Mengenal PPh Hadiah dan Penghargaan

Mengenal PPh Hadiah dan Penghargaan

Kursus Pajak – Pajak hadiah merupakan jenis pajak yang dikenakan terhadap penghasilan yang didapatkan dari hadiah dan juga penghargaan. Lantas apa saja yang dikenakan pajak hadiah serta berapa tarifnya?

Mengacu pada peraturan perpajakan yang ada di Indonesia, perlu diketahui jika terdapat berbagai jenis hadiah yang terkena pajak, diantarnya ialah sebagai berikut:

1. Hadiah undian

Hadiah dengan nama serta hadiah dalam bentuk apapun yang pada umumnya diberikan melalui undian.

2. Hadiah atau penghargaan perlombaan

Hadiah/penghargaan yang didapatkan dari melalui perlombaan maupun dari adu ketangkasan.

3. Penghargaan

Imbalan yang diberikan berkaitan dengan prestasi maupun kegiatan tertentu.

4. Hadiah yang berkaitan dengan pekerjaan, jasa, serta kegiatan lainnya

Hadiah dengan nama apapun yang didapatkan seseorang yang berkaitan dengan pekerjaan, jasa, dan juga kegiatan lain.

Pajak Penghasilan atas Hadiah dan Penghargaan

Untuk memberikan kepastian hukum dan juga untuk memberikan kelancaran pelaksanaan pengenaan Pajak Penghasilan terhadap hadiah dan penghargaan, Direktur Jenderal Pajak telah menerbitkan Peraturan Direktur Jenderal Pajak No. PER-11/PJ/2015. Yang mana peraturan tersebut berisi tentang Pengenaan Pajak Penghasilan Atas Hadiah dan Penghargaan.

Sedangkan Undang – Undang Pajak Penghasilan (PPh) juga menyatakan jika penghasilan yang bersumber dari perlombaan, hadiah undian,  maupun dari kegiatan serupa lainnya menjadi objek PPh Pasal 4 ayat 2 yang mana bersifat final. Ini menunjukkan ketika dilakukannya pemotongan, pemungutan, maupun penyetoran sendiri dari wajib pajak bersangkutan, maka mekanisme pemajakannya sudah dianggap selesai.

Sedangkan untuk tarif pajak yang dikenakan terhadap hadiah berbeda-beda. Hal tersebut tergantung dari jenis hadiah yang didapatkan. Tarif yang digunakan ialah 25%, jika hadiah tersebut berkaitan dengan undian, baik untuk wajib pajak orang pribadi ataupun untuk wajib pajak badan.

Baca Juga: Berbagai Profesi Konsultan Pajak yang Ada di Indonesia

Sementara itu, apabila hadiah tersebut berkaitan dengan kegiatan, tarif yang dikenakan terbagi menjadi 3, yakni sebagai berikut:

  1. Dalam kaitannya dengan penerima penghasilan ialah orang pribadi wajib pajak dalam negeri. Yang mana potongan yang dikenakan mengacu pada tarif Pasal 17.
  2. Dari penerima penghasilan, ialah wajib pajak badan yang mana termasuk Bentuk Usaha Tetap. Yang mana pemotongan Pajak Penghasilan dikenakan ialah dengan jumlah 15% dari jumlah penghasilan bruto, sesuai dengan Pasal 23 ayat (1) huruf a angka 4.
  3. Kaitannya dengan penerima penghasilan ialah wajib pajak luar negeri selain Bentuk Usaha Tetap (BUT), pemotongan PPh Pasal 26 yang dikenakan ialah 20% dari jumlah bruto. Yang mana dilakukan dengan memerhatikan ketentuan yang terdapa pada Persetujuan Penghindaran Pajak Berganda yang tengah berlaku.

Pemotongan yang dilakukan pada PPh sebagaimana yang telah disebutkan pada poin-poin di atas, tidak berlaku bagi hadiah langsung didalam penjualan barang maupun jasa sepanjang diberikan pada semua pembeli/konsumen akhir tanpa diundi serta hadiah tersebut diterima oleh konsumen akhir secara langsung ketika dilakukan pemberian barang atau jasa. Hadiah yang dimaksud di atas ialah objek Pajak Penghasilan yang harus dilaporkan didalam Surat Pemberitahuan Pajak Tahunan Wajib Pajak.

Pihak yang menyelenggarakan undian juga diwajibkan untuk membuat serta memberikan bukti pemotongan PPh terhadap undian maupun hadiah dengan jumlah 3 rangkap.

Untuk menjadi seorang ahli pajak, Anda harus memiliki pengetahuan mendalam terkait pajak. Dan salah satunya adalah dengan mengikuti kursus pajak. Tax Academy adalah tempat yang tepat untuk Anda memulainya. Karena di tempat ini merupakan langkah tangga pertama kesuksesan Anda sebagai seorang Expert di bidang industri perpajakan.

Tax Academy menawarkan metode pembelajaran yang mudah dan memiliki jaringan profesional. Beberapa metode tersebut diantaranya adalah Video Learning, Interactive Learning, dan juga Hybrid Learning. Akademi perpajakan yang satu ini dikelola oleh profesional dari WiN Partners yang mengelola berbagai bidang pajak dengan kantornya di Surakarta, Medan dan juga Batam. Hubungi kami sekarang juga untuk Anda yang ingin mengikuti kursus pajak dan menjadi Expert di bidang pajak.

Pengertian dan Cara Pengenaan yang Tepat dan Efektif untuk Pajak Peredaran (PPe)

Pengertian dan Cara Pengenaan yang Tepat dan Efektif untuk Pajak Peredaran (PPe)

Sebagai warga negara Indonesia yang baik dan taat, mengetahui berbagai regulasi perpajakan adalah salah satu upaya terbaiknya. Seperti dengan mengikuti training pajak yang akan memberikan berbagai pengetahuan mengenai aturan perpajakan pada pesertanya. Bahkan wajib pajak yang mengikuti training pajak, nantinya bisa mengelola kewajiban perpajakannya dengan lebih efektif dan efisien lagi. Pajak peredaran (PPe) adalah pajak yang dikenakan pada setiap kegiatan ekonomi yang melibatkan barang dan jasa. Pajak ini berbeda dengan pajak penghasilan (PPh) yang dikenakan pada pendapatan individu atau badan usaha.

