Ilustrasi meme tentang alasan mengambil sertifikat brevet pajak

Manfaat Brevet Pajak untuk Karier di Tax dan Accounting

Manfaat brevet pajak bukan cuma soal mendapatkan sertifikat. Yang lebih penting, kamu belajar memahami pajak secara terstruktur sehingga punya bekal yang lebih relevan untuk pekerjaan di bidang tax, finance, maupun accounting.

Bagi mahasiswa, fresh graduate, atau kamu yang ingin beralih ke bidang perpajakan, brevet bisa menjadi salah satu cara untuk memperkuat dasar sebelum menghadapi pekerjaan yang berkaitan dengan administrasi, perhitungan, dan pelaporan pajak.

Apa Manfaat Brevet Pajak untuk Karier?

Brevet pajak membantu kamu mempelajari materi perpajakan secara lebih sistematis. Bukan sekadar menghafal istilah, tetapi memahami bagaimana aturan pajak berkaitan dengan transaksi dan pekerjaan sehari-hari.

Lebih Paham Dasar Perpajakan

Materi brevet umumnya membahas berbagai topik penting dalam perpajakan. Dengan belajar secara terstruktur, kamu punya fondasi yang lebih kuat saat membaca kasus, mengerjakan perhitungan, atau memahami dokumen perpajakan.

Lebih Siap Menghadapi Pekerjaan yang Berkaitan dengan Pajak

Posisi di bidang tax tidak berdiri sendiri. Pekerjaan finance dan accounting juga sering bersinggungan dengan aspek perpajakan. Karena itu, pemahaman pajak dapat menjadi kompetensi tambahan yang berguna saat kamu menangani transaksi bisnis dan laporan keuangan.

Punya Tambahan Bukti Belajar di CV

Sertifikat brevet pajak bisa menjadi tambahan pada CV untuk menunjukkan bahwa kamu pernah mengikuti pelatihan perpajakan. Namun, sertifikat bukan jaminan diterima kerja. Nilai terbesarnya tetap ada pada pengetahuan dan kemampuan yang bisa kamu tunjukkan saat tes maupun wawancara.

Membantu Menentukan Arah Karier

Brevet juga bisa menjadi cara untuk mengenal bidang perpajakan lebih dekat. Setelah mengikuti pembelajaran, kamu dapat menilai apakah ingin menekuni jalur tax staff, accounting, finance, atau melanjutkan pengembangan kompetensi ke tingkat yang lebih lanjut.

Sertifikat Penting, tetapi Kompetensinya Lebih Penting

Kalau tujuanmu hanya menambah satu baris sertifikat di CV, manfaatnya akan terasa terbatas. Brevet akan lebih berguna ketika kamu benar-benar memahami materi dan mampu menerapkannya pada soal, studi kasus, atau pekerjaan.

Karena itu, pilih program yang tidak hanya mengejar penyelesaian kelas. Perhatikan materi, kualitas pengajar, kesempatan berdiskusi, latihan soal, dan cara pembelajaran yang membuat kamu aktif memahami kasus perpajakan.

Siapa yang Cocok Mengikuti Brevet Pajak?

  • Mahasiswa yang ingin menambah kompetensi sebelum masuk dunia kerja,
  • Fresh graduate yang ingin membangun karier di bidang tax, finance, atau accounting,
  • Karyawan yang pekerjaannya mulai bersinggungan dengan perpajakan,
  • Career switcher yang ingin memahami dasar perpajakan secara lebih terarah,
  • Pelaku usaha yang ingin lebih memahami aspek pajak dalam kegiatan bisnisnya.

Brevet tidak otomatis membuat seseorang menjadi ahli pajak. Namun, program yang tepat dapat membantu membangun fondasi yang lebih rapi dibanding belajar tanpa arah yang jelas.

Jangan Salah Paham soal Sertifikat Brevet Pajak

Sertifikat pelatihan brevet tidak sama dengan Sertifikat Konsultan Pajak atau izin praktik Konsultan Pajak. Jadi, kalau tujuanmu adalah berpraktik sebagai Konsultan Pajak, kamu tetap perlu mengikuti jalur sertifikasi dan perizinan profesi yang berlaku.

