Mengenal Windfall Tax yang Diterapkan di Banyak Negara

Mengenal Windfall Tax yang Diterapkan di Banyak Negara

Pelatihan Pajak – Windfall tax mungkin menjadi salah satu istilah yang jarang terdengar di kalangan masyarakat umum. Hal tersebut menjadi hal yang wajar, sebab kebijakan windfall tax sendiri belum pernah diterapkan di Indonesia. Sebenarnya Windfall tax bukan sebuah istilah baru didalam dunia perpajakan. Windfall tax ialah sebuah kebijakan fiskal yang diterapkan oleh suatu negara pada industri yang menggunakan komoditas tertentu.

Penerapan dari kebijakan pajak tersebut kemudian diproyeksikan oleh pemerintah suatu negara sebagai salah satu bentuk opsi dengan tujuan meningkatkan penerimaan pajak. Sejumlah negara yang ada di berbagai belahan dunia, diantaranya Inggris dan Amerika Serikat, pernah menerapkan kebijakan yang satu ini yakni dengan memungut pajak tambahan terhadap kelebihan keuntungan yang diperoleh perusahaan-perusahaan dalam sektor-sektor tertentu.

Definisi Windfall Tax

Windfall tax sendiri merupakan pajak tambahan yang dikenakan oleh pemerintah pada industri tertentu saat kondisi ekonomi memungkinkan industri tersebut untuk mendapatkan keuntungan yang lebih tinggi dari normalnya ataupun di atas rata-rata. Definisi windfall tax sendiri berdasarkan Cambridge Dictionary ialah pajak tambahan yang dibebankan oleh pemerintah terhadap perusahaan-perusahaan saat perusahaan tersebut mendapatkan keuntungan besar yang tidak terduga, terutama saat perusahaan terbantu oleh kondisi ekonomi.

Windfall tax juga bisa berlaku terhadap individu yang tiba-tiba menjadi kaya karena telah menerima sejumlah besar uang dari hadiah, warisan, game show, perjudian, maupun karena memenangkan lotre. Namun pada beberapa kasus, penerima warisan, penerimaan hadiah dari teman atau keluarga, serta pembayaran asuransi jiwa terbebas dari pengenaan pajak (Johnson, 2020).

Karena penerapannya diterapkan pada perusahaan maupun individu yang sedang beruntung, lalu pemerintah mendapatkan keuntungan juga dari hal ini yang yang mana sebenarnya bukan merupakan tanggung jawabnya, oleh sebab itu secara sederhana windfall tax bisa disebut dengan “pajak rezeki nomplok”.

Tujuan Kebijakan Windfall Tax

Terdapat beberapa tujuan dengan diterapkannya kebijakan fiskal windfall tax oleh pemerintah di suatu negara, diantaranya:

Menjaga stabilitas ekonomi suatu negara

Bertujuan untuk membantu pemerintah suatu negara untuk membangkitkan kondisi ekonomi negara pasca terjadinya Covid-19.

Mempercepat kemajuan transisi energi bersih

Memberikan keuntungan untuk perusahaan yang membayar supaya bisa mendorong efisiensi.

Baca Juga: Tips Sukses Menjadi Konsultan Pajak untuk Karir Cemerlang

Negara yang Menerapkan Windfall Tax

Berikut beberapa negara yang pernah menerapkan, akan menerapkan, serta masih menerapkan fiskal windfall tax, diantaranya:

Amerika Serikat

Di tahun 1980, Amerika Serikat sempat menerapkan kebijakan fiskal windfall tax pada produksi minyak mentah. Lalu pajak ini dicabut atau sudah tidak diterapkan lagi di tahun 1988.

Inggris

Di tahun 1997, Inggris juga pernah menerapkan kebijakan fiskal windfall tax pada perusahaan-perusahaan utilitas yang diprivatisasi. Kini, Inggris menerapkan kebijakan windfall tax pada industri dengan komoditas migas semenjak 26 Mei 2022.

Italia

Baru-baru ini, pemerintah Italia juga telah menaikkan pajak tambahan terhadap keuntungan luar biasa yang diperoleh oleh perusahaan energi, hal ini terjadinya karena efek dari adanya lonjakan harga komoditas energi.

Malaysia

Untuk memperluas basis pajak di tahun 2023, Malaysia juga berencana untuk menyiapkan berbagai strategi dalam mengingat rendahnya tingkat rasio penerimaan pajak pada kawasan Asia Tenggara. Yang mana salah satunya, Malaysia berencana untuk menerapkan kebijakan pajak tambahan (windfall tax) pada wajib pajak badan  atau perusahaan yang mendapatkan penghasilan di atas RM100 juta atau yang setara dengan Rp 345,3 miliar per tahunnya, dengan tarif 33%, yang mana tarif ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan tarif normal PPh Badan yang berlaku di Malaysia yakni sebesar 24%. Kebijakan fiskal ini diyakini bisa mempercepat upaya konsolidasi fiskal.

Selain itu, juga masih ada beberapa negara yang menerapkan pajak tersebut. Untuk menjadi seorang ahli pajak, Anda harus memiliki pengetahuan mendalam terkait pajak. Dan salah satunya adalah dengan mengikuti pelatihan pajak. Tax Academy adalah tempat yang tepat untuk Anda memulainya. Karena di tempat ini merupakan langkah tangga pertama kesuksesan Anda sebagai seorang Expert di bidang industri perpajakan.

Tax Academy menawarkan metode pembelajaran yang mudah dan memiliki jaringan profesional. Beberapa metode tersebut diantaranya adalah Video Learning, Interactive Learning, dan juga Hybrid Learning. Akademi perpajakan yang satu ini dikelola oleh profesional dari WiN Partners yang mengelola berbagai bidang pajak dengan kantornya di Surakarta, Medan dan juga Batam. Hubungi kami sekarang juga untuk Anda yang ingin mengikuti pelatihan pajak dan menjadi Expert di bidang pajak.

Tags: No tags

Comments are closed.