Bisakah Magang di DJP? Simak Cara Mengajukan Permohonan Hingga Sertifikat Penunjangnya

Bisakah Magang di DJP? Simak Cara Mengajukan Permohonan Hingga Sertifikat Penunjangnya

Pelatihan Pajak – Tidak jarang para mahasiswa maupun fresh graduate melontarkan pertanyaan seputar bagaimana cara untuk melakukan pengajuan permohonan magang di DJP atau Direktorat Jenderal Pajak. Seperti yang telah diketahui, bahwa ketika mengajukan permohonan magang di Direktorat Jenderal Pajak maka sudah tidak lagi diajukan secara langsung ke berbagai unit kerja Direktorat Jenderal Pajak, namun secara langsung bisa diajukan secara terpusat Kemenkeu.

Tentu saja Anda bisa mengikuti pelatihan pajak terlebih dahulu sebagai bekal Anda akan magang di DJP, bahkan dengan sertifikat yang didapatkan Anda bisa menambah value diri Anda dibandingkan dengan calon pemagang yang lainnya.

Pada awalnya, permohonan magang biasanya diajukan dengan cara manual melalui email atau surel. Namun pada saat ini sudah tidak lagi memanfaatkan email, namun dengan secara langsung melakukan permohonan secara online pada laman resmi Kemenkeu, yaitu magang.kemenkeu.go.id. Magang di Kemenkeu pastinya akan tergantung dengan formasi yang tersedia pada setiap unitnya, sehingga pembukaan magang di Kemenkeu ini ada periodenya, tidak setiap saat kementerian keuangan akan menerima pekerja magang.

Bagaimana Cara Mengajukan Permohonannya?

Dengan mendaftar secara online, maka calon pekerja magang tidak perlu lagi untuk membuat dan melakukan pengiriman surat permohonan secara manual, karena semua telah tersedia pada website tersebut. Berikut ini adalah alur pendaftaran magang di DJP, antara lain:

  • Membuka situs website magang.Kemenkeu.go.id
  • Melakukan registrasi secara online dengan melakukan klik pada bagian “Daftar”
  • Melakukan pengisian data diri dengan benar dan tepat
  • Mengaktifkan akun melalui email yang didaftarkan sebelumnya, sehingga penting untuk memastikan bahwa alamat email Anda sudah benar
  • Kembali login dengan memasukkan username dan password. Lalu, setelah login akan muncul laman “List Usulan Magang”. Kemudian, Anda bisa melakukan klik pada bagian “Daftar Magang”. Apabila tidak sedang pada masa periode pembukaan magang, maka tidak ada bagian tersebut dalam websitenya
  • Melakukan input data magang dan mengunggah berbagai berkas yang diperlukan
  • Memilih unit tujuan magang yang mana maksimal adalah 2 unit.

Baca Juga: Lapor SPT Tahunan Pakai NIK Sudah Bisa? Simak Bagaimana Caranya

Misalnya saja jika calon pekerja magang ingin magang pada unit vertikal eselon III, seperti KPP (Kantor Pelayanan Pajak) Pratama Bogor, maka calon pekerja magang harus mengetahui nama unit eselon dari kantor tersebut.

  • Unit Eselon I adalah DJP (Direktorat Jenderal Pajak)
  • Unit Eselon II adalah Kantor Wilayah Dirjen Pajak Jawa Barat III
  • Unit Eselon III adalah Kantor Pelayanan Pajak Pratama Bogor

Jika calon pemegang memilih tempat magang selanjutnya adalah Kantor Pelayanan Pajak Pratama Ciawi, maka:

  • Unit Eselon I adalah DJP (Direktorat Jenderal Pajak)
  • Unit Eselon II adalah Kantor Wilayah Dirjen Pajak Jawa Barat III
  • Unit Eselon III adalah Kantor Pelayanan Pajak Pratama Ciawi

Tahap selanjutnya dari setelah memilih tempat magang adalah dengan melakukan klik pada bagian “Kirim Data”. Tetapi, sebelumnya penting untuk calon pemegang diminta melakukan persetujuan Pakta integritas sebagai langkah akhir dalam proses pengajuan magang secara online.

Kemudian pendaftaran untuk permohonan magang akan diproses sesuai dengan kebijakan tersebut dikabulkan, maka pengumuman terhadap Seleksi Penerimaan magang dengan serentak pada website resmi tersebut. Sekedar catatan, bahwa Anda bisa mengikuti pelatihan pajak yang mana nantinya Anda akan memperoleh sertifikat brevet pajak. Karena biasanya sertifikat akan dilampirkan pada dokumen yang wajib dipersiapkan saat mengajukan permohonan magang. Sertifikat seperti ini pastinya akan menjadi nilai plus bagi diri Anda, karena dinilai lebih siap untuk menjadi bagian dari Direktorat Jenderal Pajak.

Untuk menjadi seorang ahli pajak, Anda harus memiliki pengetahuan mendalam terkait pajak. Dan salah satunya adalah dengan mengikuti pelatihan pajak. Tax Academy adalah tempat yang tepat untuk Anda memulainya. Karena di tempat ini merupakan langkah tangga pertama kesuksesan Anda sebagai seorang Expert di bidang industri perpajakan.

Tax Academy menawarkan metode pembelajaran yang mudah dan memiliki jaringan profesional. Beberapa metode tersebut diantaranya adalah Video Learning, Interactive Learning, dan juga Hybrid Learning. Akademi perpajakan yang satu ini dikelola oleh profesional dari WiN Partners yang mengelola berbagai bidang pajak dengan kantornya di Surakarta, Medan dan juga Batam. Hubungi kami sekarang juga untuk Anda yang ingin mengikuti pelatihan pajak dan menjadi Expert di bidang pajak.

Yuk Ketahui Bagaimana Peran Sertifikat Brevet untuk Dunia Kerja

Yuk Ketahui Bagaimana Peran Sertifikat Brevet untuk Dunia Kerja

Brevet Pajak – Sertifikat brevet pajak mungkin tidak terlihat penting jika digunakan ketika melamar pekerjaan, namun mungkin bermanfaat bagi beberapa kandidat dalam keadaan tertentu. Dengan mempunyai sertifikat brevet pajak Anda akan mendapatkan nilai plus dalam segi wawasan terkait dengan peraturan perpajakan di Indonesia. Istilah “brevet pajak” dapat merujuk pada berbagai sertifikat atau dokumen, termasuk Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) atau surat izin pajak.