Ini penting supaya brevet dilihat sesuai fungsinya. Brevet dapat menjadi bekal belajar dan pengembangan kompetensi, bukan pengganti persyaratan resmi untuk profesi yang memiliki ketentuan khusus.

Mulai Belajar Brevet Pajak Secara Terstruktur

Kalau kamu ingin membangun fondasi perpajakan dengan pembelajaran yang lebih terarah, kamu bisa mempertimbangkan program Brevet Pajak dari Tax Academy Indonesia. Pilih format belajar yang paling sesuai dengan jadwalmu dan cek detail program terbaru sebelum mendaftar.

Pada akhirnya, alasan terbaik mengambil brevet bukan sekadar mengejar sertifikat. Fokus utamanya adalah membangun kompetensi perpajakan yang bisa kamu bawa ke dunia kerja dan terus dikembangkan seiring perjalanan karier.

FAQ tentang Brevet Pajak

Apakah brevet pajak wajib untuk bekerja di bidang pajak? ▾

Tidak selalu. Persyaratan setiap perusahaan dapat berbeda. Namun, brevet dapat menjadi tambahan pembelajaran yang relevan bagi kandidat yang ingin memperkuat dasar perpajakan.

Apakah sertifikat brevet pajak cukup untuk menjadi Konsultan Pajak? ▾

Tidak. Sertifikat pelatihan brevet berbeda dengan Sertifikat Konsultan Pajak dan izin praktik. Profesi Konsultan Pajak memiliki jalur sertifikasi dan perizinan tersendiri.

Apakah brevet pajak cocok untuk lulusan non-accounting? ▾

Bisa. Selama siap mempelajari konsep dasar perpajakan dan akuntansi yang berkaitan, brevet dapat membantu memahami materi secara lebih terstruktur.

Izin Konsultan Pajak Indonesia

Izin Konsultan Pajak di PMK 55/2026, Apakah Harus Ujian Lagi?

Punya Izin Konsultan Pajak sebelum PMK 55 Tahun 2026 berlaku bukan berarti harus mengulang semuanya dari awal. Izin Praktik yang sebelumnya diterbitkan berdasarkan PMK 111/2014 sebagaimana telah diubah dengan PMK 175/2022 dinyatakan tetap berlaku sebagai Izin Konsultan Pajak.

Jadi, kalau kamu sudah memiliki izin, PMK 55/2026 tidak otomatis membatalkan izin tersebut dan tidak menyatakan bahwa pemegang izin lama harus mengikuti ujian profesi lagi hanya agar izinnya tetap berlaku.

Meski begitu, ada beberapa ketentuan baru yang perlu dipahami. Terutama mengenai Surat Keterangan Kompetensi, PPL, jumlah SKP, keanggotaan asosiasi, sampai batas jasa yang boleh diberikan berdasarkan tingkat izin.

Izin Konsultan Pajak yang Lama Tetap Berlaku

Ketentuan peralihan dalam PMK 55 Tahun 2026 menegaskan bahwa Izin Praktik yang telah diterbitkan berdasarkan aturan sebelumnya tetap berlaku sebagai Izin Konsultan Pajak.

Artinya, konsultan pajak yang sudah memegang izin sebelum aturan baru berlaku tidak harus mengajukan izin dari awal hanya karena regulasinya berubah.

Hal yang perlu dibedakan adalah Izin Konsultan Pajak dengan Surat Keterangan Kompetensi atau SKK. Keduanya berhubungan, tetapi bukan dokumen yang sama.

Apa Bedanya Izin Konsultan Pajak dan SKK?

Izin Konsultan Pajak merupakan izin untuk menjalankan profesi sebagai konsultan pajak. Sementara itu, SKK merupakan dokumen yang menerangkan bahwa seseorang memiliki kompetensi di bidang perpajakan sesuai tingkat A, B, atau C.

Dalam skema PMK 55/2026, SKK diperoleh setelah seseorang mengikuti uji kompetensi di bidang perpajakan dan dinyatakan lulus.

SKK baru berlaku selama tiga tahun sejak tanggal penerbitannya. Perpanjangan dapat dilakukan paling cepat satu bulan sebelum masa berlaku berakhir dengan mengikuti ujian penyegaran dan dinyatakan lulus.

