pekerjaan atau jasa yang diterima atau didapatkan termasuk gaji, tunjangan, upah,honorarium, komisi, gratifikasi, bonus, uang pensiun, ataupun imbalan dalam bentuk lainnya termasuk natura dan/atau kenikmatan, kecuali telah ditentukan lain didalam Undang-Undang ini, dan lainnya yang ditetapkan didalam Undang-Undang PPh.

Objek pajak penghasilan bukan hanya berupa pendapatan dari gaji semata namun fasilitas yang diberikan perusahaan kepada karyawan/pegawai yang biasa disebut natura/kenikmatan.

Alasan Pengenaan Pajak Natura

Pemerintah pun beralasan natura pajak diberlakukan dikarenakan selama ini fasilitas yang diberikan perusahaan pada pegawai tidak menjadi bagian dari penghasilan yang dilaporkan didalam Surat Pemberitahuan (SPT) Pajak dikarenakan bentuknya yang tidak berupa uang.

Yon Arsal, Staf Ahli Bidang Kepatuhan Pajak Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu), seperti yang telah diberitakan oleh media massa didalam negeri menyatakan, seluruh fasilitas yang diberikan perusahaan untuk karyawan atau pegawai yang bukan berbentuk uang akan dihitung sebagai bentuk penghasilan.

Baca Juga: Penetapan Pajak Parkir dan PPN Pengelolaan Parkir

Hal tersebut juga berlaku untuk para pekerja atau karyawan yang bekerja di suatu perusahaan serta memperoleh fasilitas serupa. Saat fasilitas tersebut dianggap sebagai penghasilan, maka akan menjadi objek yang dikenakan pajak serta wajib untuk dilaporkan didalam SPT Tahunan.

Ini berarti fasilitas yang diterima oleh pegawai atau karyawan tersebut merupakan penghasilan, bisa dibebankan untuk perusahaan yang memberikan natura. Jadi, natura pajak tersebut akan dikenakan atas fasilitas yang diterima oleh wajib pajak pribadi, baik itu pekerja dalam hal ini karyawan ataupun pemilik usaha terhadap perusahaan yang didirikannya.

Kriteria Natura yang Dikenakan Pajak

Peraturan turunan atau pelaksana dari Undang-Undang HPP terkait dengan pengenaan pajak fasilitas yang diterima pegawai atau karyawan tersebut telah diatur didalam Peraturan Pemerintah (PP) No. 55 Tahun 2022. Objek pajak natura ialah seluruh natura dan/atau kenikmatan yang disediakan oleh perusahaan dengan kriteria:

  • Mempunyai batasan nilai tertentu
  • Mempertimbangkan jenis dan/atau nilai penggantian/imbalan
  • Mempertimbangkan kriteria penerima atau imbalan
  • Disediakan di luar daerah tertentu atau lokasi usaha pemberi kerja memperoleh penetapan daerah tertentu dari DJP.

Untuk menjadi seorang ahli pajak, Anda harus memiliki pengetahuan mendalam terkait pajak. Dan salah satunya adalah dengan mengikuti pelatihan pajak. Tax Academy adalah tempat yang tepat untuk Anda memulainya. Karena di tempat ini merupakan langkah tangga pertama kesuksesan Anda sebagai seorang Expert di bidang industri perpajakan.

Tax Academy menawarkan metode pembelajaran yang mudah dan memiliki jaringan profesional. Beberapa metode tersebut diantaranya adalah Video Learning, Interactive Learning, dan juga Hybrid Learning. Akademi perpajakan yang satu ini dikelola oleh profesional dari WiN Partners yang mengelola berbagai bidang pajak dengan kantornya di Surakarta, Medan dan juga Batam. Hubungi kami sekarang juga untuk Anda yang ingin mengikuti pelatihan pajak dan menjadi Expert di bidang pajak.