PPe dikenakan oleh pemerintah untuk mendapatkan pendapatan dan juga untuk mengatur peredaran barang dan jasa di dalam negeri. Ada beberapa jenis PPe yang berlaku di Indonesia, di antaranya adalah Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM), Pajak Hotel, Restoran, dan Hiburan (PPH), serta Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). PPN adalah PPe yang paling umum dikenakan pada transaksi jual beli barang dan jasa.

Sedangkan, PPnBM dikenakan pada barang mewah seperti mobil, perhiasan, dan barang-barang mewah lainnya. PPH dikenakan pada sektor pariwisata seperti hotel, restoran, dan tempat hiburan. Sedangkan PBB dikenakan pada properti seperti rumah, apartemen, dan tanah.

Pentingnya Pajak Peredaran

Pajak peredaran memiliki peran penting dalam perekonomian suatu negara. Pemerintah memungut pajak peredaran untuk membiayai berbagai program dan kegiatan pembangunan, seperti infrastruktur, kesehatan, pendidikan, dan sebagainya. Selain itu, pajak peredaran juga berfungsi sebagai alat pengendalian ekonomi, terutama dalam mengatur inflasi. Dengan adanya pajak peredaran, pemerintah dapat mengatur peredaran uang di masyarakat dan mendorong penghematan konsumsi.

Pajak peredaran juga dapat membantu memperbaiki sistem keuangan suatu negara. Dengan adanya pajak peredaran, pemerintah dapat mengetahui sumber-sumber pendapatan yang diterima oleh individu atau badan usaha. Hal ini akan membantu pemerintah untuk memperbaiki sistem perpajakan dan mencegah kecurangan pajak.

Pajak Peredaran (PPe) adalah jenis pajak yang dikenakan pada barang dan jasa yang diperdagangkan di Indonesia. Pajak ini dikenakan atas setiap transaksi jual beli yang dilakukan oleh pelaku usaha yang telah memenuhi kriteria tertentu. Pengenaan Pajak Peredaran dilakukan oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) melalui beberapa tahapan yang harus diikuti oleh pelaku usaha. Berikut adalah cara pengenaan Pajak Peredaran (PPe) yang perlu diketahui.

Baca Juga: Mengoptimalkan Perpajakan Bisnis: Mengelola Aspek Pajak bagi Pengusaha

Pendaftaran NPWP

Untuk bisa dikenakan Pajak Peredaran, pelaku usaha terlebih dahulu harus mendaftarkan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) ke Direktorat Jenderal Pajak.

Registrasi Pajak Peredaran

Setelah memiliki NPWP, pelaku usaha harus melakukan registrasi Pajak Peredaran (PPe) ke Direktorat Jenderal Pajak. Dalam formulir ini, pelaku usaha harus mengisi informasi mengenai identitas usaha, jenis usaha, serta lokasi usaha.

Pengisian SPT

SPT ini berisi informasi mengenai jumlah penjualan barang atau jasa yang dilakukan selama satu bulan, beserta jumlah Pajak Peredaran yang harus dibayar.

Pembayaran Pajak

Setelah pengisian SPT selesai, pelaku usaha harus membayar Pajak Peredaran yang terutang sesuai dengan jumlah yang tertera pada SPT. Pembayaran Pajak Peredaran dilakukan melalui bank yang ditunjuk oleh Direktorat Jenderal Pajak. Pembayaran pajak harus dilakukan tepat waktu, jika terlambat maka akan dikenakan sanksi administratif atau denda.

Laporan Tahunan

Selain pengisian SPT bulanan, pelaku usaha juga harus membuat Laporan Tahunan Pajak Peredaran. Laporan ini berisi informasi mengenai jumlah penjualan barang atau jasa, jumlah

Untuk menjadi seorang ahli pajak, Anda harus memiliki pengetahuan mendalam terkait pajak. Dan salah satunya adalah dengan mengikuti training pajak. Tax Academy adalah tempat yang tepat untuk Anda memulainya. Karena di tempat ini merupakan langkah tangga pertama kesuksesan Anda sebagai seorang Expert di bidang industri perpajakan.

Tax Academy menawarkan metode pembelajaran yang mudah dan memiliki jaringan profesional. Beberapa metode tersebut diantaranya adalah Video Learning, Interactive Learning, dan juga Hybrid Learning. Akademi perpajakan yang satu ini dikelola oleh profesional dari WiN Partners yang mengelola berbagai bidang pajak dengan kantornya di Surakarta, Medan dan juga Batam. Hubungi kami sekarang juga untuk Anda yang ingin mengikuti training pajak dan menjadi Expert di bidang pajak.

Berbagai Profesi Konsultan Pajak yang Ada di Indonesia

Berbagai Profesi Konsultan Pajak yang Ada di Indonesia

Brevet Pajak – Seperti yang kita ketahui bahwa ketentuan perpajakan di Indonesia memang terbilang sangat kompleks serta dinamis. Sedangkan sistem perpajakan merupakan self assessment (menghitung sendiri) yang mana ini berarti wajib pajak wajib harus mengetahui dengan baik segala ketentuan perpajakan sesuai dengan kegiatan wajib pajak. Itulah mengapa, sebaiknya wajib pajak didampingi oleh orang yang paham dengan baik terkait perpajakan sebagai kuasa wajib pajak yang menjalankan hak serta kewajiban di bidang perpajakan. Yang mana dalam hal ini, kehadiran dari seorang konsultan pajak menjadi sangat dibutuhkan.

Dasar hukum konsultan pajak sendiri sudah diatur didalam pasal 32 ayat (3) KUP. Yang mana didalam ayat tersebut Wajib Pajak mendapatkan kelonggaran dan juga kesempatan untuk meminta bantuan pada pihak lain yang memang memahami segala masalah yang berkaitan dengan perpajakan sebagai kuasanya, yang untuk dan juga atas namanya, membantu melaksanakan hak serta kewajiban perpajakan dari seorang wajib pajak.

Bantuan yang diberikan oleh konsultan pajak tersebut meliputi pelaksanaan kewajiban material dan formal dan juga melakukan pemenuhan hak wajib pajak yang telah ditentukan didalam peraturan perundang-undangan perpajakan. Dalam hal ini, orang yang mendapatkan kuasa khusus dari wajib pajak untuk menjalankan hak serta memenuhi kewajiban perpajakan tertentu bisa disebut sebagai kuasa wajib pajak. Yang mana perannya akan dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan yang tengah berlaku.