Namun ada aturan khusus untuk sertifikat konsultan pajak yang terbit berdasarkan ketentuan lama. Dalam masa transisi, sertifikat tersebut diakui sebagai SKK untuk jangka waktu paling lama dua tahun sejak sertifikat diterbitkan dan dapat digunakan untuk persyaratan permohonan izin sesuai ketentuan peralihan.

Jadi, jangan langsung menyimpulkan bahwa berakhirnya masa berlaku SKK sama dengan izin lama otomatis tidak berlaku. PMK 55/2026 secara terpisah menyatakan izin yang telah terbit sebelumnya tetap berlaku.

Pemegang Izin Konsultan Pajak Tetap Punya Kewajiban

Walaupun izin yang sudah dimiliki tetap diakui, konsultan pajak tetap harus menjalankan kewajiban profesinya sesuai aturan baru.

  • Mengikuti PPL dan memenuhi SKP, Konsultan Pajak tingkat A minimal 20 SKP per tahun dengan minimal 16 SKP terstruktur, tingkat B minimal 30 SKP dengan minimal 24 SKP terstruktur, tingkat C minimal 45 SKP dengan minimal 36 SKP terstruktur
  • Menjadi anggota Asosiasi Konsultan Pajak, bagi izin yang baru diperoleh kewajiban ini harus dipenuhi paling lama 30 hari kerja setelah izin diperoleh
  • Memberikan jasa sesuai klasifikasi izin, ruang lingkup pekerjaan tidak boleh melampaui tingkat izin yang dimiliki
  • Mematuhi Kode Etik dan Standar Praktik, sekaligus menjaga independensi dan bebas dari benturan kepentingan
  • Menjalankan kewajiban administratif, termasuk melaporkan perubahan alamat atau tempat bekerja dan menyampaikan laporan tahunan sesuai ketentuan

Kewajiban PPL mulai berlaku pada Januari tahun berikutnya setelah izin diterbitkan. Jadi, mendapatkan izin bukan akhir dari proses pengembangan kompetensi.

Ruang Lingkup Izin Tingkat A, B, dan C

PMK 55/2026 masih membagi Izin Konsultan Pajak menjadi tingkat A, B, dan C. Perbedaannya terutama terletak pada Wajib Pajak yang dapat dilayani.

Tingkat A digunakan untuk memberikan jasa perpajakan kepada orang pribadi, kecuali orang pribadi yang berdomisili di negara yang mempunyai persetujuan penghindaran pajak berganda dengan Indonesia.

Tingkat B mencakup orang pribadi dan badan, tetapi memiliki pengecualian untuk badan dengan penanaman modal asing, bentuk usaha tetap, serta orang pribadi atau badan yang berdomisili di negara yang mempunyai persetujuan penghindaran pajak berganda dengan Indonesia.

Tingkat C memiliki ruang lingkup untuk seluruh orang pribadi dan badan.

Karena itu, tingkat izin bukan hanya nama jenjang. Tingkat tersebut menentukan ruang lingkup jasa yang secara regulasi dapat diberikan kepada klien.

Syarat Izin Konsultan Pajak untuk Calon Baru

Bagi yang belum memiliki izin dan baru ingin masuk ke profesi ini, mekanismenya berbeda dengan pemegang izin lama.

PMK 55/2026 mensyaratkan calon Konsultan Pajak antara lain merupakan Warga Negara Indonesia, mempunyai kompetensi perpajakan, lulus ujian profesi Konsultan Pajak yang diselenggarakan Asosiasi Konsultan Pajak, berpendidikan paling rendah sarjana atau strata 1 atau setara, memiliki pengalaman kerja sesuai klasifikasi izin, memiliki NPWP, serta memenuhi persyaratan lain yang ditentukan dalam regulasi.

Untuk izin tingkat B, dokumen pengalaman kerja pada dasarnya harus membuktikan pengalaman minimal satu tahun yang dihitung secara akumulasi dalam tiga tahun terakhir. Untuk tingkat C, pengalaman minimal dua tahun yang dihitung secara akumulasi dalam tiga tahun terakhir.

