Pajak dan Zakat: Memahami Peran dan Perbedaannya

Pajak dan Zakat: Memahami Peran dan Perbedaannya

Brevet Pajak – Sebagai seorang calon praktisi pajak atau seseorang yang ingin bekerja menjadi konsultan pajak, pastinya sangat penting untuk mengetahui berbagai ketentuan perpajakan yang berlaku. Untuk itu, brevet pajak hadir membantu anda memahami berbagai materi seputar kebijakan perpajakan. Nantinya Anda juga akan mendapatkan sertifikat brevet pajak dan membuktikan bahwa anda memiliki value lebih di bidang perpajakan.

Selain itu, bagi calon konsultan pajak pastinya tidak kalah penting untuk mengetahui berbagai berita seputar perpajakan. Salah satunya adalah keterkaitan antara membayar pajak dan zakat. Ulasan Berikut ini akan lebih lanjut membahas mengenai hubungan antara kedua hal tersebut.

Seorang muslim yang telah dewasa dalam agama Islam dan bekerja, sehingga mempunyai penghasilan yang rutin diterima secara jumlah telah mencapai syarat minimal atau yang disebut dengan nisab, maka wajib untuk mengeluarkan zakat penghasilan atau yang seringkali dikenal dengan zakat profesi. Zakat penghasilan ini adalah bagian dari zakat maal, sebab dikarenakan berbagai jenis harta yang secara substansi atau zatnya didapatkan tidak bertentangan dengan kebijakan agama Islam.

Bagaimana Penghitungan Zakat Penghasilan?

Membayar zakat penghasilan ini bisa dilakukan setiap bulan atau setiap tahun. Tetapi, ada beberapa instansi agama yang memberikan saran bahwa zakat penghasilan ini dibayarkan setiap bulan sesudah memperoleh gaji maupun memperoleh penghasilan. Menurut baznas atau badan amil zakat nasional, di tahun 2024 dan menurut surat keterangan badan amil zakat Nasional Nomor 22 Tahun 2022 mengenai nisab zakat pendapatan dan jasa, kebijakan minimal pendapatan yang telah wajib membayar zakat penghasilan adalah yang memiliki penghasilan bulanan mencapai Rp6.859.934 .

Di sisi lain, juga sudah dilakukan penentuan terhadap nisab zakat penghasilan yang mana sebesar 85 gram emas atau sama dengan rp82.312.725 setiap tahunnya. Lalu, kadar dari zakat penghasilannya adalah. Tetapi, apabila jenis penghasilannya cenderung tidak tetap, maka perhitungannya bisa dilakukan penggabungan selama satu tahun dan dijumlahkan. Bilamana mencapai nisab, maka zakat bisa ditunaikan dalam perhitungan 1 tahun.

Apa Hubungan Antara Pajak dan Zakat?

Baik pajak maupun zakat pastinya mempunyai prinsip yang tidak jauh berbeda. Pajak dan zakat sendiri adalah suatu kewajiban yang menjadi refleksi yang menjadi tanggung jawab bernegara dan tanggung jawab beragama. Tetapi, dalam pandangan institusi agama dan berbagai negara yang mana mayoritasnya muslim berpendapat bahwa zakat ini tidak dapat dijadikan sebagai pajak, begitu pula sebaliknya pajak pun tidak dapat dijadikan sebagai zakat. Seorang ahli fiqih Ibrahim Hussein memberikan penjelasan menurut pandangan Islam mengenai pajak di dunia modern.

Baca Juga: Kebijakan Pengenaan Pajak THR untuk PNS dan Pegawai Swasta

Menurut Ibrahim, pajak merupakan sistem atau aturan yang dibenarkan oleh Islam. Sudah sejak lama sebelum Islam dikenal di dunia, aturan perpajakan sudah lama digunakan pada zaman kuno. Sesudah Islam datang, para tokoh yang berkaitan mengakui bahwa aturan pajak ini memang bermanfaat dan mempunyai manfaat atau maslahat untuk bersama. Tentu saja topik pajak dan zakat sendiri telah sejak lama dibahas dengan detail oleh para ulama pada MUI atau Majelis Ulama Indonesia. Dengan prinsip yang hampir sama tersebut, tidak jarang dari masyarakat yang masih bertanya terkait hubungan antara pembayaran zakat dan pajak, yaitu

Apakah pembayaran pajak dapat mengurangi pembayaran zakat, begitupun sebaliknya Apakah pembayaran zakat bisa mengurangi pembayaran pajak? Dilansir dari situs Kementerian Agama, bahwa pembayaran pajak walaupun besarnya lebih tinggi dibandingkan zakat, tetap tidak dapat dijadikan sebagai pengganti kewajiban zakat. Karena zakat merupakan kewajiban umat Islam yang berdasarkan syarat dan ketentuan Syariah. Sedangkan, pajak merupakan pungutan yang diwajibkan oleh negara dan diatur pada ketentuan perundang-undangan perpajakan.

Untuk menjadi seorang ahli pajak, Anda harus memiliki pengetahuan mendalam terkait pajak. Dan salah satunya adalah dengan mengikuti brevet pajak. Tax Academy adalah tempat yang tepat untuk Anda memulainya. Karena di tempat ini merupakan langkah tangga pertama kesuksesan Anda sebagai seorang Expert di bidang industri perpajakan.

Tax Academy menawarkan metode pembelajaran yang mudah dan memiliki jaringan profesional. Beberapa metode tersebut diantaranya adalah Video Learning, Interactive Learning, dan juga Hybrid Learning. Akademi perpajakan yang satu ini dikelola oleh profesional dari WiN Partners yang mengelola berbagai bidang pajak dengan kantornya di Surakarta, Medan dan juga Batam. Hubungi kami sekarang juga untuk Anda yang ingin mengikuti brevet pajak dan menjadi Expert di bidang pajak.

Tips dan Trik Sukses Karir Pajak Bagi Lulusan Baru

Tips dan Trik Sukses Karir Pajak Bagi Lulusan Baru

Kursus Pajak – Memulai karir di bidang perpajakan bisa menjadi langkah yang sulit, namun juga sangat memuaskan dan bermanfaat. Bagi lulusan baru yang ingin memasuki dunia perpajakan, ada beberapa tips dan trik yang dapat membantu mempersiapkan dan membimbing mereka menuju kesuksesan dengan kursus pajak misalkan. Dalam artikel ini, kami menjelaskan beberapa tips penting untuk memulai karir di bidang perpajakan dengan baik.