Terdapat 2 jenis kuasa wajib pajak yakni konsultan pajak dan karyawan wajib pajak. Sedangkan untuk syarat menjadi konsultan pajak sendiri sudah diatur didalam pasal 5 ayat 1. Untuk syarat menjadi kuasa karyawan dari wajib pajak telah diatur didalam pasal 5 ayat 2 peraturan Menteri Keuangan No. 229/PMK.03/2015 yang berisi Persyaratan Serta Pelaksanaan Hak dan Kewajiban Seorang kuasa.

Syarat Menjadi Konsultan Pajak

Konsultan pajak memang menjadi profesi yang banyak dibutuhkan. Lantas apa saja syarat yang harus dipenuhi untuk bisa menjadi seorang konsultan pajak? Berikut beberapa syarat yang perlu dipenuhi:

  1. Mempunyai izin praktik konsultan pajak. Izin tersebut diterbitkan oleh Direktur Jenderal Pajak yang berwenang maupun pejabat yang telah ditunjuk.
  2. Memberikan surat pernyataan sebagai konsultan pajak
  3. Lebih baik lagi jika memiliki sertifikat brevet pajak

Baca Juga: Kewajiban Perpajakan Saat Likuidasi Perusahaan

Syarat untuk menjadi kuasa karyawan dari wajib pajak, diantaranya ialah sebagai berikut:

  1. Mempunyai Ijazah Pendidikan formal dalam bidang perpajakan, setidaknya yang setara dengan tingkat Diploma III. Ijazah tersebut telah diterbitkan oleh Perguruan Tinggi Negeri (PTN ) maupun Swasta (PTS) dengan akreditasi A.
  2. Mempunyai sertifikat brevet. Sertifikat tersebut biasanya diterbitkan oleh Lembaga Pendidikan khusus pelaksana brevet pajak.
  3. Mengantongi sertifikat konsultan pajak. Sertifikat tersebut diterbitkan oleh Panitia Penyelenggara Sertifikasi Konsultan Pajak.

Wajib pajak bisa menunjuk seorang konsultan pajak sebagai kuasa. Atau Wajib Pajak juga bisa merekrut karyawan sebagai konsultan pajak yang akan mengurus perpajakanya. Tapi dalam perkembangannya advokat telah mendapatkan kewenangan juga dalam menjadi kuasa wajib pajak.

Hal tesrebut sesuai dengan putusan MK No.63/OUU-XV/2017 yang menyatakan jika pelaksanaan hak dan juga kewajiban kuasa didalam pasal 32 ayat 3a Undang – undang Nomor 28 Tahun 2017 secara bersyarat serta tidak mempunyai kekuatan hukum yang mengikat selama tidak dimaknai hanya berkenaan dengan hal-hal yang sifatnya teknis atau administratif. Dan juga bukan merupakan pembatasan dan/atau perluasan hak serta kewajiban bernegara. Maka sesuai dengan putusan tersebut, advokat juga bisa menjadi kuasa wajib pajak.

Untuk menjadi seorang ahli pajak, Anda harus memiliki pengetahuan mendalam terkait pajak. Dan salah satunya adalah dengan mengikuti brevet pajak. Tax Academy adalah tempat yang tepat untuk Anda memulainya. Karena di tempat ini merupakan langkah tangga pertama kesuksesan Anda sebagai seorang Expert di bidang industri perpajakan.

Tax Academy menawarkan metode pembelajaran yang mudah dan memiliki jaringan profesional. Beberapa metode tersebut diantaranya adalah Video Learning, Interactive Learning, dan juga Hybrid Learning. Akademi perpajakan yang satu ini dikelola oleh profesional dari WiN Partners yang mengelola berbagai bidang pajak dengan kantornya di Surakarta, Medan dan juga Batam. Hubungi kami sekarang juga untuk Anda yang ingin mengikuti brevet pajak dan menjadi Expert di bidang pajak.

Mengoptimalkan Perpajakan Bisnis: Mengelola Aspek Pajak bagi Pengusaha

Mengoptimalkan Perpajakan Bisnis: Mengelola Aspek Pajak bagi Pengusaha

Kursus Pajak – Pajak bisnis merupakan aspek penting yang harus diperhatikan oleh setiap pengusaha atau pemilik bisnis. Memahami peraturan perpajakan yang berkaitan dengan bisnis adalah kunci untuk mengelola kewajiban perpajakan dengan efektif dan meminimalkan potensi masalah atau konsekuensi hukum. Salah satunya adalah dengan mengikuti kursus pajak bagi karyawan yang akan mengurus tentang perpajakan pada perusahaan tersebut. Karena kursus pajak ini akan memberikan pengetahuan dan berbagai informasi mengenai perpajakan pada pesertanya.

Dalam artikel ini, kami akan menjelaskan aspek perpajakan yang berkaitan dengan bisnis, termasuk perpajakan perusahaan, perhitungan pajak bisnis, laporan keuangan perpajakan, pengurangan pajak bisnis, dan kebijakan perpajakan yang relevan bagi pengusaha.

Perpajakan Perusahaan

Perpajakan perusahaan melibatkan pembayaran pajak yang dikenakan pada pendapatan yang dihasilkan oleh bisnis. Biasanya, perusahaan diwajibkan untuk melaporkan pendapatan dan pengeluaran mereka serta menghitung jumlah pajak yang harus dibayarkan kepada otoritas pajak yang berwenang. Pajak perusahaan dapat bervariasi tergantung pada struktur hukum dan peraturan perpajakan di negara tempat bisnis beroperasi.

Perhitungan Pajak Bisnis

Perhitungan pajak bisnis melibatkan penghitungan jumlah pajak yang harus dibayarkan berdasarkan pendapatan dan pengeluaran bisnis. Ini melibatkan mengumpulkan semua informasi keuangan yang relevan, termasuk laporan keuangan, neraca, dan laporan laba rugi perusahaan. Pengusaha atau pemilik bisnis harus memahami sistem perpajakan yang berlaku di negara mereka untuk dapat menghitung jumlah pajak yang akurat.