Namun, tidak semua pemberi kerja memerlukan sertifikat brevet pajak saat proses perekrutan. Jika Anda merasa para pemberi kerja akan memintanya, ada baiknya Anda bersiap dengan mendapatkan dokumen yang diperlukan. Anda bisa dengan mengikuti pelatihan pajak atau tax academy yang saat ini sudah banyak tersedia di kampus-kampus ternama seluruh Indonesia.

Ingatlah bahwa meskipun sertifikat brevet pajak mungkin tidak sangat diperlukan, penting untuk menjaga keakuratan catatan informasi pajak Anda untuk memastikan kepatuhan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku. Keuntungan mengikuti brevet pajak antara lain:

Kepatuhan terhadap peraturan perpajakan

Dengan mematuhi brevet perpajakan, individu dan badan usaha memastikan bahwa mereka mematuhi undang-undang, peraturan, dan tenggat waktu perpajakan yang berlaku. Hal ini membantu mencegah hukuman, denda, dan masalah hukum terkait ketidakpatuhan pajak.

Ketenangan pikiran

Mengetahui bahwa Anda mengikuti brevet pajak akan menanamkan rasa ketenangan pikiran, terutama bagi individu dengan situasi perpajakan yang kompleks. Hal ini memungkinkan Anda untuk fokus pada tujuan bisnis atau karier Anda tanpa khawatir tentang potensi masalah pajak.

Menghindari audit

Mengikuti brevet pajak meningkatkan kemungkinan bahwa pengembalian pajak Anda akan diterima tanpa masalah, sehingga mengurangi risiko audit. Audit dapat memakan waktu dan mahal, jadi sebaiknya hindari audit jika memungkinkan.

Menyederhanakan pengajuan pajak

Brevet pajak memberikan kerangka kerja untuk mengatur dan mendokumentasikan transaksi keuangan, sehingga pengajuan pajak menjadi lebih mudah dan lugas. Hal ini dapat menghemat waktu dan tenaga Anda dalam persiapan dan pengajuan pajak.

Peningkatan reputasi

Dengan mematuhi brevet perpajakan, Anda menunjukkan kepada klien, investor, dan mitra bisnis bahwa Anda menganggap serius kewajiban perpajakan Anda. Hal ini dapat membantu membangun kepercayaan dan memperkuat hubungan dengan pemangku kepentingan utama.

Baca Juga: Mengetahui Penghindaran Pajak dengan Perencanaan Pajak

Mengikuti pelatihan akan memberikan materi pemahaman terkait perpajakan yang mendalam, dalam pelatihan ini Anda akan mengetahui tingkatan sertifikat brevet yang nantinya akan di dapat pada saat mengikuti brevet pajak ini, berikut adalah mungkin beberapa materi yang akan dipelajari ketika mengikuti saat mencari sertifikat bervet pajak.

Undang-undang dan peraturan perpajakan Anda akan memperoleh pemahaman mendalam tentang berbagai undang-undang dan peraturan perpajakan di tingkat federal, negara bagian, dan lokal. Pengetahuan ini akan memungkinkan Anda menavigasi skenario perpajakan yang kompleks dengan percaya diri.

Perencanaan dan optimalisasi pajak, Anda akan belajar cara membuat strategi hemat pajak untuk individu dan bisnis, seperti meminimalkan kewajiban pajak, memaksimalkan pemotongan, dan mengelola aliran pendapatan.

Kepatuhan perpajakan, Anda akan mempelajari cara memastikan kepatuhan terhadap berbagai undang-undang dan peraturan perpajakan, yang mencakup selalu mengetahui perubahan kebijakan dan peraturan perpajakan serta melaporkan penghasilan kena pajak secara akurat.

Akuntansi dan pembukuan, Pemahaman Anda tentang akuntansi keuangan dan keterampilan pembukuan akan ditingkatkan, memungkinkan Anda menyiapkan pengembalian pajak yang akurat dan memelihara catatan keuangan yang akurat. Apalagi jika Anda termasuk lulusan dari sekolah atau perguruan tinggi dengan lulusan akuntansi, pastinya untuk hal ini akan terasa lebih mudah bagi Anda.

Manajemen risiko, Anda akan mempelajari cara mengidentifikasi dan mengelola potensi risiko perpajakan, seperti eksposur audit, penyelesaian kontroversi perpajakan, dan kepatuhan terhadap peraturan perpajakan internasional. Yang terakhir yaitu standar etika dan profesional, Brevet perpajakan akan memperkuat pentingnya perilaku etis dan standar profesional di bidang perpajakan, memastikan bahwa Anda berperilaku dengan integritas dan kompetensi.

Untuk menjadi seorang ahli pajak, Anda harus memiliki pengetahuan mendalam terkait pajak. Dan salah satunya adalah dengan mengikuti Brevet pajak. Tax Academy adalah tempat yang tepat untuk Anda memulainya. Karena di tempat ini merupakan langkah tangga pertama kesuksesan Anda sebagai seorang Expert di bidang industri perpajakan.

Tax Academy menawarkan metode pembelajaran yang mudah dan memiliki jaringan profesional. Beberapa metode tersebut diantaranya adalah Video Learning, Interactive Learning, dan juga Hybrid Learning. Akademi perpajakan yang satu ini dikelola oleh profesional dari WiN Partners yang mengelola berbagai bidang pajak dengan kantornya di Surakarta, Medan dan juga Batam. Hubungi kami sekarang juga untuk Anda yang ingin mengikuti Brevet pajak dan menjadi Expert di bidang pajak.

Lapor SPT Tahunan Pakai NIK Sudah Bisa? Simak Bagaimana Caranya

Lapor SPT Tahunan Pakai NIK Sudah Bisa? Simak Bagaimana Caranya

Training pajak akan sangat tepat diikuti oleh anda yang ingin memiliki segudang pengetahuan mengenai ketentuan perundang-undangan pajak. Biasanya, training pajak diikuti oleh orang-orang yang ingin bekerja di dunia perpajakan seperti ahli pajak maupun staff pajak pada suatu perusahaan. Apabila ingin bekerja di dunia perpajakan tentunya Anda harus mengetahui juga berbagai berita perpajakan yang sedang diperbincangkan. Seperti halnya pada saat ini, pastinya sudah mendekati batas waktu untuk Akhir Masa penyampaian SPT tahunan tahun 2023. Baik itu untuk wajib pajak badan maupun Wajib Pajak Orang Pribadi, pada saat ini keduanya bisa dilakukan dengan mudah.