Memahami dasar-dasar perpajakan

Sebelum memulai karir di bidang perpajakan, penting untuk memiliki pemahaman yang kuat tentang dasar-dasar perpajakan. Hal ini mencakup pemahaman tentang jenis pajak yang berlaku, tata cara penghitungan pajak, peraturan perpajakan terkait, serta perkembangan terkini undang-undang perpajakan. Memiliki pemahaman yang kuat tentang dasar-dasar ini akan membantu Anda memahami konteks pekerjaan dan membuat Anda lebih efektif dalam pekerjaan sehari-hari.

Memperkuat keterampilan analitis dan penelitian

Sebagian besar pekerjaan perpajakan melibatkan analisis data dan penelitian ekstensif. Oleh karena itu penting untuk memperkuat keterampilan analitis dan penelitian Anda. Pelajari cara mengumpulkan, menganalisis, dan menafsirkan data pajak secara akurat. Keterampilan ini akan membantu Anda mengidentifikasi masalah perpajakan yang kompleks, menganalisis implikasi peraturan perpajakan, dan mengembangkan strategi perencanaan pajak yang efektif.

Anda juga dapat membangun jaringan profesional

Jaringan profesional sangat penting dalam dunia perpajakan. Menghadiri acara industri, seminar, dan konferensi dapat membantu Anda membangun jaringan yang kuat dengan profesional pajak lainnya. Manfaatkan juga media sosial dan platform profesional seperti LinkedIn untuk terhubung dengan orang-orang di industri ini dan berbagi pengetahuan dan pengalaman.

Dapatkan pelatihan dan sertifikasi

Mendapatkan pelatihan dan sertifikasi di bidang perpajakan dapat meningkatkan kredibilitas Anda dan membuka peluang karir yang lebih luas. Carilah pelatihan atau kursus perpajakan yang sesuai dengan minat dan kebutuhan Anda, dan pastikan Anda terus meningkatkan keterampilan Anda seiring berjalannya waktu.

Lakukan pengembangkan soft skill

Selain keterampilan teknis, soft skill juga sangat penting dalam berkarir di bidang perpajakan. Keterampilan komunikasi yang baik, kemampuan beradaptasi, kepemimpinan dan kerjasama tim adalah beberapa contoh soft skill yang dibutuhkan dalam pekerjaan perpajakan. Kembangkan dan perkuat soft skill Anda melalui pelatihan, pengalaman profesional, dan pembelajaran berkelanjutan.

Baca Juga: Selami Lebih Dalam Administrasi Perpajakan di Brevet Pajak

Sebagai seorang fresh graduate Anda dapat melakukan hal seperti, carilah pengalaman kerja yang relevan

Pengalaman profesional di bidang perpajakan sangat berharga bagi lulusan baru. Mulailah mencari magang, pekerjaan paruh waktu, atau posisi entry level di firma pajak, firma akuntansi, atau departemen pajak perusahaan. Pengalaman langsung akan membantu Anda memahami proses dan tantangan praktik perpajakan di dunia nyata.

Bersikap proaktif dan fleksibel

Dalam dunia perpajakan yang dinamis, sangatlah penting untuk bersikap proaktif dan fleksibel. Jadilah seseorang yang menemukan sesuatu, selalu berusaha untuk menjadi lebih baik, dan bersedia menerima perubahan. Tunjukkan inisiatif segera, ambil tanggung jawab tambahan jika memungkinkan, dan tunjukkan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan situasi.

Dapat kita berikan kesimpulan bahwa dalam memulai karir di bidang perpajakan sebagai lulusan baru memang menantang, namun dengan persiapan yang matang dan komitmen yang kuat, Anda bisa sukses di bidang ini. Memahami dasar-dasar perpajakan, memperkuat keterampilan analisis dan penelitian Anda, membangun jaringan profesional, mengikuti pelatihan dan sertifikasi, mengembangkan soft skill, mencari pengalaman kerja yang relevan dan tetap proaktif dan fleksibel dalam karir Anda. Dengan mengikuti tips dan trik berikut ini, Anda akan siap menghadapi tantangan dan membangun karir yang sukses di dunia perpajakan.

Untuk menjadi seorang ahli pajak, Anda harus memiliki pengetahuan mendalam terkait pajak. Dan salah satunya adalah dengan mengikuti kursus pajak. Tax Academy adalah tempat yang tepat untuk Anda memulainya. Karena di tempat ini merupakan langkah tangga pertama kesuksesan Anda sebagai seorang Expert di bidang industri perpajakan.

Tax Academy menawarkan metode pembelajaran yang mudah dan memiliki jaringan profesional. Beberapa metode tersebut diantaranya adalah Video Learning, Interactive Learning, dan juga Hybrid Learning. Akademi perpajakan yang satu ini dikelola oleh profesional dari WiN Partners yang mengelola berbagai bidang pajak dengan kantornya di Surakarta, Medan dan juga Batam. Hubungi kami sekarang juga untuk Anda yang ingin mengikuti kursus pajak dan menjadi Expert di bidang pajak.

Kebijakan Pengenaan Pajak THR untuk PNS dan Pegawai Swasta

Kebijakan Pengenaan Pajak THR untuk PNS dan Pegawai Swasta

Pelatihan pajak dapat diikuti oleh wajib pajak yang melakukan kewajiban perpajakannya dengan efektif dan efisien maupun untuk orang-orang yang ingin bekerja di dunia perpajakan. Hal tersebut dikarenakan. Pelatihan pajak ini akan memberikan materi seputar perpajakan dasar hingga perpajakan lanjutan untuk orang-orang yang mengikuti kelas pajak tersebut. Tentu saja juga tidak kalah penting untuk mengetahui berbagai berita perpajakan yang sedang hangat dibicarakan, seperti salah satunya adalah tarif pajak yang akan dikenakan pada THR atau tunjangan hari raya pegawai negeri sipil dan pegawai swasta.

Tentu saja merupakan kabar yang baik untuk ASN atau PNS di tahun ini. Akhirnya pemerintah akan melakukan pemberian THR atau tunjangan hari raya dan gaji ke-13 pada ASN. ASN atau aparatur sipil negara dalam konteks ini juga meliputi Polri, TNI, PPK, dan pensiunan maupun penerima pensiun. Keputusan tersebut telah tercantum dalam PP atau peraturan pemerintah No. 14 Tahun 2024, yang mana adalah wujud penghargaan dari pemerintah terhadap Pengabdian pada negara dan bangsa dengan tetap memperhatikan kemampuan keuangan negara. Sri Mulyani selaku Menteri Keuangan berikan kepastian bahwa pencairan THR PNS termasuk juga pensiunan akan mulai dicairkan pada 22 Maret 2024 atau minimal dilakukan 10 hari kerja sebelum hari raya Idul Fitri.