Persyaratan lengkap sebaiknya diperiksa langsung pada naskah PMK 55 Tahun 2026 di Direktorat Jenderal Pajak sebelum mengajukan izin.

Uji Kompetensi, Ujian Profesi, dan Ujian Penyegaran Itu Berbeda

Bagian ini cukup mudah tertukar karena PMK 55/2026 mengenal beberapa jenis ujian.

Uji kompetensi digunakan untuk memperoleh SKK. Uji ini diselenggarakan oleh Unit Pengelola yang berada di lingkungan Kementerian Keuangan.

Ujian profesi Konsultan Pajak diselenggarakan oleh Asosiasi Konsultan Pajak dan menjadi salah satu persyaratan bagi seseorang yang akan mengajukan Izin Konsultan Pajak.

Sementara itu, ujian penyegaran berkaitan dengan perpanjangan masa berlaku SKK.

Karena fungsinya berbeda, istilah ujian ulang sebaiknya tidak digunakan untuk menyamakan ketiganya. Bagi pemegang izin lama, keberadaan ujian penyegaran SKK juga tidak berarti izin yang sudah dimiliki langsung menjadi tidak berlaku.

Mau Masuk Jalur Konsultan Pajak? Kuatkan Basic Pajaknya Juga

Kalau targetmu baru mulai berkarier di dunia pajak, jangan hanya melihat persyaratan administrasinya. Pemahaman dasar perpajakan tetap menjadi bekal untuk menghadapi materi yang semakin kompleks ketika masuk ke pekerjaan pajak dan proses pengujian kompetensi.

Tax Academy Indonesia menyediakan kelas Brevet Pajak AB untuk mempelajari materi perpajakan dasar sampai menengah serta Brevet Pajak C untuk materi lanjutan seperti pajak internasional, transfer pricing, tax planning, dan topik terkait.

Brevet Pajak perlu dipahami sebagai sarana belajar dan penguatan pengetahuan. Sertifikat Brevet bukan pengganti SKK, ujian profesi, maupun Izin Konsultan Pajak yang dipersyaratkan dalam PMK 55/2026.

Kalau masih mempertimbangkan apakah kelas Brevet cocok untuk kebutuhan kariermu, kamu juga bisa membaca manfaat Brevet Pajak untuk karier sebelum menentukan kelas.

Singkatnya, pemegang izin lama tidak perlu memulai proses perizinan dari nol hanya karena PMK 55/2026 berlaku. Yang lebih penting adalah memahami kewajiban profesi yang sekarang berlaku, menjaga kompetensi, memenuhi PPL dan SKP, serta menjalankan jasa sesuai klasifikasi izin.

FAQ Izin Konsultan Pajak

Apakah pemegang Izin Konsultan Pajak lama harus ujian profesi lagi? ▼

PMK 55/2026 menyatakan Izin Praktik yang sudah diterbitkan berdasarkan aturan lama tetap berlaku sebagai Izin Konsultan Pajak. Aturan tersebut tidak menyatakan pemegang izin lama harus mengulang ujian profesi hanya agar izin yang sudah dimiliki tetap berlaku.

Berapa lama masa berlaku SKK Konsultan Pajak? ▼

SKK yang diterbitkan berdasarkan mekanisme PMK 55/2026 berlaku selama tiga tahun sejak tanggal penerbitan. Perpanjangannya dilakukan melalui ujian penyegaran sesuai ketentuan yang berlaku.

Apakah SKK sama dengan Izin Konsultan Pajak? ▼

Tidak. SKK menerangkan kompetensi seseorang di bidang perpajakan, sedangkan Izin Konsultan Pajak merupakan izin untuk menjalankan profesi sebagai Konsultan Pajak.

Apakah sertifikat Brevet Pajak sudah cukup untuk menjadi Konsultan Pajak? ▼

Tidak. Brevet merupakan pelatihan untuk memperkuat pengetahuan perpajakan. Untuk memperoleh Izin Konsultan Pajak tetap harus memenuhi seluruh persyaratan yang ditentukan dalam PMK 55/2026.