Penyampaian Surat Pemberitahuan Tahunan tahun 2023 tersebut, dapat dilakukan dengan cara melakukan pengisian laporan pajak secara online atau digital, tanpa harus datang secara langsung ke KPP atau Kantor Pelayanan Pajak. Tentu saja ini menjadi kewajiban dari WNI atau warga negara Indonesia yang sudah mempunyai NPWP untuk melakukan penyampaian SPT pajak penghasilan setiap tahunnya. Untuk batas waktu penyampaian Surat Pemberitahuan Tahunan bagi Wajib Pajak Orang Pribadi setiap tahunnya pasti memiliki tenggat waktu yang sama, yaitu pada 31 Maret, Sedangkan untuk wajib pajak badan batas waktunya adalah 30 April pada tahun pajak berikutnya.

Sehingga, sekarang pastinya mendekati batas waktu untuk pelaporan SPT tahunan 2023. Data yang dimiliki oleh DJP atau Direktorat Jenderal Pajak Kemenkeu mencatat bahwa terdapat sebanyak 5,4 satu juta wajib pajak yang sudah melakukan pelaporan Surat Pemberitahuan Tahunan hingga tanggal 28 Februari 2024. Dalam rinciannya, ada sekitar 5,24 juta Surat Pemberitahuan dari Wajib Pajak Orang Pribadi dan sejumlah 166.260 Surat Pemberitahuan dari wajib pajak badan. Perbedaan dengan tahun yang sebelumnya, bahwa DJP ini memberikan target pada pertengahan tahun 2024 agar wajib pajak telah sepenuhnya melakukan implementasi pemadanan NIK atau nomor induk kependudukan menjadi Nomor Pokok Wajib Pajak.

Bagaimana Cara Lapor SPT Tahunan Secara Online dengan NIK?

Tentu saja ketentuan terhadap pemadaman NIK menjadi NPWP tersebut adalah bagian dari kebijakan UU No. 7 Tahun 2021, juga beserta kebijakan turunan dalam Peraturan Presiden No. 83 tahun 2021 dan PMK No.112 Tahun 2022.  Supaya bisa membantu para wajib pajak untuk menyampaikan Surat Pemberitahuan Tahunannya, Berikut ini adalah beberapa langkah yang harus dilakukan untuk mengakses website Direktorat Jenderal Pajak online dengan memakai NIK.

  • Membuka website pajak.go.id
  • Memasukkan Nomor Pokok Wajib Pajak dan kata sandi yang sudah disediakan
  • Melakukan pengisian kode keamanan seperti halnya yang telah tertulis pada halaman login

Baca Juga: Pentingnya Mengetahui dan Memahami Pajak Iklan

  • Setelah berhasil masuk, Anda bisa melakukan pengubahan data pribadi dengan melakukan klik pada bagian “Profil”
  • Anda selanjutnya harus melakukan perlengkapan berbagai data yang diminta pada halaman profil seperti halnya informasi terkini yang anda miliki
  • Apabila sudah selesai, maka anda bisa melakukan klik pada bagian “Ubah Data”
  • Bagian “Data Utama”, apabila status validitasnya harus dimutakhirkan, maka anda perlu melakukan validasi dengan memasukkan nomor induk kependudukan pada kolom yang telah tersedia
  • Apabila nomor induk kependudukan telah valid, maka anda akan memperoleh pemberitahuan bahwa data sudah ditemukan dan terverifikasi
  • Terakhir yang perlu Anda lakukan adalah dengan klik bagian “Ubah Profil” dan mengikuti petunjuk selanjutnya

Tentu saja informasi seperti ini sangat penting dimiliki untuk orang-orang yang akan bekerja di dunia perpajakan. Selain itu, Anda bisa mendapatkan berbagai materi kebijakan perpajakan dengan mengikuti training pajak.

Untuk menjadi seorang ahli pajak, Anda harus memiliki pengetahuan mendalam terkait pajak. Dan salah satunya adalah dengan mengikuti training pajak. Tax Academy adalah tempat yang tepat untuk Anda memulainya. Karena di tempat ini merupakan langkah tangga pertama kesuksesan Anda sebagai seorang Expert di bidang industri perpajakan.

Tax Academy menawarkan metode pembelajaran yang mudah dan memiliki jaringan profesional. Beberapa metode tersebut diantaranya adalah Video Learning, Interactive Learning, dan juga Hybrid Learning. Akademi perpajakan yang satu ini dikelola oleh profesional dari WiN Partners yang mengelola berbagai bidang pajak dengan kantornya di Surakarta, Medan dan juga Batam. Hubungi kami sekarang juga untuk Anda yang ingin mengikuti training pajak dan menjadi Expert di bidang pajak.

Mengetahui Penghindaran Pajak dengan Perencanaan Pajak

Mengetahui Penghindaran Pajak dengan Perencanaan Pajak

Pelatihan Pajak – Perencanaan pajak merupakan langkah awal dalam pengelolaan pajak. Pengelolaan perpajakan sendiri merupakan sarana untuk memenuhi kewajiban perpajakan dengan benar, namun besarnya pajak yang dibayarkan dapat ditekan seminimal mungkin untuk memperoleh keuntungan dan likuiditas yang diharapkan. Perencanaan pajak yang agresif sangat berbahaya dan dapat mengikis basis pajak. Perihal perpajakan memang sangat membutuhkan pengetahuan yang cukup luas karena mengetahui jika peraturan serta ketentuan terkait perpajakan di Indonesia ini sangatlah rumit, dengan mengikuti pelatihan pajak inilah yang dapat membantu kita dalam memperdalam tentang sistem perpajakan di Indonesia.

Sistem perpajakan di Indonesia yang sekarang digunakan merupakan pengembangan dari sistem yang semula dilakukan sejak berkembangnya industri manufaktur. Untuk kepastian hukum baik bagi Wajib Pajak maupun pemerintah, ketentuan mengenai perencanaan pajak, penghindaran pajak, dan anti penghindaran pajak berbentuk Khusus. Aturan Penghindaran (SAAR) dan Aturan Anti Penghindaran Umum (GAAR) harus jelas dan rinci dalam ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan, baik ketentuan formil, yang berkaitan dengan sanksi, maupun dalam ketentuan materiil.

Dalam peraturan perundang-undangan perpajakan Indonesia saat ini, belum ada definisi yang jelas mengenai perencanaan pajak, perencanaan pajak agresif, penghindaran pajak yang dapat diterima, dan penghindaran pajak yang tidak dapat diterima. Sehingga dalam praktiknya sering menimbulkan perbedaan penafsiran antara wajib pajak dan petugas pajak. Dari sudut pandang Wajib Pajak tentu akan beralasan bahwa selama skema penghindaran pajak yang mereka lakukan tidak dilarang dalam peraturan perundang-undangan perpajakan, maka hal tersebut tentu dianggap sah.