Sedangkan, untuk gaji ke-13 dibayarkan minimal pada Juni 2024 nanti. Tunjangan hari raya bukan hanya merupakan hak dari para pegawai negeri sipil saja, juga termasuk untuk karyawan swasta yang memiliki hak memperoleh tunjangan hari raya yang diberikan oleh masing-masing perusahaan atau pemberi kerja. Lalu, apakah THR ini adalah bagian dari upah tambahan yang diberikan pemberi kerja atau instansi tempat bekerja kepada pekerja maupun keluarganya saat menjelang hari raya akan ikut dikenakan pajak?

Pajak Tunjangan Hari Raya PNS

Untuk mengetahui Jawaban dari pertanyaan tersebut, Menteri Keuangan memberikan respon bahwa pajak terutang untuk tunjangan hari raya dan gaji ke-13 ini sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah. Maka, nilai yang didapatkan oleh penerima THR nantinya telah bersih dari pemungutan pajak, sebab sebelumnya sudah dipotong oleh pemerintah.

Pajak Tunjangan Hari Raya Pegawai Swasta

Lain hal dengan pegawai negeri sipil atau aparatur sipil negara, bahwa tunjangan hari raya yang akan didapatkan oleh pegawai swasta akan dibebankan pajak melalui PPh pasal 21 atau Pajak Penghasilan pasal 21. Kebijakan tersebut seperti halnya yang telah diatur dalam PP (Peraturan Pemerintah) No. 58 Tahun 2023 mengenai tarif pemotongan Pajak Penghasilan pasal 21 terhadap penghasilan yang berkaitan dengan jasa, pekerjaan, maupun aktivitas wajib pajak orang pribadi.

Baca Juga: Dirjen Pajak yang Semakin Ketat Mengawasi Pajak Online Travel Agent Asing

Pada saat ini, Pajak Penghasilan pasal 21 penghitungannya dilakukan dengan mempergunakan tarif efektif atau yang seringkali dikenal dengan TER, yang mana terbagi menjadi beberapa jenis yaitu A, B, dan C. Yang mana total dari Pajak Penghasilan pasal 21 dilakukan perhitungannya mempergunakan metode kelipatan TER bulanan peraturan pemerintah No. 58 tahun 2023 dengan total besaran keseluruhan penghasilan bruto yang didapatkan pegawai tetap dalam satu tahun pajak. Selain itu, terdapat sebesar Rp 4,5 juta yang merupakan minimal penghasilan bulanan bruto yang akan dibebankan Pajak Penghasilan pasal 21.

Apabila melihat Peraturan Menteri Keuangan nomor 168 tahun 2023 pasal 5 ayat 1 huruf a, penghasilan yang terutang Pajak Penghasilan pasal 21 adalah penghasilan yang didapatkan atau diterima pegawai tetap, baik yang sifatnya teratur maupun tidak.

Untuk menjadi seorang ahli pajak, Anda harus memiliki pengetahuan mendalam terkait pajak. Dan salah satunya adalah dengan mengikuti Pelatihan pajak. Tax Academy adalah tempat yang tepat untuk Anda memulainya. Karena di tempat ini merupakan langkah tangga pertama kesuksesan Anda sebagai seorang Expert di bidang industri perpajakan.

Tax Academy menawarkan metode pembelajaran yang mudah dan memiliki jaringan profesional. Beberapa metode tersebut diantaranya adalah Video Learning, Interactive Learning, dan juga Hybrid Learning. Akademi perpajakan yang satu ini dikelola oleh profesional dari WiN Partners yang mengelola berbagai bidang pajak dengan kantornya di Surakarta, Medan dan juga Batam. Hubungi kami sekarang juga untuk Anda yang ingin mengikuti Pelatihan pajak dan menjadi Expert di bidang pajak.

images

Apa Saja Sih Perubahan Pada Peraturan Terbaru Bupot PPh 21/26?

Bukti potong PPh 21 adalah bukti pemotongan pajak penghasilan yang dibuat pemberi kerja untuk karyawan/pegawai berupa Formulir 1721. Bentuk bukti potong PPh Pasal 21 dibagi menjadi 2 yakni Formulir 1721-A1 untuk karyawan swasta, dan Formulir 1721-A2 untuk pegawai negeri. Bukti potong PPh 21 adalah dokumen yang berisi tentang bukti pemotongan pajak atas penghasilan yang menjadi objek PPh Pasal 21, seperti penghasilan atas pekerjaan, jasa, atau kegiatan yang dilakukannya. PPh Pasal 21 sendiri akan selalu berkaitan dengan PPh Pasal 26 dalam hal pajak penghasilan wajib pajak pribadi karyawan / pegawai maupun pekerja bebas. Bedanya, PPh 26 adalah pajak yang dikenakan pada WP Pribadi pekerja asing atau warga negara asing penerima penghasilan di Indonesia. Merujuk Pasal 2 ayat (1) Peraturan Menteri Keuangan No.12/PMK.03/2017 tentang Bukti Pemotongan dan/atau Pemungutan Pajak Penghasilan, pemotong PPh harus membuat bukti potong PPh 21 atas pemotongan pajak yang dilakukan. Continue Reading

Selami Lebih Dalam Administrasi Perpajakan di Brevet Pajak

Selami Lebih Dalam Administrasi Perpajakan di Brevet Pajak

Brevet Pajak – Administrasi perpajakan adalah jantung dari sistem perpajakan setiap negara. Ini melibatkan serangkaian proses, aturan, dan praktik yang mengatur pengumpulan, penghitungan, dan pembayaran pajak oleh individu dan bisnis. Dalam konteks Indonesia, Brevet Pajak merupakan program pendidikan yang memberikan pemahaman mendalam mengenai administrasi perpajakan. Pada artikel kali ini kita akan mendalami administrasi perpajakan lebih dalam dalam konteks Brevet Pajak.

Memahami tentang Apa itu Brevet Pajak?

Brevet Pajak merupakan program pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman perpajakan di Indonesia. Program ini mencakup berbagai aspek perpajakan, termasuk administrasi perpajakan. Tujuannya adalah untuk melatih para profesional dalam pemahaman dan penerapan undang-undang perpajakan yang berlaku dan manajemen administrasi perpajakan yang efektif.

Pada pelatihan brevet pajak ini terdapat beberapa jenis sertifikat yang akan didapatkan sesuai dengan jenis brevet yang diakui, yaitu:

Sertifikat Pajak A

Merupakan sertifikat yang diberikan kepada peserta yang telah menyelesaikan program Sertifikat Pajak Tingkat Dasar atau Level A. Sertifikat ini menegaskan bahwa peserta telah memperoleh pemahaman dasar mengenai sistem perpajakan di Indonesia, meliputi dasar-dasar perpajakan, perhitungan perpajakan dan perpajakan. pelaporan.

