Mengapa Tax Planning Sangat Penting untuk Memulai Bisnis?

Mengapa Tax Planning Sangat Penting untuk Memulai Bisnis?

Pelatihan Pajak – Faktor paling penting atau merupakan sebuah kunci dari bisnis yang berkembang serta berkelanjutan adalah kepatuhan pajak yang akurat. Maka dari itu sebuah tax planning muncul supaya dapat dijadikan sebagai langkah awal ketika mengelola sistem perpajakan sebuah perusahaan. Tax planning atau yang biasa disebut dengan perencanaan pajak ini biasanya dibutuhkan oleh perusahaan-perusahaan.

Karena ketika Anda memiliki perusahaan atau Anda adalah salah satu bagian perusahaan yang mengurusi tentang perpajakan, maka perencanaan pajak ini dibutuhkan karena seluruh bagian perusahaan adalah subjek dan objek pajak. Pelajaran mengenai perencanaan pajak juga tidak serta merta bisa didapatkan, tetapi biasanya dari pelatihan pajak atau pelajaran dari pendidikan yang pernah nah ditempuh di bidang perpajakan.

Pada dasarnya untuk memulai sebuah bisnis ada baiknya untuk tidak mengesampingkan perencanaan pajak atau tax planning. Perlu Anda ketahui bahwa dengan menggunakan tax planning justru saat itulah akan membuat bisnis Anda lancar untuk didirikan. Bahkan dapat memperoleh keuntungan dengan adanya pajak itu sendiri. Seorang konsultan pajak dalam sebuah webinar mengatakan bahwa pada umumnya orang akan menganggap bahwa pajak merupakan beban. Sehingga hal tersebut akan membuat seseorang tersebut cenderung mengabaikan mengenai persoalan pajak.

Padahal apabila dimasukkan dalam komponen pajak ketika menjalankan sebuah bisnis itu sangatlah penting. Apalagi pada bisnis yang baru saja dimulai. Maka dari itu pajak dapat dijadikan sebagai salah satu hal yang akan membantu Anda menjalankan bisnis nanti. Walaupun pajak yang akan dibayarkan tersebut merupakan sebuah pengeluaran atau biaya usaha, nama penuh dan anti untuk mendengar kata pajak. Tentu saja nantinya Anda bisa memperoleh keuntungan dengan adanya tax planning tersebut.

Peran Tax Planning untuk Sebuah Bisnis

Ketika Anda mempunyai perencanaan pajak yang baik dan benar ketika memulai sebuah usaha maka akan membuat Anda sebagai seorang pengusaha bisa memanfaatkan atau mengoptimalkan fasilitas pajak yang ada. Di samping itu juga dapat menyelamatkan bagian keuangan perusahaan.

Baca Juga: Apakah Brevet Pajak Termasuk Sertifikasi Pajak?

Opsi Tepat Sebagai Wajib Pajak yang Sesuai

Perlu Anda ketahui terdapat sistem yang berbeda antara wajib pajak badan yang statusnya sebagai UMKM dan wajib pajak badan normal. Perbedaannya dapat dilihat dari besar tarif pajak, insentif yang diberikan pemerintah, bahkan hingga jenis surat pelaporan pajaknya. Apabila dijelaskan secara panjang mungkin akan cukup menghabiskan banyak waktu, tetap Anda untuk menjadi wajib pajak dengan menerapkan tax planning, makan nantinya kerugian dapat Anda kompensasikan pada tahun-tahun berikutnya.

Dapat Memanfaatkan Insentif Pajak

Manfaat lain dari teks planning adalah Anda dapat memanfaatkan insentif pajak yang akan diberikan oleh pemerintah. Misalnya seperti insentif pajak yang dikeluarkan pemerintah baru-baru ini untuk pengurangan beban ekonomi pelaku usaha sektor tertentu yang terdampak virus Corona. Apabila Anda memperoleh insentif pajak PPH final UMKM maka Anda hanya perlu mengajukan surat pembebasan pajak penghasilan final Supaya Anda tidak perlu lagi untuk menyetor pajak dan memungut pajak ketika melakukan pembayaran pada pelaku UMKM.

