Sebelum Menyusun Laporan Keuangan, Penting untuk Memahami Accounting Profit dan Tax Profit

Sebelum Menyusun Laporan Keuangan, Penting untuk Memahami Accounting Profit dan Tax Profit

Pelatihan pajak akan sangat tepat untuk Anda yang sedang membutuhkan kelas perpajakan untuk memahami mengenai dunia perpajakan lebih detail. Bahkan pelatihan pajak ini juga bisa membantu anda untuk memahami berbagai regulasi perpajakan dasar, hingga regulasi perpajakan lanjutan. Seperti halnya memahami mengenai apa perbedaan dari tax profit dan accounting profit.

Perlu diketahui bahwa semakin berkembangnya zaman dan teknologi yang muncul juga semakin beragam, hal ini pastinya menciptakan begitu banyaknya peluang bisnis untuk masyarakat. Dengan berorientasi pada Keuntungan masing-masing bisnis juga berlomba-lomba untuk menjadi yang paling baik.

Baik itu dari segi produk, program, pelayanan, maupun berbagai hal lainnya. Maka dari itu, sangat penting untuk melakukan pelaporan keuangan untuk mempermudah penilaian kinerja dari sebuah entitas atau badan usaha. Laporan keuangan sendiri merupakan sebuah bentuk penyajian dengan cara yang terstruktur posisi keuangan, maupun kinerja keuangan dari sebuah badan usaha. Laporan keuangan terdiri dari laporan laba rugi dan laporan penghasilan komprehensif, laporan perubahan ekuitas, catatan atas laporan keuangan, laporan posisi ke keuangan awal periode komparatif, laporan neraca, dan laporan arus kas.

PSAK 1

Perlu diketahui bahwa fungsi dari setiap laporan ini pastinya berbeda namun tetap saling berkaitan. Hal tersebut telah diatur dalam PSAK atau Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Nomor 1. Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan ini mengatur tentang prosedur akuntansi yang berkaitan dengan pencatatan, perlakuan, penyusunan, dan penyajian laporan keuangan. Sebuah badan usaha bisa menerapkan pernyataan ini, untuk tahun buku yang dimulai maupun sesudah tanggal 1 Januari 2015 dan pernyataan ini tidak lagi berlaku untuk pelaporan dan penyusunan keuangan bagi identitas syariah.

Adanya laporan keuangan yang mengikuti aturan  Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan 1, yaitu supaya bisa memberikan informasi tentang posisi keuangan kinerja entitas arus kas entitas yang nantinya akan dipergunakan untuk dasar pengambilan keputusan, hasil pertanggungjawaban manajemen terhadap sumber daya yang dipercayakan. Pada umumnya, laporan keuangan menyajikan berbagai informasi yang berkaitan dengan aset, modal atau ekuitas, utang atau liabilitas, beban, pendapatan, distribusi, maupun kontribusi pemilik, dan arus kas maupun perputaran kas selama 1 tahun periode.

Baca Juga: Proses dan Syarat yang Harus Diketahui untuk Pemindahan Wajib Pajak

Yang mana manajemen perusahaan memiliki peran penting dan tanggung jawab, atas pelaporan dan penyajian keuangan serta laporan keuangan yang disusun berdasar asumsi kelangsungan usaha atau going concern. Manajemen sebuah entitas memanfaatkan dasar akrual, yaitu agregasi dan material. Tidak diperkenankan untuk melakukan saling hapus kecuali diizinkan atau disyaratkan suatu Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan. Dengan penyajian frekuensi laporan tahunan dan melaporkan informasi komparatif dari tahun sebelumnya.

Hal yang penting dalam laporan keuangan yaitu perihal konsistensi klasifikasi dan penyajiannya, Hal tersebut dikarenakan apabila tidak konsisten maka laporan keuangan ini nantinya menjadi tidak andal.

Tax Profit

Laba atau keuntungan sebelum pajak secara fiskal atau yang seringkali disebut dengan PKP atau penghasilan kena pajak ini, adalah nilai laba rugi selama 1 tahun akuntansi yang disajikan sesuai dengan kebijakan pajak. Ada berbagai penyebab perbedaan dari accounting profit dan tax profit, meliputi pengakuan biaya atau pendapatan dan perhitungan penyusutan.

Secara akuntansi, Setiap kejadian bisa diakui apabila bisa dihitung atau diukur dengan cara anda, sedangkan secara pajak sendiri kejadian bisa diakui apabila memang berhubungan dengan mendapatkan, memelihara, dan menagih. Hal tersebut seperti yang telah diatur dalam Undang-Undang PPh pasal 4 ayat 1, Pasal 4 ayat 2, pasal 4 ayat 3, pasal 6, pasal 9, pasal 11, pasal 11 A, dan yang terakhir adalah pasal 18.

Untuk menjadi seorang ahli pajak, Anda harus memiliki pengetahuan mendalam terkait pajak. Dan salah satunya adalah dengan mengikuti pelatihan pajak. Tax Academy adalah tempat yang tepat untuk Anda memulainya. Karena di tempat ini merupakan langkah tangga pertama kesuksesan Anda sebagai seorang Expert di bidang industri perpajakan.

Tax Academy menawarkan metode pembelajaran yang mudah dan memiliki jaringan profesional. Beberapa metode tersebut diantaranya adalah Video Learning, Interactive Learning, dan juga Hybrid Learning. Akademi perpajakan yang satu ini dikelola oleh profesional dari WiN Partners yang mengelola berbagai bidang pajak dengan kantornya di Surakarta, Medan dan juga Batam. Hubungi kami sekarang juga untuk Anda yang ingin mengikuti pelatihan pajak dan menjadi Expert di bidang pajak.

Tags: No tags

Comments are closed.