Sertifikat Pajak B

Sertifikat ini diberikan kepada peserta yang telah menyelesaikan program Sertifikat Pajak Menengah atau Tingkat B. Peserta yang memperoleh sertifikat ini dianggap telah menguasai konsep perpajakan yang lebih kompleks, seperti perpajakan perusahaan, perpajakan internasional, dan strategi perencanaan pajak. .

Sertifikat Paten Pajak C

Ini adalah sertifikat tertinggi dalam Program Paten Pajak. Peserta yang memperoleh sertifikat ini dianggap ahli di bidang perpajakan. Mereka memiliki pemahaman mendalam tentang berbagai aspek perpajakan dan mungkin telah berhasil menerapkan ilmunya di lingkungan kerja.

Sertifikat Spesialisasi

Beberapa program Sertifikat Pajak mungkin menawarkan sertifikat spesialisasi di bidang tertentu, seperti pajak properti, pajak e-niaga, atau pajak sektor keuangan. Sertifikat ini menunjukkan bahwa peserta telah menguasai pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk bekerja di bidang khusus tersebut.

Sertifikat Pendidikan Berkelanjutan

Program Sertifikat Pajak juga dapat menawarkan sertifikat pendidikan berkelanjutan kepada peserta yang telah menyelesaikan program sebelumnya dan ingin terus mengembangkan keterampilan perpajakan mereka. Sertifikat ini menegaskan bahwa peserta telah mengikuti kursus atau pelatihan tambahan di bidang perpajakan.

Pentingnya Administrasi Perpajakan dalam Brevet Pajak

Administrasi perpajakan merupakan elemen penting dalam Brevet Pajak karena menjadi dasar pemahaman yang kuat tentang cara kerja sistem perpajakan. Peserta Paten Pajak harus memahami proses pengumpulan data, penghitungan pajak, pelaporan, dan kewajiban perpajakan lainnya. Kemampuan mengelola administrasi perpajakan dengan baik akan membantu para profesional dalam mematuhi peraturan perpajakan, mengoptimalkan kewajiban perpajakan dan terhindar dari sanksi atau permasalahan hukum.

Baca Juga: Membuka Peluang Karir: Lulusan SMK Bidang Perpajakan

Komponen Administrasi Perpajakan dalam Brevet Pajak

Pengumpulan Data Perpajakan, administrasi perpajakan diawali dengan pengumpulan data yang akurat dan menyeluruh mengenai kegiatan keuangan orang pribadi atau badan usaha. Peserta Paten Pajak belajar mengidentifikasi informasi yang diperlukan dan mengumpulkannya dengan benar.

  • Perhitungan Pajak, setelah data terkumpul, langkah selanjutnya adalah menghitung jumlah pajak yang harus dibayar. Hal ini mencakup pemahaman tarif pajak yang berlaku dan pemanfaatan insentif atau keringanan pajak yang mungkin relevan.
  • Pelaporan Perpajakan, administrasi perpajakan juga mencakup penyusunan dan penyampaian Surat Pemberitahuan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Peserta Paten Pajak mempelajari format dan prosedur pelaporan yang berlaku serta tenggat waktu yang harus dipatuhi.
  • Audit dan Kepatuhan, bagian penting dari administrasi perpajakan adalah memastikan kepatuhan terhadap peraturan perpajakan. Peserta Surat Keterangan Pajak dilatih untuk memahami proses pemeriksaan pajak dan bagaimana menjaga kepatuhan terhadap peraturan perpajakan yang berlaku.

Apa Saja Tantangan yang Dihadapi pada Administrasi Perpajakan?

Meskipun administrasi perpajakan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Brevet Pajak, namun pengelolaan administrasi perpajakan tidak selalu mudah. Tantangan seperti perubahan peraturan perpajakan, kompleksitas struktur bisnis dan ketidakpastian interpretasi undang-undang perpajakan dapat menjadi kendala bagi para profesional perpajakan.

Administrasi perpajakan memainkan peran penting dalam Brevet Pajak, membantu para profesional untuk memahami dan menerapkan prinsip-prinsip perpajakan. Dengan memahami proses pendataan, penghitungan pajak, pelaporan, serta pemeriksaan dan kepatuhan, maka peserta Paten Pajak dapat lebih mahir dalam mengelola administrasi perpajakan secara efektif. Dengan melakukan hal ini, mereka dapat membantu individu dan dunia usaha mematuhi kewajiban perpajakannya dengan cepat dan akurat.

Untuk menjadi seorang ahli pajak, Anda harus memiliki pengetahuan mendalam terkait pajak. Dan salah satunya adalah dengan mengikuti Brevet Pajak Tax Academy adalah tempat yang tepat untuk Anda memulainya. Karena di tempat ini merupakan langkah tangga pertama kesuksesan Anda sebagai seorang Expert di bidang industri perpajakan.

Tax Academy menawarkan metode pembelajaran yang mudah dan memiliki jaringan profesional. Beberapa metode tersebut diantaranya adalah Video Learning, Interactive Learning, dan juga Hybrid Learning. Akademi perpajakan yang satu ini dikelola oleh profesional dari WiN Partners yang mengelola berbagai bidang pajak dengan kantornya di Surakarta, Medan dan juga Batam. Hubungi kami sekarang juga untuk Anda yang ingin mengikuti Brevet Pajak dan menjadi Expert di bidang pajak.

Dirjen Pajak yang Semakin Ketat Mengawasi Pajak Online Travel Agent Asing

Dirjen Pajak yang Semakin Ketat Mengawasi Pajak Online Travel Agent Asing

Training pajak sangat penting untuk diikuti oleh seseorang yang ingin bekerja di dunia perpajakan, baik itu menjadi bagian staf pajak dari sebuah perusahaan maupun konsultan pajak. Dikarenakan training pajak akan memberikan begitu banyak macam pengetahuan seputar ketentuan perundang-undangan perpajakan yang berlaku. Selain itu, tidak kalah penting untuk mengetahui berbagai berita pajak yang sedang berlangsung. Kemenkeu atau kementerian keuangan mengatakan bahwa mereka terus mengawasi OTA atau Online Travel Agent asing yang belum melakukan pembayaran pajak.

Pelaku usaha yang ditunjuk sebagai pemungut pajak yang mana penunjukannya telah dilakukan oleh kemenkeu, maka wajib untuk menarik pajak terhadap produk digital luar negeri yang mana diperjualbelikan di Indonesia. Mengenai hal ini telah tertulis pada PMK atau Peraturan Menteri Keuangan nomor 60 Tahun 2022. Rangkaian dari bukti pemungutan baik itu yang berupa commercial invoice, billing, order receipt, maupun dokumen lain yang menyebutkan pemungutan pajak pertambahan nilai dan sudah dibayarkan. Pemerintah sempat memperingatkan melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika pada Jumat tanggal 8 Maret lalu.