Maka dari itu, bukankah Anda dapat melihat bahwa teks planning sangat penting untuk membuka sebuah bisnis baru? Karena manfaat yang akan diperoleh, untuk bisa mempelajari tax planning sendiri juga tidak dapat diperoleh dengan cuma-cuma. Anda bisa mempelajari perihal tax planning melalui pelatihan pajak maupun memperoleh pendidikan mengenai perpajakan.

Untuk menjadi seorang ahli pajak, Anda harus memiliki pengetahuan mendalam terkait pajak. Dan salah satunya adalah dengan mengikuti pelatihan pajak. Tax Academy adalah tempat yang tepat untuk Anda memulainya. Karena di tempat ini merupakan langkah tangga pertama kesuksesan Anda sebagai seorang Expert di bidang industri perpajakan.

Tax Academy menawarkan metode pembelajaran yang mudah dan memiliki jaringan profesional. Beberapa metode tersebut diantaranya adalah Video Learning, Interactive Learning, dan juga Hybrid Learning. Akademi perpajakan yang satu ini dikelola oleh profesional dari WiN Partners yang mengelola berbagai bidang pajak dengan kantornya di Surakarta, Medan dan juga Batam. Hubungi kami sekarang juga untuk Anda yang ingin mengikuti pelatihan pajak dan menjadi Expert di bidang pajak.

Sejarah, Dasar Hukum dan Sistem Perpajakan di Indonesia

Sejarah, Dasar Hukum dan Sistem Perpajakan di Indonesia

Kursus Pajak – Pajak merupakan kontribusi wajib yang diberikan oleh para wajib pajak kepada negara yang bersifat memaksa. Ketika membayarkan pajak, negara memang tidak memberikan imbalan secara langsung. Hasil dari pungutannya tersebut digunakan untuk keperluan negara untuk mencapai sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Perpajakan di Indonesia telah diatur melalui pasal 23A UUD 1945 dan juga peraturan lainnya seperti UU No. 28 Tahun 2007 mengenai Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. Berbicara tentang perpajakan di Indonesia, sudah pasti cakupan pembahasannya akan sangat meluas. Tapi, dalam uraian kali ini pokok bahasan hanya dikerucutkan pada 3 tema besar yaitu mengenai sejarah, sistem dan juga dasar hukum perpajakan.

Penggolongan Pajak

Di Indonesia sendiri, pajak dikategorikan berdasarkan 3 hal. Kategori pertama berdasarkan golongannya atau cara pemungutannya (pajak langsung dan juga pajak tidak langsung). Sedangkan yang kedua berdasarkan sifatnya (pajak subjektif dan juga pajak objektif). Untuk yang ketiga berdasarkan lembaga pemungutannya (pajak pusat dan juga pajak daerah).

Sistem Perpajakan di Indonesia

Pemerintah Indonesia telah mengubah sistem pemungutan pajak, dimana yang semula menerapkan official assessment (dipakai ketika era kolonial Belanda) kemudian sejak tahun 1983 diubah menjadi self assessment.

Lalu apa sebenarnya perbedaan ke 2 sistem tersebut? Salah satu inti perbedaan dari dua sistem pemungutan pajak tersebut berada pada wewenang untuk menetapkan besaran pajak terutang. Apabila pada official assessment, wewenang penetapan besaran pajak dipegang oleh pemerintah, sedangkan untuk self assessment wewenang tersebut ada pada wajib pajak.

Upeti Sebagai Cikal Bakal Pajak

Pada masa pra kolonial (sebelum Belanda masuk), pajak dikenal dengan sebutan upeti. Upeti tersebut dipungut oleh raja yang digunakan untuk kepentingan pribadi dan juga kebutuhan operasional kerajaannya. Misalnya seperti membangun istana atau untuk membiayai rumah tangga kerajaan.

Perpajakan di Indonesia di Masa Belanda

Ketika Indonesia dijajah Belanda, saat itulah mulai dikenal sistem perpajakan modern. Saat itu, salah satu jenis pajak yang berlaku di antaranya pajak rumah tinggal yang diberlakukan pada tahun 1839 dan juga pajak usaha.