Laporan Keuangan Perpajakan

Laporan keuangan perpajakan adalah dokumen yang digunakan untuk melaporkan informasi keuangan bisnis kepada otoritas pajak. Biasanya, laporan keuangan perpajakan mencakup informasi seperti pendapatan, pengeluaran, aset, utang, dan jumlah pajak yang harus dibayarkan. Laporan keuangan perpajakan harus disiapkan dengan cermat dan akurat untuk memenuhi persyaratan perpajakan yang berlaku.

Pengurangan Pajak Bisnis

Pengurangan pajak bisnis adalah strategi yang digunakan untuk mengurangi jumlah pajak yang harus dibayarkan oleh bisnis. Ini melibatkan memanfaatkan berbagai insentif perpajakan yang ditawarkan oleh pemerintah, seperti pengurangan pajak untuk investasi tertentu, pengeluaran bisnis yang memenuhi syarat, atau program insentif lainnya. Pengusaha atau pemilik bisnis harus mengidentifikasi peluang pengurangan pajak yang tersedia untuk memaksimalkan efisiensi perpajakan mereka.

Baca Juga: Bagaimana Jenjang Karir Seseorang yang Bersekolah di Bidang Perpajakan?

Kebijakan Perpajakan yang Relevan

Kebijakan perpajakan yang relevan bagi pengusaha mencakup aturan dan regulasi yang ditetapkan oleh otoritas pajak. Kebijakan ini memengaruhi cara pengusaha memenuhi kewajiban perpajakan mereka dan dapat memiliki dampak signifikan terhadap aktivitas bisnis mereka. Beberapa kebijakan perpajakan yang relevan bagi pengusaha adalah sebagai berikut.

  • Tarif Pajak: Kebijakan perpajakan termasuk penetapan tarif pajak yang berlaku bagi pengusaha. Tarif pajak dapat berbeda untuk berbagai jenis pendapatan atau jenis usaha tertentu. Pengusaha perlu memahami tarif pajak yang berlaku untuk bisnis mereka agar dapat menghitung jumlah pajak yang harus dibayarkan secara akurat.
  • Pengurangan Pajak: Otoritas pajak sering kali menawarkan pengurangan pajak sebagai insentif bagi pengusaha. Pengurangan pajak dapat diberikan untuk berbagai hal, seperti investasi dalam penelitian dan pengembangan, penciptaan lapangan kerja, atau kegiatan bisnis tertentu. Pengusaha perlu memahami dan memanfaatkan pengurangan pajak yang tersedia agar dapat mengoptimalkan kewajiban perpajakan mereka.
  • Pembebasan Pajak: Dalam beberapa kasus, otoritas pajak mungkin memberikan pembebasan pajak bagi pengusaha tertentu. Pembebasan pajak dapat diberikan untuk sektor usaha tertentu, bisnis yang baru didirikan, atau wilayah yang sedang dikembangkan. Pengusaha perlu memahami persyaratan dan prosedur pembebasan pajak yang berlaku di wilayah mereka jika mereka memenuhi kriteria yang ditetapkan.

Untuk menjadi seorang ahli pajak, Anda harus memiliki pengetahuan mendalam terkait pajak. Dan salah satunya adalah dengan mengikuti kursus pajak. Tax Academy adalah tempat yang tepat untuk Anda memulainya. Karena di tempat ini merupakan langkah tangga pertama kesuksesan Anda sebagai seorang Expert di bidang industri perpajakan.

Tax Academy menawarkan metode pembelajaran yang mudah dan memiliki jaringan profesional. Beberapa metode tersebut diantaranya adalah Video Learning, Interactive Learning, dan juga Hybrid Learning. Akademi perpajakan yang satu ini dikelola oleh profesional dari WiN Partners yang mengelola berbagai bidang pajak dengan kantornya di Surakarta, Medan dan juga Batam. Hubungi kami sekarang juga untuk Anda yang ingin mengikuti kursus pajak dan menjadi Expert di bidang pajak.

Kewajiban Perpajakan Saat Likuidasi Perusahaan

Kewajiban Perpajakan Saat Likuidasi Perusahaan

Pelatihan Pajak – Masalah yang dihadapi oleh para pengusaha dalam proses bisnis yang mereka jalankan memang sangat beragam. Dalam kaitannya dengan hal ini, bisnis yang dibentuk oleh sekelompok orang dengan tujuan tertentu memang memerlukan manajemen yang lebih kompleks apabila dibandingkan kepemilikan perseorangan. Tentu saja akan ada persaingan yang semakin ketat.

Bahkan tidak sedikit perusahaan yang memutuskan untuk bubar/dilikuidasi sebab berbagai alasan. Ada beberapa alasan umum yang menyebabkan bangkrutnya suatu perusahaan, misalnya terjadinya kerugian berturut-turut, penurunan penjualan yang signifikan, perampingan bisnis dan juga utang piutang.

Mengenal Likuidasi Perusahaan

Proses likuidasi dilakukan berdasarkan 9 hal yang ada didalam Undang-Undang No. 40 Tahun 2007, yakni yang meliputi keputusan RUPS, keputusan pengadilan, penghentian masa pendirian, pembiayaan pailit dan pembatalan pailit.

Pada likuidasi, salah satu caranya yang bisa dilakukan ialah dengan terlebih dahulu membagi kekayaan hasil likuidasi pada para kreditur lalu apabila ada untuk para pemegang saham. Biasanya aset perusahaan dijual melalui sistem lelang.

Kewajiban Perpajakan Ketika Likuidasi Perusahaan

Dalam hal situasi perpajakan likuidasi perusahaan, Wajib pajak perusahaan maupun badan mempunyai kewajiban perpajakan yang lebih kompleks jika dibandingkan dengan wajib pajak orang pribadi. Akan ada proses yang lebih panjang yang dilakukan untuk berbagai kewajiban perpajakan misalnya pendaftaran, pelaporan, maupun pembatalan NPWP.

Demikian juga dalam proses pembubaran/likuidasi suatu perseroan yang merupakan entitas kena pajak, ada juga kewajiban perpajakan yang perlu dipenuhi sebelum pada akhirnya mereka berhenti sebagai wajib pajak badan.