Peringatan tersebut ditujukan pada Online Travel Agent asing yang melaksanakan operasional bisnis mereka di Indonesia tanpa mengikuti kebijakan pendaftaran layanan sebagai Perdagangan Melalui Sistem Elektronik atau yang seringkali disebut dengan PMSE. Langkah pendaftaran Online Travel Agent sebagai Perdagangan Melalui Sistem Elektronik telah diatur dan tertulis pada Peraturan Kementerian Komunikasi dan Informatika Nomor 10 tahun 2021, mengenai perubahan atas peraturan Menteri Kominfo nomor 5 tahun 2020 mengenai penyelenggara sistem elektronik dalam lingkup privat.

Pada konteks ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika Memberikan kewajiban pada 6 Online Travel Agent untuk segera melakukan pendaftaran, meliputi trivago.com, expedia.co.id, airbnb.com, Klook.com, booking.com, dan agoda.com. Namun, per tanggal 15 Maret tahun 2024, Samuel Abrijadi Pengerapan selaku Direktur Jenderal aplikasi Informatika Kemenkominfo, menjelaskan bahwa masih terdapat dua online travel agen yang belum melakukan pendaftaran diri menjadi Perdagangan Melalui Sistem Elektronik, diantaranya adalah trivago.co.id dan Klook.com.

Terdapat prediksi bahwa pasar Online Travel Agent ini akan selalu mengalami kenaikan hingga mencapai 45% di negara Indonesia, yang mana nilai pasar pariwisatanya adalah sejumlah Rp12 miliar ketika tahun 2025 nanti. Jarak antara peningkatan valuasi Online Travel Agent dengan pemasukan Hotel dalam negeri dinilai bisa menghambat target tersebut apabila pembicaraan tentang Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia atau yang seringkali dikenal dengan PHRI. Sehingga, kondisi nyatanya pihak hotel dalam negeri seringkali menalangi pajak dari online travel agen asing.

Baca Juga: USKP Makin Dekat, Ketahui Jadwal dan Materi yang Diujikan

Seperti Apa Kriteria Online Travel Agent Asing yang Bisa Jadi Pemungut Pajak?

Online travel agent asing adalah pihak yang menghubungkan antara pengusaha hotel dalam negeri dan wisatawan dari mancanegara. Berkaitan dengan hal ini, Dwi Astuti selaku Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Ditjen Pajak menyebutkan bahwa pihak DJP telah melakukan penunjukan terhadap beberapa online travel agen asing yang sudah memenuhi kriteria sebagai pemungut pajak PPN atau pajak pertambahan nilai PMSE.

Sedangkan, dalam Peraturan Menteri Kominfo Nomor 5 Tahun 2020, Online Travel Agent asing akan ditunjuk sebagai pemungut PPN karena memenuhi beberapa kriteria, salah satunya adalah memberi pelayanan dan melakukan bisnisnya di Indonesia, sekaligus sistem elektronik yang dipergunakannya maupun ditawarkannya adalah berada di wilayah Indonesia.

Untuk menjadi seorang ahli pajak, Anda harus memiliki pengetahuan mendalam terkait pajak. Dan salah satunya adalah dengan mengikuti Training pajak. Tax Academy adalah tempat yang tepat untuk Anda memulainya. Karena di tempat ini merupakan langkah tangga pertama kesuksesan Anda sebagai seorang Expert di bidang industri perpajakan.

Tax Academy menawarkan metode pembelajaran yang mudah dan memiliki jaringan profesional. Beberapa metode tersebut diantaranya adalah Video Learning, Interactive Learning, dan juga Hybrid Learning. Akademi perpajakan yang satu ini dikelola oleh profesional dari WiN Partners yang mengelola berbagai bidang pajak dengan kantornya di Surakarta, Medan dan juga Batam. Hubungi kami sekarang juga untuk Anda yang ingin mengikuti Training pajak dan menjadi Expert di bidang pajak.

USKP Makin Dekat, Ketahui Jadwal dan Materi yang Diujikan

USKP Makin Dekat, Ketahui Jadwal dan Materi yang Diujikan

Kursus Pajak – Apakah Anda adalah salah satu orang yang ingin memiliki karir di bidang perpajakan atau lebih tepatnya ingin menjadi konsultan pajak? Profesi ahli pajak atau konsultan pajak di Indonesia ini memanglah merupakan prospek yang sangat bagus untuk kedepannya. Dikarenakan pastinya wajib pajak di Indonesia setiap tahunnya akan bertambah dan untuk ahli pajak sendiri di Indonesia tidak sebanding dengan jumlah wajib pajak.

Maka dari itu, anda bisa memilih konsultan pajak sebagai profesi yang ingin anda usahakan. Karena ujian sertifikasi konsultan pajak semakin dekat, penting bagi anda untuk segera mengikuti kursus pajak. Supaya bisa menguasai berbagai materi pada ujian sertifikasi nantinya.

KP3SKP atau Komite Pelaksana Panitia Penyelenggara Sertifikasi Konsultan Pajak dengan melalui PPSKP atau Panitia Penyelenggara Sertifikasi Konsultan Pajak, telah memberikan pengumuman untuk pembukaan USKP atau ujian sertifikasi konsultan pajak pada tingkat a periode 1 tahun 2024 untuk peserta baru pada bulan april tahun ini.

Kapan Jadwal USKP A Periode 1 Tahun?

Dalam pengumuman resmi yang telah diberikan, ujian sertifikasi tersebut akan melakukan penerimaan peserta ujian yang mana jumlah kuotanya adalah sejumlah 1548 orang. Proses dari pendaftaran ujian sertifikasi konsultan pajak A periode 1 tahun 2024, akan dibuka pada tanggal 25 Maret 2024 mulai dari pukul 08.00 WIB sampai tanggal 27 Maret pukul 15.00 WIB.  Proses pendaftaran USKP tersebut dapat diakses melalui laman resmi Kemenkeu.

Penting untuk diperhatikan bahwa ketika mendaftar, calon peserta hanya boleh untuk melakukan pemilihan pada satu lokasi ujian saja dan tidak boleh melakukan pengajuan perpindahan lokasi ujian sesudah pengajuan pendaftaran telah dikirimkan.

Untuk jadwal pengumuman dari calon peserta yang lulus verifikasi pendaftaran ujian sertifikasi konsultan pajak tersebut akan dilakukan pengumumannya pada tanggal 8 April tahun 2024. Sementara itu, untuk pelaksanaan ujiannya sendiri akan berlangsung selama dua hari, yaitu pada tanggal 24 hingga 25 April tahun 2024 pada 47 lokasi yang tersebar di berbagai penjuru Indonesia.