Pajak atas Barang Mewah

Pajak atas Barang Mewah dalam Bisnis Transportasi ala Bluebird

Pemanfaatan PPnBM dapat menjadi bagian dari perencanaan pajak ketika perusahaan memahami fasilitas yang tersedia dalam peraturan. Dalam bisnis transportasi, kendaraan yang memenuhi ketentuan sebagai angkutan umum dapat memperoleh pembebasan PPnBM dengan memenuhi persyaratan yang berlaku.

Model bisnis transportasi seperti Bluebird menjadi contoh menarik karena kendaraan bukan sekadar alat operasional, tetapi juga aset produktif yang digunakan untuk menghasilkan pendapatan selama masa manfaatnya.

Karena itu, keputusan pembelian kendaraan perlu mempertimbangkan bukan hanya harga beli, tetapi juga pajak, biaya operasional, penyusutan, masa penggunaan, hingga nilai jual kembali.

Apa Itu PPnBM pada Kendaraan?

PPnBM merupakan Pajak Penjualan atas Barang Mewah yang dikenakan terhadap Barang Kena Pajak tertentu yang tergolong mewah, termasuk jenis kendaraan bermotor tertentu sesuai ketentuan perpajakan.

Untuk kendaraan yang digunakan sebagai kendaraan angkutan umum, pemerintah memberikan fasilitas berupa pembebasan PPnBM apabila kendaraan dan penggunaannya memenuhi kriteria yang telah ditetapkan.

Singkatnya: fasilitas PPnBM dapat digunakan ketika kendaraan, kegiatan usaha, dokumen, dan peruntukannya memenuhi ketentuan yang berlaku.

Pembebasan PPnBM untuk Kendaraan Angkutan Umum

Kendaraan angkutan umum memiliki perlakuan berbeda karena digunakan untuk kegiatan angkutan orang dan/atau barang yang tersedia bagi masyarakat dengan dipungut bayaran.

Namun, mobil yang dimiliki perusahaan tidak otomatis dapat memperoleh pembebasan PPnBM. Kendaraan tersebut harus benar-benar digunakan sesuai peruntukan angkutan umum dan memenuhi persyaratan administratif.

Salah satu dokumen penting dalam proses ini adalah Surat Keterangan Bebas PPnBM atau SKB PPnBM. SKB merupakan surat yang menyatakan bahwa orang pribadi atau badan memperoleh pembebasan PPnBM atas impor atau perolehan kendaraan bermotor tertentu.

Dokumen yang Perlu Dipersiapkan

Untuk pengusaha angkutan umum, dokumen yang diperlukan dalam permohonan SKB PPnBM antara lain dapat berupa:

  • permohonan SKB PPnBM;
  • perjanjian atau dokumen jual beli kendaraan;
  • dokumen yang menunjukkan penggunaan kendaraan;
  • Nomor Induk Berusaha;
  • sertifikat standar yang telah terverifikasi atau izin penyelenggaraan angkutan; dan
  • dokumen pendukung lain sesuai jenis kendaraan dan kegiatan usaha.

Kondisi kepatuhan perpajakan pemohon juga menjadi bagian yang perlu diperhatikan. Dengan demikian, fasilitas pajak tetap berjalan bersama kewajiban administrasi perpajakan.

Belajar dari Model Bisnis Bluebird

Pada perusahaan transportasi seperti Bluebird, armada merupakan aset utama yang secara langsung digunakan untuk menghasilkan pendapatan.

Satu kendaraan memiliki siklus ekonomi yang cukup panjang. Perusahaan perlu mengeluarkan biaya untuk pengadaan, operasional, perawatan, hingga peremajaan armada. Setelah masa operasional selesai, kendaraan juga dapat memiliki nilai jual kembali.

Dalam skala armada yang besar, fasilitas PPnBM tentu dapat menjadi salah satu komponen yang memengaruhi perhitungan biaya pengadaan apabila kendaraan tersebut memenuhi persyaratan pembebasan.

Namun, pajak bukan satu-satunya faktor. Perusahaan juga perlu memperhitungkan:

  • harga pengadaan kendaraan;
  • biaya bahan bakar atau energi;
  • perawatan dan suku cadang;
  • asuransi;
  • penyusutan aset;
  • masa operasional; dan
  • nilai jual kembali kendaraan.

