Pelatihan pajak adalah kelas perpajakan yang akan mempelajari tentang hukum perpajakan yang berlaku di Indonesia. Bahkan pelatihan pajak biasanya diikuti oleh calon konsultan pajak. Hukum adalah alat yang sangat penting untuk melindungi masyarakat, mengatur kehidupan sosial, dan menjamin keadilan bagi semua orang. Memahami hak-hak setiap orang adalah salah satu komponen hukum yang paling mendasar. Hak-hak hukum primer dan sekunder adalah dua kelompok utama yang termasuk dalam sistem hukum. Peran, penerapan, dan perlindungan dari kedua kategori hak ini sangat bervariasi, meskipun memiliki kemiripan yang dekat dengan hak-hak individu.
Perbedaan antara hak-hak hukum utama dan sekunder akan dijelaskan secara menyeluruh dalam artikel ini, bersama dengan contoh-contoh bagaimana hak-hak tersebut digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Untuk mempertahankan hak-hak mereka dan menjaga keadilan dalam sistem hukum, masyarakat harus memiliki kesadaran yang menyeluruh tentang kedua kategori hak ini.
Apa Saja Hak-Hak Hukum Primer?
Hak-hak hukum fundamental yang terkait erat dengan kebebasan atau kepentingan seseorang dikenal sebagai hak-hak hukum primer. Hak-hak ini adalah hak-hak yang secara eksplisit diakui oleh undang-undang dasar atau konstitusi suatu negara dan tidak memerlukan persetujuan pihak ketiga. Dengan kata lain, hak-hak dasar masyarakat secara langsung dilindungi oleh hak-hak hukum utama.
Kualitas dari Hak-Hak Hukum Utama:
- Hak-hak Esensial: Kepentingan individu yang penting termasuk hak untuk hidup, hak atas properti, dan hak atas kebebasan pribadi dilindungi oleh hak-hak hukum utama.
- Hak-hak yang Diberikan Secara Langsung oleh Hukum: Hak-hak ini dilindungi oleh konstitusi atau undang-undang dasar dan diakui oleh negara; hak-hak ini dapat diperoleh tanpa perlu melalui langkah atau proses tambahan.
- Perlindungan Hukum yang Kuat: Orang memiliki hak untuk mencari ganti rugi dan perlindungan melalui sistem hukum jika hak-hak mereka dilanggar.
Contoh-contoh Hak Hukum Primer:
- Hak atas Kebebasan Pribadi: Setiap orang berhak untuk bebas dari penahanan atau penahanan sewenang-wenang. Hal ini diuraikan dalam berbagai hukum nasional dan internasional untuk melindungi kebebasan individu semua orang.
- Hak atas Properti: Setiap orang memiliki hak untuk memiliki dan mengelola properti mereka tanpa campur tangan yang tidak sah.
- Hak untuk Hidup: Salah satu hak esensial yang tidak dapat diambil oleh siapa pun adalah hak untuk hidup. Ini termasuk kebebasan dari kematian sewenang-wenang di tangan pemerintah atau orang lain.
Baca Juga: KPDL Pajak: Transparansi dan Kepatuhan dalam Sistem Perpajakan Indonesia
Apa Saja Hak Hukum Sekunder?
Hak-hak hukum sekunder adalah hak-hak tambahan yang memfasilitasi pelaksanaan dan pembelaan hak-hak utama, sedangkan hak-hak hukum primer berkaitan dengan pembelaan hak-hak fundamental masyarakat. Jika terjadi pelanggaran atau ketidakadilan, hak-hak sekunder ini sering kali berkaitan dengan proses atau sistem yang memungkinkan orang untuk menggunakan hak-hak utama mereka.
Ciri-Ciri dari Hak-Hak Hukum Sekunder Meliputi:
- Bergantung pada Hak-hak Utama: Alih-alih berdiri sendiri, hak-hak hukum sekunder berfungsi untuk menegakkan atau memperkuat hak-hak utama.
- Prosedural: Mayoritas hak-hak sekunder berhubungan dengan proses hukum atau administratif yang dapat digunakan orang untuk menegakkan hak-hak utama mereka.
- Memungkinkan Akses terhadap Keadilan: Masyarakat dapat menggunakan hak-hak sekunder untuk memperjuangkan hak-hak utama mereka melalui jalur hukum yang lebih luas.
Contoh-contoh Hak Hukum Sekunder:
- Kemampuan untuk mengajukan keberatan atau banding: Seseorang memiliki hak untuk mengajukan keberatan atau banding atas keputusan yang dibuat oleh pengadilan atau pihak berwenang jika dianggap melanggar hak-hak dasar mereka.
- Hak atas Informasi: Hak ini memungkinkan orang untuk meminta rincian tentang kebijakan atau keputusan yang berdampak pada hak-hak mereka.
- Hak atas Bantuan Hukum: Seseorang berhak mendapatkan bantuan hukum ketika hak-hak fundamental mereka dilanggar.
Untuk menjadi seorang ahli pajak, Anda harus memiliki pengetahuan mendalam terkait pajak. Dan salah satunya adalah dengan mengikuti Pelatihan Pajak. Tax Academy adalah tempat yang tepat untuk Anda memulainya. Karena di tempat ini merupakan langkah tangga pertama kesuksesan Anda sebagai seorang Expert di bidang industri perpajakan.
Tax Academy menawarkan metode pembelajaran yang mudah dan memiliki jaringan profesional. Beberapa metode tersebut diantaranya adalah Video Learning, Interactive Learning, dan juga Hybrid Learning. Akademi perpajakan yang satu ini dikelola oleh profesional dari WiN Partners yang mengelola berbagai bidang pajak dengan kantornya di Surakarta, Medan dan juga Batam. Hubungi kami sekarang juga untuk Anda yang ingin mengikuti Pelatihan Pajak dan menjadi Expert di bidang pajak.