Pembayaran Kewajiban Perpajakan

Dalam kaitannya dengan likuidasi, pemulihan kewajiban wajib pajak akan dilakukan kreditur melalui aset perusahaan yang dijual ataupun yang dilelang. Sesuai dengan Pasal 21 UU SRC dan Pasal 19 Undang-Undang No. 19 Tahun 2000, negara mempunyai hak primer didalam membayar pajak terhadap barang milik wajib pajak.

Karena hal yang istimewa tersebut, maka hasil lelang yang didapatkan dari barang-barang wajib pajak terlebih dahulu dipakai untuk melunasi kewajiban perpajakan. Hak yang mendahului kewajiban perpajakan tersebut meliputi kewajiban perpajakan, biaya pemungutan pajak dan juga sanksi administrasi.

Baca Juga: Berikut Cara Pelunasan Cukai yang Perlu Diketahui

Hak penolakan pertama yang berkaitan dengan kewajiban pajak didahulukan dari semua hak penolakan pertama lainnya dengan mengikuti pengecualian sebagai berikut.

  1. Biaya prosedural yang muncul semata-mata berasal dari perintah menjual barang bergerak dan/ataupun barang yang tidak bergerak
  2. Biaya penyimpanan barang yang bersangkutan
  3. Biaya hukum yang muncul hanya dari penjualan dan juga penyelesaian perkebunan. Ini berarti, apabila wajib pajak melikuidasi ataupun membubarkan perusahaan, maka pelunasan kewajiban pajak merupakan prioritas utama.

Pemeriksaan wajib pajak akan dilakukan oleh KPP secara berkala berkaitan dengan pembubaran atau likuidasi perusahaan, walaupun hanya diberikan sedikit informasi pada Surat Edaran Dirjen No. SE-15/PJ/2018. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk semua jenis pajak dan juga akan dilakukan melalui kunjungan lapangan. Yang mana tujuannya ialah untuk memverifikasi kepatuhan wajib pajak pada kewajiban perpajakan, termasuk kepatuhan terhadap kewajiban perpajakan serta pelaporan. Peninjauan yang dilakukan juga bisa disertai dengan penelaahan sebagai bagian dari pencabutan PKP dan/atau permohonan penghapusan NPWP.

Saat suatu perusahaan telah dibubarkan, maka itu bukan lagi kewajiban pajak. Oleh sebab itu, akan dilakukan pencabutan status dari pengukuhan PKP dari wajib pajak serta NPWP harus dihapuskan. Lebih baik kedua proses tersebut dilakukan atas permintaan dari wajib pajak.

Untuk menjadi seorang ahli pajak, Anda harus memiliki pengetahuan mendalam terkait pajak. Dan salah satunya adalah dengan mengikuti pelatihan pajak. Tax Academy adalah tempat yang tepat untuk Anda memulainya. Karena di tempat ini merupakan langkah tangga pertama kesuksesan Anda sebagai seorang Expert di bidang industri perpajakan.

Tax Academy menawarkan metode pembelajaran yang mudah dan memiliki jaringan profesional. Beberapa metode tersebut diantaranya adalah Video Learning, Interactive Learning, dan juga Hybrid Learning. Akademi perpajakan yang satu ini dikelola oleh profesional dari WiN Partners yang mengelola berbagai bidang pajak dengan kantornya di Surakarta, Medan dan juga Batam. Hubungi kami sekarang juga untuk Anda yang ingin mengikuti pelatihan pajak dan menjadi Expert di bidang pajak.

Bagaimana Jenjang Karir Seseorang yang Bersekolah di Bidang Perpajakan?

Bagaimana Jenjang Karir Seseorang yang Bersekolah di Bidang Perpajakan?

Brevet Pajak – Bidang perpajakan adalah bidang yang menjanjikan untuk mengejar karir. Banyak orang yang memilih untuk bersekolah di bidang perpajakan karena melihat potensi yang dimilikinya. Namun, seperti halnya dengan bidang lainnya, jenjang karir seseorang di bidang perpajakan tidaklah instan. Dibutuhkan kerja keras dan usaha yang terus-menerus untuk mencapai puncak karir. Salah satunya adalah dengan mengikuti brevet pajak. Karena dengan adanya pelatihan perpajakan seperti ini nantinya peserta akan lebih mampu menguasai berbagai regulasi perpajakan.

Masa Studi

Sebelum membicarakan jenjang karir seseorang di bidang perpajakan, penting untuk memahami apa yang terjadi selama masa studi. Selama masa studi, siswa belajar tentang peraturan perpajakan, hukum pajak, teknik perpajakan, dan hal-hal lain yang berkaitan dengan perpajakan. Selama masa studi, siswa juga dapat mengambil kursus opsional atau brevet pajak yang mengarahkan mereka ke jalur karir yang mereka inginkan, seperti akuntansi perpajakan, konsultan pajak, atau analis perpajakan.

Jenjang Karir

Setelah menyelesaikan masa studi, siswa dapat memasuki dunia kerja dan mulai mengejar karir mereka. Berikut adalah beberapa jenjang karir yang dapat dicapai seseorang yang bersekolah di bidang perpajakan:

Junior Tax Associate

Junior Tax Associate adalah posisi entry-level yang biasanya diisi oleh mereka yang baru lulus. Tugas utama mereka adalah membantu dalam persiapan pengembalian pajak klien dan menyediakan dukungan administratif untuk tim pajak.

Senior Tax Associate

Senior Tax Associate adalah posisi lanjutan yang dapat dicapai setelah beberapa tahun bekerja sebagai Junior Tax Associate. Tugas utama mereka adalah mengelola proyek pajak, memeriksa pengembalian pajak klien, dan memberikan saran pajak untuk klien.

Manager Pajak

Manager Pajak adalah posisi yang lebih senior yang dapat dicapai setelah beberapa tahun sebagai Senior Tax Associate. Tugas utama mereka adalah mengelola tim pajak, mengembangkan strategi pajak, dan memberikan solusi pajak untuk klien.

Direktur Pajak

Direktur Pajak adalah posisi yang lebih tinggi lagi yang biasanya diisi oleh mereka yang memiliki pengalaman bertahun-tahun di bidang perpajakan. Tugas utama mereka adalah mengelola strategi perpajakan perusahaan, mengawasi tim pajak, dan memastikan perusahaan mematuhi semua peraturan pajak yang berlaku.