Komite Pelaksana Panitia Penyelenggara Sertifikasi Konsultan Pajak memberikan penjelasan bahwa daftar akan dianggap sebagai peserta apabila sudah lolos seleksi dan verifikasi dokumen, sekaligus mendapatkan kuota pada lokasi yang dipilih. Metode untuk menentukan peserta akan dilakukan menurut prinsip first come first served titik atau dapat diartikan bahwa yang datang terlebih dahulu akan diprioritaskan lebih dulu.

Baca Juga: Apa Saja Faktor PPh Non Migas Mendominasi Penerimaan Pajak Februari 2024?

Berapa Biaya Daftar USKP A Periode 1 Tahun 2024?

Sama halnya dengan berbagai ujian sertifikasi konsultan pajak yang telah diselenggarakan sebelumnya, bahwa ujian sertifikasi kali ini juga dilaksanakan tanpa adanya biaya sama sekali atau gratis.

Apa Saja Materi yang Akan Diujikan?

Penting untuk diketahui bahwa peserta yang mengikuti ujian sertifikasi dapat dikatakan lulus ujian, jika mendapatkan nilai minimal 60 untuk permata ujian dengan skala penilaian 0 sampai 100. Maka dari itu, sebelum mengikuti ujian sangat penting untuk mempelajari materi yang akan diujikan pada USKP tersebut, dengan mengikuti kursus pajak. Namun, untuk lebih jelasnya Berikut ini adalah beberapa materi yang diujikan dalam ujian sertifikasi konsultan pajak A, diantaranya:

  • PPh (Pajak Penghasilan) orang pribadi dan surat pemberitahuan (SPT) pajak penghasilan orang pribadi
  • PPN (Pajak pertambahan nilai) dan surat pemberitahuan atau SPT PPN
  • KUP atau Ketentuan umum dan tata cara perpajakan
  • Pengadilan pajak atau PP
  • PPSP atau penagihan pajak dengan surat paksa
  • PBB P3 atau pajak bumi dan bangunan (perhutanan, perkebunan, dan pertambangan)
  • Bea materai dan bea perolehan hak atas tanah dan bangunan atau BPHTB
  • Pajak penghasilan potong pungut pasal 4 pasal ayat 2, pasal 21, pasal 22, dan pasal 23
  • Kode etik profesi

Untuk menjadi seorang ahli pajak, Anda harus memiliki pengetahuan mendalam terkait pajak. Dan salah satunya adalah dengan mengikuti kursus pajak. Tax Academy adalah tempat yang tepat untuk Anda memulainya. Karena di tempat ini merupakan langkah tangga pertama kesuksesan Anda sebagai seorang Expert di bidang industri perpajakan.

Tax Academy menawarkan metode pembelajaran yang mudah dan memiliki jaringan profesional. Beberapa metode tersebut diantaranya adalah Video Learning, Interactive Learning, dan juga Hybrid Learning. Akademi perpajakan yang satu ini dikelola oleh profesional dari WiN Partners yang mengelola berbagai bidang pajak dengan kantornya di Surakarta, Medan dan juga Batam. Hubungi kami sekarang juga untuk Anda yang ingin mengikuti kursus pajak dan menjadi Expert di bidang pajak.

Membuka Peluang Karir: Lulusan SMK Bidang Perpajakan

Membuka Peluang Karir: Lulusan SMK Bidang Perpajakan

Pelatihan Pajak – Saat ini peluang karir di bidang perpajakan semakin banyak menarik perhatian banyak kalangan. Tidak hanya lulusan perguruan tinggi di bidang akuntansi atau ekonomi saja yang bisa meraih kesuksesan di industri ini. Lulusan Sekolah Tinggi Kejuruan (SMK) juga berpeluang besar memasuki dunia perpajakan melalui berbagai program pelatihan pajak yang tersedia. Pada artikel ini, kali ini kita akan membahas mengapa lulusan sekolah perdagangan dapat mengikuti pelatihan perpajakan dan bagaimana hal tersebut dapat membuka pintu peluang karir yang menjanjikan.

Akan unggul dalam pendidikan yang praktis terutama pada bidang akuntansi dan keuangan, lulusan sekolah kejuruan di bidang Akuntansi atau Keuangan menerima pelatihan praktis dasar di bidang akuntansi dasar, pembukuan dan manajemen keuangan. Pengetahuan ini memberikan landasan yang kuat untuk memahami konsep perpajakan, seperti menghitung pajak penghasilan dan pajak penjualan.

Para siswa ini akan mendapatkan keterampilan teknis yang relevan, siswa sekolah kejuruan biasanya dilatih keterampilan teknis yang relevan dengan dunia kerja. Ini termasuk penggunaan perangkat lunak akuntansi, pembuatan laporan keuangan, dan analisis data. Keterampilan ini sangat berharga dalam pelatihan perpajakan, dimana pemahaman teknis tentang perangkat lunak dan penggunaan spreadsheet bisa sangat membantu.

Keterampilan komunikasi dan kerja sama tim, di SMK, siswa juga dilatih keterampilan komunikasi dan kerja tim, yang merupakan keterampilan penting dalam industri perpajakan. Dalam melaksanakan tugas perpajakan seringkali diperlukan kerjasama tim antar bagian keuangan, akuntansi dan pajak. Kemampuan berkomunikasi dengan jelas dan efektif juga sangat diperlukan ketika berhadapan dengan klien atau pihak berwenang.

Pelatihan perpajakan akan memberikan mereka peluang dalam program pelatihan dan sertifikasi, karena dalam pelatihan pajak terdapat banyak program pelatihan perpajakan yang tersedia bagi lulusan sekolah kejuruan untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilannya di bidang perpajakan. Beberapa program tersebut bahkan menawarkan sertifikasi yang diakui industri, seperti sertifikasi sebagai Praktisi Pajak Bersertifikat (PPrB). Perolehan sertifikasi ini dapat meningkatkan kredibilitas dan nilai pasar lulusan SMK di pasar tenaga kerja.

Para lulusan SMK ini akan mendapatkan akses yang lebih terhadap karir pajak,  dengan bekal ilmu dan sertifikasi yang sesuai, lulusan SMK dapat memasuki berbagai posisi di bidang perpajakan. Mereka dapat bekerja sebagai asisten pajak, staf akuntansi, atau bahkan memulai karir sebagai konsultan pajak atau kontraktor pajak. Ketika mereka memperoleh pengalaman kerja dan pengembangan keterampilan, mereka mempunyai kesempatan untuk maju ke posisi yang lebih senior dan mendapatkan gaji yang lebih tinggi.