Perhitungan tersebut membantu perusahaan melihat biaya kendaraan secara menyeluruh selama aset digunakan.

PPnBM, Penyusutan, dan Nilai Jual Kembali

PPnBM dan penyusutan merupakan dua hal yang berbeda. PPnBM berkaitan dengan perlakuan pajak ketika kendaraan diperoleh atau diimpor, sedangkan penyusutan berkaitan dengan pencatatan nilai aset selama masa manfaatnya.

Konsep Fungsi Kapan Relevan?
PPnBM Berkaitan dengan pengenaan atau fasilitas pajak atas kendaraan. Saat impor atau perolehan kendaraan.
Penyusutan Mengalokasikan nilai aset selama masa manfaatnya. Selama kendaraan digunakan perusahaan.
Nilai Jual Kembali Menunjukkan nilai ekonomi kendaraan ketika dilepas. Saat kendaraan diremajakan atau dijual.

Nilai buku kendaraan yang telah mengalami penyusutan juga tidak selalu sama dengan harga kendaraan tersebut di pasar. Karena itu, perusahaan perlu mempertimbangkan nilai residu ketika menentukan waktu peremajaan armada.

Perhatikan Batas Penggunaan Fasilitas PPnBM

Pembebasan PPnBM tidak berhenti pada saat fasilitas diperoleh. Penggunaan kendaraan setelah transaksi juga harus tetap sesuai dengan tujuan pemberian fasilitas.

Apabila dalam jangka waktu empat tahun sejak impor atau perolehan kendaraan digunakan tidak sesuai dengan tujuan semula atau dipindahtangankan kepada pihak lain, PPnBM yang telah dibebaskan dan/atau PPN yang kurang dibayar dapat menjadi wajib dibayar sesuai ketentuan.

Perlu diperhatikan: keputusan mengenai perubahan fungsi atau penjualan kendaraan perlu mempertimbangkan konsekuensi perpajakan selama periode yang telah ditentukan.

Apa Manfaatnya bagi Perencanaan Bisnis?

Pemahaman mengenai fasilitas PPnBM membantu perusahaan membuat keputusan investasi dengan perhitungan yang lebih lengkap.

Ketika membeli kendaraan dalam jumlah besar, perusahaan dapat memperhitungkan sejak awal apakah kendaraan memenuhi persyaratan fasilitas, dokumen yang perlu dipersiapkan, serta konsekuensi selama kendaraan digunakan.

Pendekatan tersebut juga membantu mengurangi risiko kesalahan administrasi karena aspek perpajakan telah diperiksa sebelum transaksi dilakukan.

Pada akhirnya, keputusan pengadaan kendaraan sebaiknya mempertimbangkan pajak bersama biaya operasional, penyusutan, umur ekonomis, dan nilai jual kembali aset.

Pemanfaatan PPnBM Tetap Harus Sesuai Ketentuan

Pembebasan PPnBM bagi kendaraan angkutan umum merupakan fasilitas perpajakan yang dapat dimanfaatkan apabila seluruh persyaratannya terpenuhi.

Bagi bisnis transportasi, fasilitas tersebut dapat menjadi salah satu faktor dalam menghitung biaya pengadaan armada. Namun, perusahaan tetap perlu memperhatikan SKB PPnBM, peruntukan kendaraan, kelengkapan dokumen, serta ketentuan setelah fasilitas diperoleh.

Model bisnis seperti Bluebird juga menunjukkan pentingnya melihat kendaraan sebagai aset dengan siklus ekonomi lengkap, mulai dari pembelian, penggunaan, penyusutan, peremajaan, hingga penjualan kembali.

FAQ tentang Pemanfaatan PPnBM

Apa yang dimaksud dengan pembebasan PPnBM?

Pembebasan PPnBM merupakan fasilitas yang membuat PPnBM tidak dikenakan atas impor atau perolehan Barang Kena Pajak tertentu apabila memenuhi persyaratan yang ditetapkan.

Apakah kendaraan angkutan umum bisa bebas PPnBM?

Ya, kendaraan angkutan umum dapat memperoleh pembebasan PPnBM apabila memenuhi kriteria, peruntukan, dan persyaratan administratif yang berlaku.