Baca Juga: Regulasi dan Insentif Perpajakan di Bidang Pertambangan di Indonesia

Cara Meningkatkan Peluang Karir

Bidang perpajakan juga menawarkan peluang karir yang menjanjikan bagi mereka yang memiliki minat dan keterampilan di bidang akuntansi dan keuangan. Untuk memulai karir di bidang perpajakan, Anda dapat mempertimbangkan untuk menyelesaikan program sarjana di bidang akuntansi atau keuangan. Setelah lulus dari program sarjana, Anda dapat melanjutkan untuk memperoleh gelar master atau mendapatkan lisensi CPA untuk membuka pintu ke posisi yang lebih tinggi dan lebih banyak kesempatan.

Cara Meningkatkan Peluang Karir

Selain kualifikasi akademis, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk meningkatkan peluang karir seseorang di bidang perpajakan diantaranya adalah:

Menjaga Jaringan

Jaringan adalah penting dalam setiap bidang, termasuk di bidang perpajakan. Menjalin hubungan dengan klien dan rekan kerja dapat membuka peluang bisnis dan membantu meningkatkan karir. Mengikuti acara dan seminar pajak juga dapat membantu memperluas jaringan.

Belajar Terus-Menerus

Perpajakan adalah bidang yang selalu berubah, sehingga penting untuk terus belajar dan mengikuti perkembangan terbaru. Mengikuti kursus tambahan dan pelatihan dapat membantu meningkatkan keterampilan dan pengetahuan.

Mengembangkan Keterampilan

Selain keterampilan akademis, keterampilan lain seperti kemampuan komunikasi, kepemimpinan, dan manajemen waktu juga sangat penting. Mengembangkan keterampilan ini dapat membantu meningkatkan peluang karir seseorang.

Untuk menjadi seorang ahli pajak, Anda harus memiliki pengetahuan mendalam terkait pajak. Dan salah satunya adalah dengan mengikuti brevet pajak. Tax Academy adalah tempat yang tepat untuk Anda memulainya. Karena di tempat ini merupakan langkah tangga pertama kesuksesan Anda sebagai seorang Expert di bidang industri perpajakan.

Tax Academy menawarkan metode pembelajaran yang mudah dan memiliki jaringan profesional. Beberapa metode tersebut diantaranya adalah Video Learning, Interactive Learning, dan juga Hybrid Learning. Akademi perpajakan yang satu ini dikelola oleh profesional dari WiN Partners yang mengelola berbagai bidang pajak dengan kantornya di Surakarta, Medan dan juga Batam. Hubungi kami sekarang juga untuk Anda yang ingin mengikuti brevet pajak dan menjadi Expert di bidang pajak.

Berikut Cara Pelunasan Cukai yang Perlu Diketahui

Berikut Cara Pelunasan Cukai yang Perlu Diketahui

Training Pajak – Bukan rahasia lagi jika salah satu instrumen penerimaan negara bersumber dari sektor pajak. Begitu juga pajak yang yang tidak dapat terlepas dari cukai. Walau berbeda dalam hal pengenaannya, pajak dan bea cukai mempunyai kaitan yang bisa dibilang erat. Yang mana hal tersebut bisa dilihat melalui pemahaman terkait dengan istilah kewajiban dan juga pemahaman terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan, yang mana pajak juga bisa dikenakan terhadap kegiatan impor, yang juga bisa diikuti dengan pengenaan bea.

Ketentuan yang berkaitan dengan pelunasan cukai sendiri sudah diatur oleh pemerintah, baik yang telah diatur didalam Undang-Undang maupun didalam aturan lain pada pelaksanaannya. Lantas seperti apa aturan yang berkaitan dengan cara pelunasan cukai?

Ketentuan Cara Pelunasan Cukai

Tata cara untuk melakukan pelunasan cukai telah diatur didalam Pasal 7 Undang – Undang Nomor 11 Tahun 1995 sebagaimana yang sudah diubah terakhir melalui Undang – Undang Nomor 19 Tahun 2007 yang berisi tentang Cukai dan juga tentang pelaksanaannya, yang ada didalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 68/PMK.04 Tahun 2018 yang berkaitan dengan Pelunasan Cukai.

Cara Pelunasan Cukai

Mengacu pada Pasal 3 PMK Nomor 68 Tahun 2018 perlu diketahui jika ada 3 cara pelunasan cukai yakni sebagai berikut:

1. Pembayaran

Pelunasan cukai melalui cara pembayaran telah diterapkan terhadap barang kena cukai atau BKC yakni berupa etil alkohol (EA) dan juga minuman yang memiliki kandungan etil alkohol (MMEA) yang dibuat di Indonesia. Yang memiliki kadar etil alkohol sampai dengan 5%.

Pelunasan cukai pada kedua BKC tersebut  dilakukan dengan memakai dokumen cukai untuk pelunasan dengan cara pembayaran. Yang mana setidaknya memuat identitas perusahaan, jumlah dan juga jenis barang kena cukai serta jumlah cukai yang perlu dibayarkan. Sementara itu, untuk pelunasan cukai dengan cara pembayaran untuk etil alkohol impor memakai dokumen kepabeanan yang juga bisa dianggap sebagai dokumen cukai.

2. Cara Pelekatan Pita Cukai

Cara berikutnya ialah dengan pelekatan pita cukai. Cara yang satu ini sudah diatur sesuai Pasal 2 Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 52/PMK.04 Tahun 2020 yang berhubungan dengan bentuk fisik, desain dan juga spesifikasi dari pita cukai.

Baca Juga: Pentingnya Layanan Konsultan Perpajakan untuk Para Pelaku Usaha

Pelunasan cukai dengan cara pelekatan pita cukai dilaksanakan dengan cara melekatkan pita cukai, sesuai dengan ketentuan peraturan yang mengatur dalam bidang cukai. Berdasarkan Pasal 5 PMK Nomor 68 Tahun 2018, pelunasan cukai yang dilakukan melalui pelekatan pita cukai diperuntukkan terhadap barang kena cukai dalam bentuk MMEA yang produksinya dilakukan di Indonesia yang memiliki kadar EA lebih dari 5%, MMEA yang diimpor digunakan dalam daerah pabean dan juga hasil tembakau.