Baca Juga: Tingkatkan Peluang Karir dengan Training Perpajakan untuk Nilai Plus Melamar Pekerjaan

Mereka akan mendapatkan sebuah peluang dalam pengembangan karir lebih lanjut dengan mengikuti pelatihan perpajakan juga dapat menjadi langkah awal untuk pengembangan karir lebih lanjut di bidang perpajakan. Lulusan SMK yang mempunyai ambisi untuk melanjutkan pendidikan lebih lanjut dapat mempertimbangkan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, seperti diploma atau sarjana di bidang akuntansi atau perpajakan.

Secara umum lulusan SMK mempunyai peluang besar untuk sukses di dunia perpajakan jika memanfaatkan peluang pelatihan dan pengembangan yang tersedia. Dengan pengetahuan dasar di bidang akuntansi dan keuangan, keterampilan teknis yang relevan, dan keterampilan komunikasi yang baik, mereka memiliki dasar yang kuat untuk memulai karir yang sukses di industri perpajakan. Dengan memanfaatkan peluang pelatihan dan sertifikasi, serta berkomitmen terhadap pengembangan karir, lulusan sekolah profesional dapat membuka pintu kesuksesan di bidang perpajakan yang menjanjikan.

Untuk menjadi seorang ahli pajak, Anda harus memiliki pengetahuan mendalam terkait pajak. Dan salah satunya adalah dengan mengikuti Pelatihan Pajak. Tax Academy adalah tempat yang tepat untuk Anda memulainya. Karena di tempat ini merupakan langkah tangga pertama kesuksesan Anda sebagai seorang Expert di bidang industri perpajakan.

Tax Academy menawarkan metode pembelajaran yang mudah dan memiliki jaringan profesional. Beberapa metode tersebut diantaranya adalah Video Learning, Interactive Learning, dan juga Hybrid Learning. Akademi perpajakan yang satu ini dikelola oleh profesional dari WiN Partners yang mengelola berbagai bidang pajak dengan kantornya di Surakarta, Medan dan juga Batam. Hubungi kami sekarang juga untuk Anda yang ingin mengikuti Pelatihan Pajak dan menjadi Expert di bidang pajak.

Apa Saja Faktor PPh Non Migas Mendominasi Penerimaan Pajak Februari 2024?

Apa Saja Faktor PPh Non Migas Mendominasi Penerimaan Pajak Februari 2024?

Brevet pajak merupakan kelas perpajakan yang bisa diikuti oleh siapapun yang membutuhkan materi mengenai ketentuan perundang-undangan perpajakan. Umumnya calon konsultan pajak atau staff pajak pada sebuah perusahaan akan mengikuti brevet pajak. Tentu saja untuk orang yang ingin menjadi konsultan pajak atau ingin menjadi bagian dari staf pajak di sebuah perusahaan, tidak kalah penting untuk selalu mengetahui berita pajak secara update dan terkini. Seperti halnya dominasi penerimaan pajak di bulan Februari tahun 2024 adalah sebagian besar dari pajak penghasilan non migas. Sebagai seseorang yang akan terjun secara langsung dalam dunia perpajakan tentu saja penting untuk mengetahui apa saja faktornya.

Pada Selasa tanggal 19 Maret lalu, dalam rapat bersama komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat RI, Sri Mulyani selaku Menteri Keuangan memberikan paparan hasil realisasi penerimaan pajak negara perbulan Februari tahun 2024, yakni sebesar Rp269,02 triliun. Namun, angka realisasi dari penerimaan pajak ini terkontraksi sebesar 3,9 persen YoY (year on year) dan sebesar 19,75 persen MtM (month to month). Sedangkan, untuk laporan penerimaan pajak secara bruto pun memperlihatkan hasil tren yang positif. Seperti yang diketahui bahwa pajak bruto ini, pemungutannya dilakukan dari lintas sektor ekonomi, meliputi sektor manufaktur, perdagangan, dan jasa.

Hal tersebut memberikan isyarat bahwa individu maupun perusahaan, dalam konteks ini Sebagian besar masyarakat dalam sebuah negara dalam keadaan menghasilkan lebih banyak pendapatan. Di sisi lain, adanya tren positif dari pajak bruto juga termasuk sebagai indikator yang positif untuk kesehatan ekonomi. Apabila dilihat secara tren bulanan, bulan Februari di tahun ini pada umumnya memiliki penerimaan yang akan lebih rendah dibandingkan dengan penerimaan di bulan Januari, sebab pada bulan lalu disokong oleh penerimaan lain seperti libur nataru atau libur Natal dan Tahun Baru.

Antara penerimaan pajak yang paling besar di bulan Februari ini adalah dari PPh atau pajak penghasilan non migas, yang mana catatan realisasinya adalah sejumlah rp147,26 triliun atau kurang lebih sebesar 13,85% dari target anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). Sedangkan untuk PPN atau pajak pertambahan nilai dan PPnBM atau pajak penjualan atas barang mewahnya tercatat menyumbang penerimaan sejumlah Rp108,48 triliun atau sekitar 13,37 persen dari target. Untuk penerimaan pajak yang lain seperti PBB atau pajak bumi bangunan dan pajak yang lainnya, telah tercatat penerimaannya adalah sebesar rp2,02 triliun atau sekitar mencapai 5,37% dari target.

Baca Juga: UKM dan UMKM, Dua Jenis Bisnis dengan Pengenaan Pajak Berbeda

Sedangkan untuk pajak penghasilan yang berasal dari Migas sudah terealisasi sebesar rp11,25 triliun atau telah mencapai 14,73% dari targetnya. Berikut ini adalah berbagai faktor yang mempengaruhi penerimaan pajak penghasilan non migas, antara lain:

Tingkat penghasilan

Tingkat penghasilan perusahaan atau individu secara langsung akan memiliki dampak pada jumlah pajak penghasilan yang harus disetorkan. Semakin tingginya penghasilan maka akan semakin banyak potensi pajak penghasilan yang akan didapatkan oleh DJP.

Pertumbuhan ekonomi pesat

Peningkatan Aktivitas bisnis dan pendapatan masyarakat tentu saja dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi yang kuat. Sehingga, nantinya akan berujung pada peningkatan penerimaan pajak penghasilan.

Investasi dan pembangunan infrastruktur

Pertumbuhan berbagai sektor ekonomi tertentu pastinya didorong oleh investasi yang meningkat dan pengembangan infrastruktur. Tentu saja kedua hal tersebut mempunyai kontribusi yang besar pada peningkatan pendapatan dan penerimaan pajak penghasilan.

Selain ketiga hal yang telah disebutkan, kondisi pasar tenaga kerja, kebijakan pajak, dan kepatuhan pajak dari wajib pajak juga berpengaruh terhadap penerimaan PPH non migas yang mendominasi di Bulan Februari Tahun 2024.