Di sisi lain, pemerintah tentu juga berkepentingan agar tidak ada ketentuan pajak yang disalahgunakan oleh wajib pajak untuk tujuan perpajakan semata yang merugikan pendapatan negara. Oleh karena itu demi kepastian hukum baik bagi wajib pajak maupun pemerintah maka ketentuan mengenai perencanaan pajak, penghindaran pajak, dan anti penghindaran pajak berupa Spesifik Hindaran Rule (SAAR) dan General Anti Dodgence Rule (GAAR) harus dituangkan secara jelas dan rinci dalam ketentuan pajak. peraturan perundang-undangan, baik ketentuan formal yang berkaitan dengan sanksi, maupun ketentuan materiil.

Baca Juga: Ketahui Lebih Dalam Dasar Perpajakan Sebelum Mengikuti Training Pajak

Jenis perencanaan pajak dapat dibagi sebagai berikut.

  • Perencanaan Pajak Dalam Negeri (National Tax Planning). Perencanaan pajak nasional hanya membuahkan hasil yang memperhatikan Undang-Undang dalam negeri, dilakukan atau tidaknya suatu transaksi pemilu secara nasional.
  • Perencanaan pajak tergantung transaksinya, artinya untuk menghindari/mengurangi pajak, wajib pajak bisa, memilih jenis transaksi apa yang harus dilakukan sesuai dengan peraturan perpajakan yang ada, misalnya akan dikenakan tarif pajak khusus final atau tidak
  • Perencanaan Pajak Internasional, perencanaan pajak internasional selain memperhatikan hukum dalam negeri juga harus memperhatikan hukum atau perjanjian pajak dari negara tersebut terlibat.

Perencanaan pajak (tax perencanaan) mengacu pada proses kebalikan dan transaksi bisnis. Wajib Pajak perlu engetahui bahwa utang pajaknya berjumlah minimal, namun masih dalam kerangka peraturan perpajakan. Perencanaan pajak juga dapat diartikan sebagai perencanaan pemenuhan kewajiban perpajakan secara lengkap, benar dan tepat waktu agar dapat menghindari pemborosan sumber daya secara optimal.

Pengelolaan perpajakan sendiri merupakan sarana untuk memenuhi kewajiban perpajakan dengan benar, namun besarnya pajak yang dibayarkan dapat ditekan seminimal mungkin untuk memperoleh keuntungan dan likuiditas yang diharapkan.

Langkah selanjutnya adalah pelaksanaan pelaksanaan perpajakan dan pengendalian pajak. Pada tahap perencanaan perpajakan ini dilakukan pengumpulan dan penelitian terhadap peraturan perpajakan. Tujuannya agar bisa memilih jenis tindakan apa yang dapat penghematan pajak yang akan dilakukan. Secara umum penekanan pada perencanaan pajak adalah meminimalkan kewajiban perpajakan.

Untuk menjadi seorang ahli pajak, Anda harus memiliki pengetahuan mendalam terkait pajak. Dan salah satunya adalah dengan mengikuti Pelatihan Pajak. Tax Academy adalah tempat yang tepat untuk Anda memulainya. Karena di tempat ini merupakan langkah tangga pertama kesuksesan Anda sebagai seorang Expert di bidang industri perpajakan.

Tax Academy menawarkan metode pembelajaran yang mudah dan memiliki jaringan profesional. Beberapa metode tersebut diantaranya adalah Video Learning, Interactive Learning, dan juga Hybrid Learning. Akademi perpajakan yang satu ini dikelola oleh profesional dari WiN Partners yang mengelola berbagai bidang pajak dengan kantornya di Surakarta, Medan dan juga Batam. Hubungi kami sekarang juga untuk Anda yang ingin mengikuti Pelatihan Pajak dan menjadi Expert di bidang pajak.

Pentingnya Mengetahui dan Memahami Pajak Iklan

Pentingnya Mengetahui dan Memahami Pajak Iklan

Mengikuti kursus pajak akan sangat bermanfaat bagi Anda yang ingin memiliki pengetahuan dalam kebijakan perundang-undangan pajak. Kursus pajak akan sangat membantu anda karena anda akan diberikan begitu banyak materi seputar perpajakan dasar hingga perpajakan lanjutan. Tentunya sebagai calon ahli pajak atau seseorang yang terjun secara langsung ke dunia perpajakan, sangat penting untuk mengetahui berbagai ketentuan yang berlaku, seperti yang akan dibahas dalam ulasan berikut ini, yaitu mengenai pajak iklan. Apakah anda sudah tahu ternyata iklan juga dikenakan pajak?

Tentu saja kita tidak pernah lepas dari sebuah iklan dalam kegiatan sehari-hari. Baik itu iklan yang berasal dari Media elektronik atau juga berasal dari media cetak, seperti ketika mendengarkan radio, menonton televisi, iklan di sosial media, dan membaca artikel pada portal berita. Hal tersebut menjadi sebab dari banyaknya pelaku bisnis atau pengusaha yang mempergunakan iklan untuk mengenalkan dan memasarkan produk maupun jasa mereka. Tentu saja tujuan untuk beriklan ini adalah bisa menarik masyarakat supaya ingin melakukan pembelian terhadap produk maupun jasa yang ditawarkan oleh pelaku bisnis tersebut.

Baik perusahaan maupun individu yang ingin membuat atau beriklan, maka bisa secara langsung untuk melakukan promosi atas produk atau jasanya. Tetapi, bisa juga dengan campur tangan pihak ketiga yang mana dalam konteks ini adalah perusahaan periklanan atau yang seringkali disebut dengan PH (production house). Selain perlunya pemilihan iklan yang tepat, baik perusahaan maupun individu juga penting untuk memahami dan mengetahui tentang pajak iklan supaya bisa beriklan dengan baik dan tenang.

Mengapa Penting Memahami Pajak Iklan?

Baik bagi para wajib pajak maupun seseorang yang akan bekerja di bidang perpajakan, penting untuk mengetahui pajak iklan karena dibutuhkan dan berkaitan dengan besarnya budget yang akan dikeluarkan.Beriklan pastinya memerlukan budget yang sangat besar, sebab media untuk tempat pemasangan iklan pastinya menetapkan harga yang sebanding dan cukup tinggi dengan paparan atau manfaat yang akan didapatkan nantinya. Terlebih, belum lagi untuk melakukan pembuatan iklan ini umumnya akan memperlibatkan production house atau perusahaan periklanan yang anggarannya pasti besar.