Apakah mobil taksi otomatis bebas PPnBM?

Tidak. Pengusaha tetap harus memenuhi persyaratan yang ditentukan, termasuk ketentuan mengenai penggunaan kendaraan dan dokumen yang diperlukan untuk memperoleh SKB PPnBM.

Apa itu SKB PPnBM?

SKB PPnBM adalah Surat Keterangan Bebas PPnBM yang menyatakan bahwa orang pribadi atau badan memperoleh pembebasan PPnBM atas impor atau perolehan kendaraan bermotor yang memenuhi ketentuan.

Apakah kendaraan yang mendapatkan pembebasan PPnBM boleh dijual?

Penjualan atau pemindahtanganan perlu memperhatikan jangka waktu dan ketentuan yang berlaku. Dalam kondisi tertentu, PPnBM yang sebelumnya dibebaskan dapat menjadi wajib dibayar kembali.

Ingin memahami PPN, PPnBM, dan berbagai ketentuan perpajakan lainnya dengan lebih mendalam?

Pemahaman mengenai PPN dan PPnBM merupakan salah satu kompetensi penting bagi kamu yang ingin berkarier di bidang perpajakan. Tax Academy menyediakan
Kelas Brevet Pajak AB & C
yang dirancang oleh tim profesional dengan materi sesuai kurikulum USKP dan peraturan pajak terbaru. Daftar kelasnya sekarang
di sini!

Eksplor insight lain seputar perpajakan dan Brevet dengan mengunjungi
Instagram Tax Academy
atau laman
blog Tax Academy
dan nantikan update lainnya.

Catatan: Artikel ini bersifat edukatif. Penerapan fasilitas dan perlakuan perpajakan dapat berbeda sesuai jenis transaksi, kegiatan usaha, kondisi Wajib Pajak, serta ketentuan yang berlaku.

Berikut Mekanisme Pengenaan Pajak Atas Persewaan Tanah dan Bangunan

Berikut Mekanisme Pengenaan Pajak Atas Persewaan Tanah dan Bangunan

Training pajak adalah usaha yang bisa dilakukan oleh para wajib pajak untuk bisa mengetahui berbagai ketentuan maupun informasi seputar perpajakan. Bahkan kelas perpajakan seperti ini bisa diikuti oleh siapapun, tanpa perlu adanya latar belakang pendidikan khusus sekalipun. Karena memang sangat perlu untuk mengetahui ketentuan pajak yang ada untuk mengelola kewajiban perpajakan. Seperti misalnya mengenai PPh, Pajak penghasilan adalah salah satu jenis pajak yang paling umum diberlakukan di Indonesia. Terdapat beberapa jenis PPh yakni salah satunya PPh pasal 4 ayat 2 atau yang lebih dikenal dengan pajak penghasilan yang bersifat final.

Pajak penghasilan jenis yang satu ini adalah jenis penghasilan atau suatu pajak yang didapatkan oleh wajib pajak, baik itu orang pribadi maupun badan yang mana pemotongannya memiliki sifat final dan tidak bisa dikreditkan dengan PPh yang terutang. Misalnya seperti, penghasilan yang termasuk dalam objek pajak penghasilan final seperti halnya yang telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 Pasal 4 Ayat 2 huruf d, yakni persewaan atas tanah dan/atau bangunan. Lantas, sebenarnya apa saja yang termasuk pajak Sewa atas tanah dan bangunan?

Pada dasarnya, PPh yang bersifat final terutang terhadap persewaan atas tanah dan bangunan, bisa berupa rumah, apartemen, tanah, gedung, perkantoran, toko, kondominium, rumah, kantor, gedung, industri, dan rumah toko. Tarif yang dibebankan terhadap penghasilan dari persewaan atas tanah dan bangunan sebesar 10% dari jumlah penduduk atau nilai persewaan, tarif tersebut berlaku baik untuk wajib pajak perorangan maupun wajib pajak badan. Perlu Anda ketahui bahwa yang dimaksud dengan nilai persewaan atau jumlah bruto adalah jumlah dari semua yang dibayar oleh penyewa, dengan bentuk apapun yang mempunyai hubungan dengan tanah dan bangunan yang didalamnya.