Untuk menjadi seorang ahli pajak, Anda harus memiliki pengetahuan mendalam terkait pajak. Dan salah satunya adalah dengan mengikuti Brevet pajak. Tax Academy adalah tempat yang tepat untuk Anda memulainya. Karena di tempat ini merupakan langkah tangga pertama kesuksesan Anda sebagai seorang Expert di bidang industri perpajakan.

Tax Academy menawarkan metode pembelajaran yang mudah dan memiliki jaringan profesional. Beberapa metode tersebut diantaranya adalah Video Learning, Interactive Learning, dan juga Hybrid Learning. Akademi perpajakan yang satu ini dikelola oleh profesional dari WiN Partners yang mengelola berbagai bidang pajak dengan kantornya di Surakarta, Medan dan juga Batam. Hubungi kami sekarang juga untuk Anda yang ingin mengikuti Brevet pajak dan menjadi Expert di bidang pajak.

Tingkatkan Peluang Karir dengan Training Perpajakan untuk Nilai Plus Melamar Pekerjaan

Tingkatkan Peluang Karir dengan Training Perpajakan untuk Nilai Plus Melamar Pekerjaan

Training Pajak – Dalam dunia bisnis dan keuangan, pemahaman yang baik mengenai pajak menjadi semakin penting. Mengikuti pelatihan perpajakan dapat menjadi langkah strategis bagi individu yang ingin memperluas pengetahuan, meningkatkan keterampilan, dan meningkatkan peluang karir.

Training pajak akan memberikan benefit yang cukup luas bagi Anda dalam berkarir, dengan mengikuti training pajak dan mendapatkan sertifikat brevet, maka dapat menjadikan Anda sebagai salah satu pelamar pekerjaan dengan nilai plus, selain itu juga dapat memungkinkan Anda untuk berkarir dalam dunia perpajakan sebagai seorang konsultan pajak. Kali ini pada pembahasan tentang training pajak, kita akan mengeksplorasi bagaimana mengikuti pelatihan perpajakan dapat memberi nilai tambah pada lamaran kerja.

Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan

Keikutsertaan dalam pelatihan perpajakan memberikan kesempatan untuk memperluas pengetahuan tentang peraturan dan kebijakan perpajakan yang berlaku. Peserta pelatihan akan mempelajari berbagai aspek perpajakan, antara lain pajak penghasilan, pajak penjualan, dan perpajakan internasional. Mereka juga akan memperoleh keterampilan analitis yang diperlukan untuk menafsirkan undang-undang perpajakan dan menerapkannya pada situasi bisnis yang berbeda.

Mendapatkan Sertifikasi dan Kredensial

Tergantung pada jenis pelatihan yang diikuti, peserta dapat memperoleh sertifikasi dan kredensial yang diakui di bidang perpajakan. Sertifikasi seperti Certified Tax Consultant (CTC) atau Certified Tax Professional (CTP) dapat meningkatkan kredibilitas dan kepercayaan diri seseorang ketika melamar pekerjaan di bidang perpajakan. Pengakuan resmi ini juga dapat membuka pintu peluang kerja yang lebih baik dan karir yang lebih maju.

Perluas Jaringan Profesional Anda

Pelatihan perpajakan seringkali menarik peserta dari berbagai latar belakang industri dan perusahaan. Hal ini menciptakan peluang untuk memperluas jaringan profesional Anda, bertukar pengalaman dan belajar dari praktisi perpajakan lainnya. Memiliki jaringan yang kuat di industri perpajakan dapat membantu seseorang menemukan peluang kerja dan memperoleh dukungan profesional.

Menunjukkan Komitmen Terhadap Pengembangan Karir

Keikutsertaan dalam pelatihan perpajakan juga menunjukkan komitmen seseorang dalam mengembangkan karirnya di bidang perpajakan. Hal ini menunjukkan kepada calon pemberi kerja bahwa mereka mempunyai minat yang kuat terhadap bidang ini dan siap menginvestasikan waktu dan tenaga untuk meningkatkan keterampilan mereka. Menunjukkan komitmen seperti ini dapat meningkatkan nilai tambah seseorang dalam proses rekrutmen.

Baca Juga: Membangun Kualitas Profesional Perpajakan Melalui Akademi Perpajakan

Memahami Tantangan dan Peluang Saat Ini

Pendidikan perpajakan sering kali mencakup pembaruan terkini mengenai undang-undang perpajakan, perubahan kebijakan, dan tren industri. Dengan memahami tantangan dan peluang perpajakan saat ini, seseorang dapat lebih siap menghadapi tantangan lingkungan kerja yang berubah dengan cepat. Pengetahuan ini juga dapat memberi Anda keunggulan kompetitif dalam wawancara kerja dan dalam melakukan tugas sehari-hari.

Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah

Training perpajakan melibatkan analisis mendalam mengenai permasalahan perpajakan dan pengembangan strategi untuk mengatasinya. Ini membantu mengembangkan keterampilan pemecahan masalah yang penting dalam peran perpajakan. Kemampuan untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan permasalahan perpajakan yang kompleks dapat menjadi aset berharga bagi karyawan, terutama pada posisi yang memerlukan pengambilan keputusan yang cepat dan tepat.

Mengikuti training perpajakan dapat memberikan banyak nilai tambah ketika melamar pekerjaan di berbagai industri dan perusahaan. Dari pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh hingga sertifikasi yang diakui dan jaringan profesional yang luas, pendidikan perpajakan membantu mempersiapkan individu untuk sukses dalam karir perpajakan. Dengan menginvestasikan waktu dan tenaga dalam pelatihan ini, seseorang dapat meningkatkan peluangnya untuk mendapatkan pekerjaan yang diinginkannya dan membangun karir yang sukses di bidang perpajakan.

Untuk menjadi seorang ahli pajak, Anda harus memiliki pengetahuan mendalam terkait pajak. Dan salah satunya adalah dengan mengikuti Training Pajak. Tax Academy adalah tempat yang tepat untuk Anda memulainya. Karena di tempat ini merupakan langkah tangga pertama kesuksesan Anda sebagai seorang Expert di bidang industri perpajakan.

Tax Academy menawarkan metode pembelajaran yang mudah dan memiliki jaringan profesional. Beberapa metode tersebut diantaranya adalah Video Learning, Interactive Learning, dan juga Hybrid Learning. Akademi perpajakan yang satu ini dikelola oleh profesional dari WiN Partners yang mengelola berbagai bidang pajak dengan kantornya di Surakarta, Medan dan juga Batam. Hubungi kami sekarang juga untuk Anda yang ingin mengikuti Training Pajak dan menjadi Expert di bidang pajak.