Pajak Iklan

Pajak iklan berarti bahwa tanggungan wajib pajak yang dibebankan pada perusahaan maupun orang pribadi terhadap penyelenggaraan iklan yang dilakukan. Namun, tidak semua orang Mengetahui berbagai jenis pajak iklan dan seperti apa tarif yang akan dikenakan terhadap pajak iklan tersebut.

Baca Juga: Sudah Tahu Batasan PTKP Tahun 2024 untuk Wajib Pajak? Berikut Penjelasannya

Perlu diketahui, bahwa pajak iklan ini dibebankan pada badan usaha maupun orang pribadi yang menyelenggarakan iklan. Jika iklan ini dilakukan dengan cara langsung oleh badan usaha maupun orang pribadi, maka wajib pajak iklan merupakan badan usaha atau orang pribadi itu sendiri yang bersangkutan.

Sementara itu, apabila iklan di selenggarakan atau dilakukan oleh pihak ke-3, maka wajib pajak iklan tersebut adalah pihak ketiga yang menyelenggarakan iklan seperti perusahaan periklanan.

Berbagai Jenis Media untuk Iklan

Pastinya semua orang sudah tahu bahwa jenis atau bentuk dari iklan ini sangatlah beraneka macam. Dapat dipastikan bahwa pemilihan jenis media iklan akan mempengaruhi besarnya penghitungan anggaran yang dikeluarkan. Berikut ini adalah berbagai jenis iklan menurut media yang dipergunakan:

  • Media cetak
  • Media luar ruang atau luar gedung
  • Media elektronik
  • Media sosial
  • Media lainnya, seperti Media konvensional (kalender dan katalog, Serta media yang unik dan lebih menarik perhatian, biasanya mempunyai bentuk yang beragam, contohnya adalah boneka raksasa.

Untuk menjadi seorang ahli pajak, Anda harus memiliki pengetahuan mendalam terkait pajak. Dan salah satunya adalah dengan mengikuti kursus pajak. Tax Academy adalah tempat yang tepat untuk Anda memulainya. Karena di tempat ini merupakan langkah tangga pertama kesuksesan Anda sebagai seorang Expert di bidang industri perpajakan.

Tax Academy menawarkan metode pembelajaran yang mudah dan memiliki jaringan profesional. Beberapa metode tersebut diantaranya adalah Video Learning, Interactive Learning, dan juga Hybrid Learning. Akademi perpajakan yang satu ini dikelola oleh profesional dari WiN Partners yang mengelola berbagai bidang pajak dengan kantornya di Surakarta, Medan dan juga Batam. Hubungi kami sekarang juga untuk Anda yang ingin mengikuti kursus pajak dan menjadi Expert di bidang pajak.

Ketahui Lebih Dalam Dasar Perpajakan Sebelum Mengikuti Training Pajak

Ketahui Lebih Dalam Dasar Perpajakan Sebelum Mengikuti Training Pajak

Training Pajak – Perpajakan adalah pungutan atau pungutan yang dikenakan oleh pemerintah terhadap orang pribadi atau badan usaha untuk meningkatkan pendapatan. Bentuknya bisa bermacam-macam, seperti pajak penghasilan, pajak properti, pajak penjualan, dan pajak pertambahan nilai.

Pendapatan yang dihasilkan digunakan untuk mendanai layanan, program, dan inisiatif pemerintah. Usaha untuk mengenal lebih dalam terkait dunia perpajakan dalam berkarir salah satunya dengan mengikuti training pajak dengan mengikuti training pajak Anda akan mendapatkan sertifikat berupa sertifikat brevet mulai dari tingkatatan sertifikat brevet A-C.

Training perpajakan dapat memberikan banyak manfaat bagi individu dan organisasi, antara lain:

Kepatuhan terhadap undang-undang perpajakan: Pelatihan perpajakan dapat membantu individu dan organisasi memahami dan mematuhi undang-undang dan peraturan perpajakan yang kompleks di yurisdiksi mereka.

Penghindaran hukuman: Dengan memahami undang-undang dan peraturan perpajakan, individu dan organisasi dapat menghindari hukuman yang mahal karena ketidakpatuhan.

Perencanaan pajak yang lebih baik: Pelatihan perpajakan dapat membekali individu dan organisasi dengan pengetahuan dan alat untuk merencanakan keuangan mereka dan meminimalkan kewajiban pajak mereka.

Peningkatan pengelolaan keuangan: Memahami perpajakan dan dampaknya terhadap pengelolaan keuangan dapat membantu individu dan organisasi membuat keputusan yang tepat dan mengoptimalkan kinerja keuangan mereka.

Meningkatnya kesempatan kerja: Pemahaman yang kuat tentang perpajakan dapat membuat individu lebih mudah dipasarkan di mata pemberi kerja yang mencari kandidat dengan keterampilan dan pengetahuan terkait perpajakan.

Kemajuan karir: Pelatihan perpajakan dapat membekali individu dengan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk memajukan karir mereka, khususnya di bidang keuangan, akuntansi, atau peran yang berhubungan dengan perpajakan.

Peningkatan kredibilitas: Individu dan organisasi dengan pemahaman mendalam tentang perpajakan sering kali dianggap lebih kredibel dan dapat dipercaya oleh para pemangku kepentingan seperti klien, investor, dan lembaga pemerintah.

Saat kita mendalami seluk-beluk perpajakan, penting untuk dipahami bahwa perpajakan bukanlah persoalan yang kering dan birokratis. Faktanya, ini bisa menjadi bidang studi yang menarik dengan implikasi yang luas. Berikut ini gambaran singkat tentang apa itu perpajakan, mengapa perpajakan itu penting, dan beberapa konsep utama yang melingkupinya.

Baca Juga: Pemeriksaan dan Investigasi Pajak: Meningkatkan Kepatuhan dan Transparansi Keuangan

Tujuan perpajakan adalah untuk menghasilkan pendapatan bagi pemerintah. Pendapatan ini penting untuk menyediakan layanan publik, memelihara infrastruktur, dan mengatur berbagai sektor perekonomian. Tanpa pajak, pemerintah tidak akan mampu menyediakan layanan-layanan penting ini, dan akibatnya perekonomian mungkin akan terpuruk.

Perpajakan diberlakukan secara progresif, yang berarti bahwa hal ini berdampak pada individu dan dunia usaha sesuai dengan kemampuan mereka untuk membayar. Hal ini memastikan bahwa beban pajak didistribusikan secara relatif merata ke seluruh masyarakat.

Perpajakan dapat digunakan untuk mempengaruhi perilaku. Misalnya, pajak atas rokok dan alkohol dirancang untuk mengurangi konsumsi, sedangkan pajak atas emisi karbon bertujuan untuk mengurangi produksi gas rumah kaca.