Juga ada biaya perawatan, keamanan, pemeliharaan, dan fasilitas lain, serta service charge yang mempunyai perjanjian dan dibuat secara terpisah maupun yang disatukan. Lantas bagaimana mekanisme pengenaan pajak penghasilan final terhadap persewaan tanah dan bangunan? Untuk pajak penghasilan sendiri yang bersifat final terhadap penghasilan yang didapatkan dari menyewakan bangunan maupun tanah, pengenaannya dilakukan melalui pemotongan oleh pihak penyewa. Tetapi perlu Anda ketahui dikecualikan jika pihak penyewa bukan termasuk subjek pajak orang pribadi yang tidak ditunjuk oleh Direktorat Jenderal padat seperti halnya yang diatur dalam KEP-50/PJ./1996.

Baca Juga: Apa Itu Bukti Penerimaan Elektronik? Seberapa Pentingnya Bagi Wajib Pajak?

Dalam lingkup ini, pajak penghasilan final terutang yang wajib dibayarkan sendiri secara langsung ke bank persepsi oleh pihak yang menyewakan tanah dan bangunan tersebut. Pastinya bagi orang awam tidak mengetahui siapakah sebenarnya orang pribadi yang dimaksud dan yang sudah ditunjuk sebagai pemotong pajak penghasilan.

Untuk bisa mengetahui lebih lanjut mengenai berbagai ketentuan pajak dan bisa mengelola perpajakan dengan lebih efisien, maka Anda juga bisa mengikuti training pajak. Bahkan biasanya pelatihan perpajakan ini juga diikuti oleh calon ahli pajak. Sehingga Berikut ini adalah orang pribadi yang ditunjuk sebagai pemungut pajak penghasilan, diantaranya:

  • Arsitek
  • Akuntan
  • Dokter
  • Notaris
  • PPAT atau Pejabat Pembuat Akta Tanah, tetapi terkecuali PPAT ini adalah seorang konsultan, pengacara, dan camat yang melakukan pekerjaan bebas.
  • Orang pribadi yang melakukan sebuah bisnis dan menyelenggarakan pembukuan pastinya sudah terdaftar sebagai wajib pajak dalam negeri.

PPh atas persewaan tanah dan bangunan ini terutang pada saat pembayaran atau ketika terutangnya sewa tergantung dari peristiwa yang mana dulu yang terjadi.

Untuk menjadi seorang ahli pajak, Anda harus memiliki pengetahuan mendalam terkait pajak. Dan salah satunya adalah dengan mengikuti training pajak. Tax Academy adalah tempat yang tepat untuk Anda memulainya. Karena di tempat ini merupakan langkah tangga pertama kesuksesan Anda sebagai seorang Expert di bidang industri perpajakan.

Tax Academy menawarkan metode pembelajaran yang mudah dan memiliki jaringan profesional. Beberapa metode tersebut diantaranya adalah Video Learning, Interactive Learning, dan juga Hybrid Learning. Akademi perpajakan yang satu ini dikelola oleh profesional dari WiN Partners yang mengelola berbagai bidang pajak dengan kantornya di Surakarta, Medan dan juga Batam. Hubungi kami sekarang juga untuk Anda yang ingin mengikuti training pajak dan menjadi Expert di bidang pajak.

Youtube on Mobile Phone Mockup with 3d icons

Meninjau Upaya Otoritas Pajak Indonesia dalam Menggali Potensi Penerimaan Pajak dari Selebgram dan Youtuber

Teknologi dan informasi yang berkembang pesat menyebabkan semakin
tingginya pengguna internet di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Pada
tahun 2021, pengguna internet di Indonesia meningkat sebesar 11 persen dari
tahun sebelumnya, yaitu menjadi 202,6 juta pengguna (Agustini, 2021).
Banyaknya pengguna internet di Indonesia mendorong masyarakat untuk saling
terhubung melalui berbagai media sosial. Media sosial dimanfaatkan oleh
masyarakat untuk melakukan banyak hal, seperti menciptakan usaha kreatif,
memperluas jaringan usaha, dan mempromosikan produk secara cepat dan
mudah (Hardilawati et al., 2019). Continue Reading