3. Cara Pembubuhan Tanda Pelunasan Cukai Lainnya

Cara terakhir terkait dengan pelunasan cukai ialah dilakukan dengan cara melakukan pembubuhan tanda pelunasan cukai lainnya. Dalam melakukan pelunasan cukai yang satu ini dilakukan dengan cara melakukan pembubuhan tanda pelunasan cukai lainnya menggunakan barcode dan hologram.

Pada Pasal 7 ayat (3c) dijelaskan jika untuk barang kena cukai yang pembuatnnya dilakukan di Indonesia, maka sebelum barang kena cukai tersebut dikeluarkan dari pabrik, pembubuhan tanda pelunasan cukai lainnya menjadi hal yang wajib dan harus dilakukan. Untuk menjadi seorang ahli pajak, Anda harus memiliki pengetahuan mendalam terkait pajak. Dan salah satunya adalah dengan mengikuti training pajak. Tax Academy adalah tempat yang tepat untuk Anda memulainya. Karena di tempat ini merupakan langkah tangga pertama kesuksesan Anda sebagai seorang Expert di bidang industri perpajakan.

Tax Academy menawarkan metode pembelajaran yang mudah dan memiliki jaringan profesional. Beberapa metode tersebut diantaranya adalah Video Learning, Interactive Learning, dan juga Hybrid Learning. Akademi perpajakan yang satu ini dikelola oleh profesional dari WiN Partners yang mengelola berbagai bidang pajak dengan kantornya di Surakarta, Medan dan juga Batam. Hubungi kami sekarang juga untuk Anda yang ingin mengikuti training pajak dan menjadi Expert di bidang pajak.

Regulasi dan Insentif Perpajakan di Bidang Pertambangan di Indonesia

Regulasi dan Insentif Perpajakan di Bidang Pertambangan di Indonesia

Pelatihan pajak Indonesia adalah salah satu negara yang kaya akan sumber daya alam, termasuk di bidang pertambangan. Sebagai salah satu sektor yang penting dalam perekonomian Indonesia, pertambangan juga memiliki peraturan perpajakan yang ketat. Untuk itu, ketika mengelola perpajakan tidak boleh sembarangan, agar nantinya tidak terjadi kesalahpahaman yang berakhir pada sanksi pajak.

Salah satu upaya terbaiknya adalah dengan mengikuti pelatihan pajak untuk wajib pajak yang ingin mengelola kewajiban perpajakannya dengan lebih efektif dan efisien lagi. Karena dengan pelatihan pajak ini, peserta akan bisa memahami berbagai regulasi pajak dan informasi di dalamnya. Pada artikel ini, akan dibahas mengenai perpajakan di bidang pertambangan di Indonesia.

Pertambangan adalah salah satu sektor yang memiliki potensi untuk memberikan kontribusi besar terhadap penerimaan negara melalui sektor perpajakan. Pemerintah Indonesia mengatur perpajakan di bidang pertambangan melalui beberapa peraturan, termasuk UU No. 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan dan UU No. 9 Tahun 1998 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Selain itu, perpajakan di bidang pertambangan juga diatur melalui beberapa peraturan teknis seperti Peraturan Menteri Keuangan No. 169/PMK.011/2015 tentang Tata Cara Pelaksanaan Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara dan Peraturan Menteri Keuangan No. 70/PMK.011/2017 tentang Tata Cara Penetapan Harga Patokan Batubara.

Di Indonesia, perpajakan di bidang pertambangan dikenakan berbagai macam jenis pajak, seperti Pajak Penghasilan (PPh), Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Bea Meterai, dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Pajak Penghasilan merupakan pajak yang dikenakan atas penghasilan yang diterima oleh Wajib Pajak (WP) dari kegiatan usaha pertambangan. Sedangkan Pajak Pertambahan Nilai merupakan pajak yang dikenakan atas penjualan barang dan jasa yang terkait dengan kegiatan pertambangan. Selain itu, pemerintah juga memberlakukan pajak khusus untuk sektor pertambangan, yaitu Pajak Royalti.

Pajak Royalti adalah pajak yang dikenakan atas penghasilan dari pengelolaan sumber daya alam, termasuk di bidang pertambangan. Besarnya pajak ini ditentukan berdasarkan persentase dari pendapatan bruto yang diterima oleh perusahaan pertambangan. Untuk memperoleh hak usaha pertambangan, perusahaan harus membayar sejumlah biaya, termasuk biaya pengurusan Izin Usaha Pertambangan (IUP) dan Biaya Royalti. Biaya Royalti ini berkaitan dengan pengelolaan sumber daya alam, dan besarnya ditentukan oleh pemerintah melalui peraturan yang berlaku.

Baca Juga: Hal-Hal yang Wajib Diketahui Supaya Praktis dan Cepat Mendapatkan Kode Billing Pajak

Pemerintah juga memberlakukan insentif perpajakan untuk perusahaan pertambangan yang memenuhi persyaratan tertentu, seperti investasi dalam proyek-proyek pertambangan tertentu. Insentif perpajakan ini diberikan dalam bentuk pengurangan Pajak Penghasilan atau penundaan pembayaran Pajak Royalti. Selain itu, pemerintah juga memberikan insentif pajak kepada perusahaan yang melakukan kegiatan eksplorasi mineral. Insentif ini diberikan dalam bentuk pengurangan Pajak Penghasilan Badan (PPh Badan) selama 5 tahun berturut-turut sebesar 50% dari nilai investasi yang dikeluarkan.

Selain itu, perusahaan yang melakukan kegiatan eksplorasi mineral juga dapat memperoleh pengembalian Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas pembelian barang dan jasa yang terkait dengan kegiatan eksplorasi mineral. Namun, selain memberikan insentif, pemerintah juga menegakkan peraturan perpajakan untuk memastikan bahwa perusahaan pertambangan membayar pajak sesuai dengan aturan yang berlaku.

Salah satu peraturan perpajakan yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2007 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan adalah Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang harus dibayar oleh perusahaan pertambangan atas barang atau jasa yang diperoleh dari dalam negeri.

Untuk menjadi seorang ahli pajak, Anda harus memiliki pengetahuan mendalam terkait pajak. Dan salah satunya adalah dengan mengikuti pelatihan pajak. Tax Academy adalah tempat yang tepat untuk Anda memulainya. Karena di tempat ini merupakan langkah tangga pertama kesuksesan Anda sebagai seorang Expert di bidang industri perpajakan.