Perpajakan dapat menjadi alat untuk mendistribusikan kembali kekayaan. Perpajakan progresif, dimana tarif pajak meningkat seiring dengan meningkatnya pendapatan, sering kali digunakan untuk menciptakan masyarakat yang lebih adil. Hal ini dapat membantu mengurangi ketimpangan pendapatan dan meningkatkan akses terhadap layanan penting bagi semua.

Perpajakan merupakan persoalan kompleks yang melibatkan berbagai tingkat pemerintahan, mulai dari organisasi lokal, nasional, hingga internasional. Hal ini memerlukan perencanaan, pelaksanaan, dan administrasi yang cermat untuk memastikan bahwa hal tersebut bermanfaat bagi masyarakat secara keseluruhan. perpajakan merupakan komponen penting dalam masyarakat, penting untuk menghasilkan pendapatan dan menyediakan layanan penting. Dampaknya terhadap perilaku dan distribusi kekayaan menjadikannya bidang studi yang menarik.

Untuk menjadi seorang ahli pajak, Anda harus memiliki pengetahuan mendalam terkait pajak. Dan salah satunya adalah dengan mengikuti Training Pajak. Tax Academy adalah tempat yang tepat untuk Anda memulainya. Karena di tempat ini merupakan langkah tangga pertama kesuksesan Anda sebagai seorang Expert di bidang industri perpajakan.

Tax Academy menawarkan metode pembelajaran yang mudah dan memiliki jaringan profesional. Beberapa metode tersebut diantaranya adalah Video Learning, Interactive Learning, dan juga Hybrid Learning. Akademi perpajakan yang satu ini dikelola oleh profesional dari WiN Partners yang mengelola berbagai bidang pajak dengan kantornya di Surakarta, Medan dan juga Batam. Hubungi kami sekarang juga untuk Anda yang ingin mengikuti Training Pajak dan menjadi Expert di bidang pajak.

Sudah Tahu Batasan PTKP Tahun 2024 untuk Wajib Pajak? Berikut Penjelasannya

Sudah Tahu Batasan PTKP Tahun 2024 untuk Wajib Pajak? Berikut Penjelasannya

Brevet Pajak – Sebagai seseorang akan bekerja di bidang perpajakan, baik menjadi konsultan pajak ataupun staff pajak pada sebuah perusahaan, wajib hukumnya bagi anda untuk mengetahui berbagai ketentuan perpajakan yang ada. Untuk itu, brevet pajak merupakan pilihan terbaik, sebab dengan mengikuti brevet pajak anda akan mendapatkan pengetahuan seputar kebijakan perundang-undangan pajak. Baik untuk wajib pajak perorangan maupun wajib pajak badan pastinya mempunyai kewajiban untuk melakukan pembayaran pajak, seperti salah satunya adalah PPh atau Pajak Penghasilan untuk para wajib pajak yang telah bekerja dan memperoleh pendapatan.

Kendati demikian, untuk para wajib pajak yang telah melakukan pemenuhan terhadap Beberapa syarat tertentu, maka penghasilan dari wajib pajak tidak akan termasuk sebagai Penghasilan Tidak Kena Pajak atau seringkali disebut dengan PTKP dan tidak diperhitungkan dari perpajakan. Apakah anda sudah tahu apa itu yang namanya Penghasilan Tidak Kena Pajak atau PTKP? Maka dari itu, ulasan Berikut ini akan membahas lebih lanjut tentang Apa itu ptkp dan berbagai fungsinya untuk wajib pajak.

Mengenal Apa itu PTKP

PTKP atau kepanjangan dari Penghasilan Tidak Kena Pajak ini, sederhananya adalah batasan angka tertentu dari penghasilan WP yang tidak dibebankan pajak. Penghasilan tidak kena pajak ini bisa diartikan sebagai dasar, untuk wajib pajak ketika melakukan perhitungan Pajak Penghasilan pasal 21 (PPh 21). Apabila penghasilan wajib pajak tidak lebih dari Penghasilan Tidak Kena Pajak atau PTKP, maka wajib pajak tersebut tidak akan dibebankan Pajak Penghasilan pasal 21. Begitu juga sebaliknya, apabila wajib pajak mempunyai penghasilan yang lebih dari Penghasilan Tidak Kena Pajak, maka dari penghasilan netonya yang telah dikurangi dengan PTKP tersebut akan menjadi dasar ketika wajib pajak memperhitungkan PPh 21-nya.

Apa Fungsi Penghasilan Tidak Kena Pajak?

Fungsi dari PTKP atau Penghasilan Tidak Kena Pajak ini adalah sebagai pengurang penghasilan neto dari wajib pajak saat memperhitungkan Pajak Penghasilan pasal 21. Pajak penghasilan pasal 21 ini adalah pengurang penghasilan yang nantinya akan disetorkan, Sehingga dalam konteks ini Penghasilan Tidak Kena Pajak dapat diartikan sebagai dasar untuk memperhitungkan Pajak Penghasilan pasal 21. Pemerintah memberikan ketetapan atas PTKP atau Penghasilan Tidak Kena Pajak untuk WP OP sejumlah Rp54 juta setiap tahun atau Rp4,5 juta untuk setiap bulannya. Tetapi, perlu diperhatikan bahwa nominal tersebut bukan merupakan batas dan masih bisa bertambah.

Baca Juga: Restitusi Pajak: Hak dan Prosedur untuk Pengembalian Kelebihan Bayar Pajak

Telah tercantum dalam UU No. 7 Tahun 2021 mengenai Peraturan Perpajakan Seragam (UU HPP), bahwa Penghasilan Tidak Kena Pajak pribadi masih terhitung sejumlah rp54 untuk setiap tahun, yang termasuk sebagai besaran Penghasilan Tidak Kena Pajak yang sama dengan yang telah diatur pada UU PPh atau Undang-Undang Pajak Penghasilan. Wajib pajak orang pribadi yang memiliki penghasilan bersih bulanan yang kurang dari Rp4,5 juta ini adalah kategori dari wajib pajak tidak efektif atau yang seringkali disebut dengan WP NE yang tidak perlu melakukan pelaporan SPT.

Tetapi, untuk wajib pajak yang penghasilan bluetooth tahunannya Lebih dari Rp54 juta, maka Penghasilan Tidak Kena Pajaknya akan dipotong dari penghasilan bruto tersebut, yang mana akan menghasilkan besaran dari PKP atau Penghasilan Kena Pajak. Penghasilan kena pajak tersebutlah yang nantinya dikenal menjadi dasar perhitungan PPh, dengan perhitungan progresif yang basisnya adalah lapisan tarif yang ditetapkan oleh pemerintah. Untuk membayar PPh hingga tahun 2024 juga masih menggunakan batasan Penghasilan Tidak Kena Pajak tersebut.

Untuk menjadi seorang ahli pajak, Anda harus memiliki pengetahuan mendalam terkait pajak. Dan salah satunya adalah dengan mengikuti brevet pajak. Tax Academy adalah tempat yang tepat untuk Anda memulainya. Karena di tempat ini merupakan langkah tangga pertama kesuksesan Anda sebagai seorang Expert di bidang industri perpajakan.

Tax Academy menawarkan metode pembelajaran yang mudah dan memiliki jaringan profesional. Beberapa metode tersebut diantaranya adalah Video Learning, Interactive Learning, dan juga Hybrid Learning. Akademi perpajakan yang satu ini dikelola oleh profesional dari WiN Partners yang mengelola berbagai bidang pajak dengan kantornya di Surakarta, Medan dan juga Batam. Hubungi kami sekarang juga untuk Anda yang ingin mengikuti brevet pajak dan menjadi Expert di bidang pajak.

Pemeriksaan dan Investigasi Pajak: Meningkatkan Kepatuhan dan Transparansi Keuangan

Pemeriksaan dan Investigasi Pajak: Meningkatkan Kepatuhan dan Transparansi Keuangan

Kursus Pajak – Pemeriksaan dan penyidikan pajak merupakan dua proses krusial yang dilakukan fiskus atau otoritas pajak untuk menjamin kepatuhan perpajakan dan integritas keuangan. Dalam dunia bisnis dan keuangan modern, kedua proses ini memainkan peran penting dalam memantau dan memastikan bahwa peraturan perpajakan dipatuhi dengan baik, dalam kursus pajak pemahaman ini sangat penting karena memiliki peran terhadap proses audit pajak serta dalam penyidikan pajak yang dilakukan oleh otoritas pajak, strategi ini adalah taktik yang digunakan untuk menanggapi dalam audit pajak.

Artikel ini akan membahas secara mendalam pemeriksaan dan investigasi pajak, serta bagaimana kedua proses ini berkontribusi terhadap transparansi dan kepatuhan pajak serta bagaimana peran penting audit pajak ini.

Pemeriksaan Pajak dan Menganalisis Kepatuhan Pajak Perusahaan

Audit pajak adalah proses di mana otoritas pajak atau auditor independen melakukan pemeriksaan mendalam terhadap catatan keuangan perusahaan untuk memverifikasi kepatuhan pajak. Tujuannya adalah untuk memastikan seluruh transaksi keuangan tercatat dengan baik dan pajak dibayarkan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Selain itu, pemeriksaan pajak bertujuan untuk menilai risiko perpajakan yang mungkin dihadapi suatu perusahaan.

Proses pemeriksaan pajak meliputi pemeriksaan dokumen keuangan, laporan pajak, dan prosedur perpajakan. Auditor akan menilai apakah perusahaan telah mematuhi peraturan perpajakan, mengidentifikasi potensi risiko atau penyimpangan, dan menentukan apakah perhitungan pajak perusahaan sudah akurat. Hasil audit dapat berdampak pada perbaikan proses perpajakan perusahaan dan memberikan rekomendasi untuk meminimalkan risiko perpajakan di masa depan.

Investigasi Perpajakan dalam Mengungkap Pelanggaran dan Penipuan Perpajakan

Meskipun pemeriksaan pajak bertujuan untuk menilai kepatuhan, pemeriksaan pajak lebih bersifat investigatif dan dilakukan ketika pelanggaran atau penipuan perpajakan terungkap. Otoritas pajak atau lembaga investigasi pajak dapat menyelidiki perusahaan atau individu yang diduga melakukan tindakan ilegal, seperti penghindaran pajak, penipuan pajak, atau penyimpangan lainnya.

Proses investigasi pajak melibatkan pengumpulan bukti, wawancara, dan pemeriksaan keuangan dan transaksi mencurigakan. Investigasi ini dapat mengakibatkan sanksi hukum, denda, atau tindakan hukum lainnya terhadap pelanggarnya. Tujuan utama investigasi perpajakan adalah untuk mengungkap praktik-praktik yang merugikan perekonomian dan menjaga integritas sistem perpajakan.

Baca Juga: Brevet Pajak: Mengenai e-Filling Pajak

Transparansi dan Kepatuhan dan Dampak Positif Pemeriksaan dan Penyidikan Pajak

Baik audit maupun investigasi pajak mempunyai dampak positif terhadap transparansi dan kepatuhan perpajakan. Proses audit membantu meningkatkan kualitas pelaporan keuangan perusahaan, memberikan kepercayaan kepada pemangku kepentingan, dan mengurangi risiko litigasi perpajakan. Selain itu, audit dapat membantu perusahaan mengidentifikasi potensi efisiensi perpajakan dan mengoptimalkan strategi perpajakannya.

Di sisi lain, investigasi pajak berperan penting dalam memberantas praktik ilegal dan memastikan kepatuhan pajak. Tindakan hukum yang diambil sebagai hasil investigasi dapat menimbulkan efek mengerikan dan memperingatkan calon pelaku kesalahan. Investigasi juga membantu memperbaiki sistem perpajakan dan meningkatkan integritas perpajakan secara keseluruhan.

Apa Peran Penting dalam Pemeriksaan dan Penyidikan Pajak?

Pemeriksaan dan penyidikan pajak tidak hanya menjadi instrumen pengawasan, namun juga merupakan aktor kunci dalam menjaga keadilan, transparansi, dan kepatuhan perpajakan. Kedua proses ini bekerja sama untuk menciptakan lingkungan perpajakan yang adil, dimana perusahaan dan individu bertanggung jawab atas kewajiban perpajakan mereka. Sebagai tindakan pencegahan, perusahaan dan individu harus memastikan bahwa praktik perpajakan mereka mematuhi hukum dan etika, sehingga mengurangi risiko audit dan investigasi yang dapat merusak reputasi dan keberlanjutan bisnis.

Untuk menjadi seorang ahli pajak, Anda harus memiliki pengetahuan mendalam terkait pajak. Dan salah satunya adalah dengan mengikuti Kursus Pajak. Tax Academy adalah tempat yang tepat untuk Anda memulainya. Karena di tempat ini merupakan langkah tangga pertama kesuksesan Anda sebagai seorang Expert di bidang industri perpajakan.