Tax Academy menawarkan metode pembelajaran yang mudah dan memiliki jaringan profesional. Beberapa metode tersebut diantaranya adalah Video Learning, Interactive Learning, dan juga Hybrid Learning. Akademi perpajakan yang satu ini dikelola oleh profesional dari WiN Partners yang mengelola berbagai bidang pajak dengan kantornya di Surakarta, Medan dan juga Batam. Hubungi kami sekarang juga untuk Anda yang ingin mengikuti pelatihan pajak dan menjadi Expert di bidang pajak.

Pentingnya Layanan Konsultan Perpajakan untuk Para Pelaku Usaha

Pentingnya Layanan Konsultan Perpajakan untuk Para Pelaku Usaha

Kursus Pajak – Kemunculan banyak pengusaha kena pajak (PKP) menjadi salah satu bukti adanya pertumbuhan ekonomi yang baik di suatu Negara. Tapi, terkadang banyak diantara pengusaha tersebut yang tidak mengetahui prosedur dalam melakukan pembayaran pajak, besaran pajak yang perlu dibayar sehingga hal tersebut mengharuskan Wajib Pajak badan maupun perseorangan dalam melakukan konsultasi dengan konsultan perpajakan

Semakin banyaknya jumlah pengusaha di Indonesia justru bisa menjadi wajah baru dalam bidang ekonomi, yang menjadi pertanda jika perekonomian menjadi semakin baik. Namun sayang, hal ini tidak sebanding dengan pengetahuan mereka terhadap perhitungan jumlah pajak yang perlu dibayarkan.

Sesuai dengan hal tersebut, konsultan perpajakan memberikan andil yang bisa dibilang cukup besar dalam membantu mereka yang masih bingung terkait dengan jumlah perpajakan yang perlu dibayarkan.

Profesi sebagai seorang konsultan pajak memang cukup menjanjikan, serta mempunyai peranan yang besar dalam memberikan kontribusi terhadap negara melalui perpajakan. Disamping itu, banyak orang (Wajib Pajak) yang merasa terbantu karena kehadirannya. Oleh karena itu, profesi yang satu ini memang penting dalam meningkatkan tingkat pendapatan pajak di suatu negara.

Pengertian Konsultan Pajak

Konsultan perpajakan sendiri merupakan seseorang yang memiliki profesi dalam memberikan jasa konsultasi terkait dengan perpajakan, perhitungan pajak, serta bagaimana tata cara pembayaran pajak yang tepat pada wajib pajak perorangan maupun badan.

Dengan adanya profesi ini ,negara bisa sangat terbantu. Dengan demikiab,para para wajib pajak tersebut bisa mengetahui kesadaran terhadap kewajibannya dalam melakukan pembayaran pajak, yang sifatnya mengikat dan juga wajib untuk dilaksanakan.

Layanan dan Tugas Konsultan Pajak

Sesuai dengan uraian tersebut, maka dapat diambil kesimpulan jika seorang konsultan perpajakan memiliki tugas dalam memberikan jasa konsultasi pajak terkait dengan perpajakan. Tugas-tugas tersebut diantarnya meliputi:

1. Mengajak Klien Supaya Patuh Terhadap Pajak

Melalui kehadiran jasa konsultan perpajakan,maka secara tidak langsung mereka turut serta dalam mendisiplinkan klien supaya patuh didalam membayar pajak. Klien yang pada umumnya tidak patuh, diawali dengan ketidaktahuan terhadap prosedur perpajakan.

Baca Juga: Mengapa Mempelajari Hukum Pajak?

2. Membantu Menghitung Rencana Pajak yang Perlu Dibayar

Klien yang merupakan pengusaha kena pajak tentu saja mempunyai perencanaan terkait dengan perhitungan pajak dalam menjalankan usahanya, termasuk jenis pajak yang berlaku. Oleh karena itu, seorang konsultan memiliki tugas dalam membantu menghitung perencanaan pajak yang perlu dibayarkan.

3. Membantu Melakukan Pemeriksaan Laporan Pajak

Konsultan perpajakan juga membantu dalam melakukan pemeriksaan laporan pajak yang telah dibayar oleh klien. Prosedur yang benar dan juga evaluasi terhadap besaran pajak yang sudah dilaporkan. Hal tersebut penting dilakukan, untuk bisa meminimalisir kesalahan dalam melakukan laporan.

4. Mendampingi Klien dalam Proses Penghitungan Pajak

Beberapa klien mungkin masih sering merasa bingung jika dilakukan pemeriksaan pajak. Oleh karena itulah, seorang konsultan memiliki tugas dalam membantu melaksanakan pendampingan jika klien memperoleh pemeriksaan perpajakan, diantaranya ialah untuk menyiapkan dokumen yang dibutuhkan.

5. Membantu Menyiapkan Prosedur Restitusi

Restitusi merupakan suatu kelebihan pajak yang sudah dibayarkan oleh Wajib Pajak (WP). Salah satu tugas dari seorang konsultan perpajakan ialah membantu dalam menghitung restitusi tersebut.

Itulah alasan mengapa konsultan perpajakan banyak dibutuhkan oleh perusahaan-perusahaan dalam mengurus perpajakan. Hal tersebut disebabkan perusahaan mempunyai proses keuangan dan juga pelaporan pajak yang lebih kompleks. Sehingga kehadiran jasa konsultan bisa memberikan banyak manfaat.

Untuk menjadi seorang ahli pajak, Anda harus memiliki pengetahuan mendalam terkait pajak. Dan salah satunya adalah dengan mengikuti kursus pajak. Tax Academy adalah tempat yang tepat untuk Anda memulainya. Karena di tempat ini merupakan langkah tangga pertama kesuksesan Anda sebagai seorang Expert di bidang industri perpajakan.

Tax Academy menawarkan metode pembelajaran yang mudah dan memiliki jaringan profesional. Beberapa metode tersebut diantaranya adalah Video Learning, Interactive Learning, dan juga Hybrid Learning. Akademi perpajakan yang satu ini dikelola oleh profesional dari WiN Partners yang mengelola berbagai bidang pajak dengan kantornya di Surakarta, Medan dan juga Batam. Hubungi kami sekarang juga untuk Anda yang ingin mengikuti kursus pajak dan menjadi Expert di bidang pajak.