Tax Academy menawarkan metode pembelajaran yang mudah dan memiliki jaringan profesional. Beberapa metode tersebut diantaranya adalah Video Learning, Interactive Learning, dan juga Hybrid Learning. Akademi perpajakan yang satu ini dikelola oleh profesional dari WiN Partners yang mengelola berbagai bidang pajak dengan kantornya di Surakarta, Medan dan juga Batam. Hubungi kami sekarang juga untuk Anda yang ingin mengikuti Kursus Pajak dan menjadi Expert di bidang pajak.

Restitusi Pajak: Hak dan Prosedur untuk Pengembalian Kelebihan Bayar Pajak

Restitusi Pajak: Hak dan Prosedur untuk Pengembalian Kelebihan Bayar Pajak

Pelatihan Pajak – Restitusi pajak merupakan salah satu bentuk dari permohonan untuk pengembalian kelebihan bayar pajak yang tentu saja biasanya dilakukan oleh wajib pajak pada pemerintah atau negara. Sebagai calon praktisi pajak atau seseorang yang bekerja di bidang perpajakan, sangat penting bagi anda untuk mengetahui ketentuan seputar perpajakan. Untuk mengetahui kebijakan tentang restitusi pajak maupun kebijakan perpajakan lainnya, Anda bisa mengikuti pelatihan pajak. Pelatihan pajak akan membantu anda untuk mengetahui seluruh ketentuan undang-undang perpajakan yang berlaku, sehingga Anda bisa menjadi praktisi pajak yang mampu menangani berbagai masalah pajak.

Bagi pihak wajib pajak sendiri, maka bisa melakukan pengajuan restitusi pajak terhadap kelebihan yang dilakukan atas pembayaran pajak atau terhadap pajak penghasilan atau PPH maupun PPN atau pajak pertambahan nilai, hingga PPnBM yang tidak terutang, seperti halnya kebijakan undang-undang pajak yang berlaku.

Mengenai Restitusi Pajak

Institusi pajak termasuk sebagai hak wajib pajak untuk melakukan pengajuan pengembalian terhadap kelebihan bayar pajak maupun atas pembayaran pajak yang tidak terutang, baik itu pajak penghasilan atau PPh, PPN atau pajak pertambahan nilai, hingga PPnBM atau Pajak Penjualan atas Barang Mewah. Wajib pajak berhak untuk memperoleh kembali atas kelebihan pajak yang sudah dibayarkan, atau pajak yang seharusnya tidak terutang. Terhadap kelebihan bayar pajak ini, maka negara memiliki kewajiban untuk melakukan pengembalian pada wajib pajak sesudah dilakukannya berbagai proses pemeriksaan oleh DJP atau Dirjen pajak sesuai dengan kebijakan peraturan undang-undang pajak yang berlaku.

Apa yang Menyebabkan Restitusi Pajak?

Restitusi pajak ini bisa saja terjadi disebabkan oleh beberapa hal berikut ini, antara lain:

  • Kesalahan saat melakukan pemotongan pajak
  • Kesalahan saat melakukan pemungutan pajak
  • Kesalahan dalam melakukan penghitungan pajak pada laporan SPT atau surat pemberitahuan pajak
  • Mendapatkan fasilitas pajak seperti pajak pertambahan nilai dan pajak penghasilan, yang tidak ditanggung atau dipungut oleh pemerintah
  • Mendapatkan atau mempunyai kegiatan atau aktivitas bisnis yang dibebankan tarif pajak 0%
  • Bukan termasuk atau menjadi wajib pajak yang dibebankan pajak

Baca Juga: Mengenal Lebih Jauh Berbagai Jenis Barang Kena Pajak (BKP)

Siapa Saja Wajib Pajak yang Bisa Mengajukan Restitusi?

Sebagaimana yang dimaksud dalam ketentuan undang-undang perpajakan, bahwa seluruh wajib pajak mempunyai hak dan kewajiban yang sama. Hal ini berarti, baik itu wajib pajak badan atau wajib pajak orang pribadi mempunyai hak yang sama terhadap perpajakan, juga meliputi saat melakukan pengajuan restitusi pajak. Tetapi, wajib pajak sebagaimana yang dimaksud dalam kebijakan pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor  209/PMK.03/2021 dalam perubahan kedua Peraturan Menteri Keuangan nomor 39 tahun 2018, maka yang memiliki hak untuk menerima pendahuluan restitusi pajak adalah sebagai berikut:

  • Wajib pajak dengan kriteria tertentu. Di sini maksudnya adalah wajib pajak yang tepat waktu dalam melaporkan surat pemberitahuan, tidak menunggak saat melakukan kewajiban pajak, memiliki laporan keuangan audit dengan pendapat yang wajar selama 3 tahun berturut-turut, serta tidak pernah dipidana dalam kasus perpajakan dalam kurun waktu 5 tahun terakhir.
  • Wajib pajak dengan persyaratan tertentu. Wajib pajak yang dimaksud adalah pribadi yang tidak melaksanakan bisnis maupun pekerjaan bebas yang melakukan pelaporan surat pemberitahuan tahunan lebih bayar restitusi. Selain itu juga orang pribadi yang melaksanakan bisnis atau pekerjaan bebas yang menyampaikan SPT tahunannya lebih bayar restitusi dan jumlahnya maksimal adalah Rp100 juta.
  • PKP atau pengusaha kena pajak yang memiliki risiko rendah. Artinya, PKP yang sahamnya diperjualbelikan pada BEI, PKP yang memiliki perusahaan dengan saham mayoritas dimiliki secara langsung oleh pemerintah daerah maupun Pusat, serta ditetapkan sebagai Mitra Utama kepabeanan.

Untuk menjadi seorang ahli pajak, Anda harus memiliki pengetahuan mendalam terkait pajak. Dan salah satunya adalah dengan mengikuti pelatihan pajak. Tax Academy adalah tempat yang tepat untuk Anda memulainya. Karena di tempat ini merupakan langkah tangga pertama kesuksesan Anda sebagai seorang Expert di bidang industri perpajakan.

Tax Academy menawarkan metode pembelajaran yang mudah dan memiliki jaringan profesional. Beberapa metode tersebut diantaranya adalah Video Learning, Interactive Learning, dan juga Hybrid Learning. Akademi perpajakan yang satu ini dikelola oleh profesional dari WiN Partners yang mengelola berbagai bidang pajak dengan kantornya di Surakarta, Medan dan juga Batam. Hubungi kami sekarang juga untuk Anda yang ingin mengikuti pelatihan pajak dan menjadi Expert di bidang pajak.