Selain itu, besar tarif pajak juga dibedakan oleh pemerintah Kolonial Belanda juga membedakan berdasarkan kewarganegaraan wajib pajak. Di tahun 1885 misalnya, pemerintah menerapkan kenaikan pajak tinggal bagi warga Asia menjadi 4%. Kemudian, pada era pra kemerdekaan, penjajah Belanda dan juga Inggris telah memperkenalkan sistem pemungutan pajak yang sistematis.

Baca Juga: Tingkatkan Kemampuan Perpajakan Melalui Brevet Pajak

Dasar Hukum Perpajakan di Indonesia

Setelah Anda mengetahi bagaiman perkembangan sejarah perpajakan di Indonesia, maka Anda juga perlu mengetahui dasar hukum perpajakan di Indonesia di era kemerdekaan. Berikut berbagai dasar hukum yang digunakan dala mengatur perpajakan di Indonesia:

  • UU No. 6/1983 dan diperbarui oleh UU No. 16/2000 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan
  • UU No. 7/1983 dan diperbarui oleh UU No. 17/2000 tentang Pajak Penghasilan (PPh).
  • UU No. 8/1983 dan diganti menjadi UU No. 18/2000 tentang Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan.
  • UU No. 19/1997 dan diganti menjadi UU No. 19/2000 tentang penagihan pajak dan surat paksa.
  • UU N0. 14/2002 mengatur Pengadilan Pajak

Asas Perpajakan di Indonesia

Di samping menggunakan dasar hukum, perpajakan di Indonesia juga mempunyai asas yang jelas. Berikut berbagai asas perpajakan yang berlaku di Indonesia: Asas Finansial, Asas Ekonomis, Asas Yuridis, Asas Umum, Asas Sumber, Asas Kebangsaan atau Nasionalitas dan Asas Wilayah atau Teritorial.

Untuk menjadi seorang ahli pajak, Anda harus memiliki pengetahuan mendalam terkait pajak. Dan salah satunya adalah dengan mengikuti kursus pajak. Tax Academy adalah tempat yang tepat untuk Anda memulainya. Karena di tempat ini merupakan langkah tangga pertama kesuksesan Anda sebagai seorang Expert di bidang industri perpajakan.

Tax Academy menawarkan metode pembelajaran yang mudah dan memiliki jaringan profesional. Beberapa metode tersebut diantaranya adalah Video Learning, Interactive Learning, dan juga Hybrid Learning. Akademi perpajakan yang satu ini dikelola oleh profesional dari WiN Partners yang mengelola berbagai bidang pajak dengan kantornya di Surakarta, Medan dan juga Batam. Hubungi kami sekarang juga untuk Anda yang ingin mengikuti kursus pajak dan menjadi Expert di bidang pajak.

Apakah Brevet Pajak Termasuk Sertifikasi Pajak?

Apakah Brevet Pajak Termasuk Sertifikasi Pajak?

Terdapat sebuah pengaplikasian software pajak melalui sebuah kegiatan kursus yang di biasanya disebut dengan training pajak. Brevet pajak atau taxation ini merupakan sebuah kursus atau pelatihan pajak yang mempunyai beberapa tingkatan khusus. Mulai dari tingkatan brevet A,  brevet B,  dan brevet C. Pelatihan pajak atau brevet pajak ini mempunyai tingkatan yang akan sesuai dengan berbagai jenis materi pajak yang akan dipelajari. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai brevet pajak, berikut ini adalah beberapa hal yang dapat membantu Anda untuk mengerti mengenai kursus pajak yang satu ini.

Tingkatan Brevet Pajak

Mungkin untuk Anda yang bekerja di bidang akuntansi atau perpajakan maupun sedang menempuh pendidikan di bidang tersebut pernah mendengar istilah tentang brevet pajak. Pada umumnya brevet pajak merupakan sebuah aktivitas pelatihan pajak atau kursus pajak dengan beberapa tingkatan yang berbeda-beda. Kursus atau pelatihan pajak ini bisa dilakukan dengan adanya atau tanpa pengaplikasian terhadap software pajak. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang brevet pajak, berikut adalah pembahasan mengenai tingkatan brevet pajak, antara lain:

Brevet Pajak A

Tingkatan yang pertama adalah akan membahas mengenai dasar hingga ketentuan perpajakan seperti pajak penghasilan orang pribadi, dan cakupan materi tentang ketentuan umum tentang tatacara perpajakan (KUP),  PBB, BPHTB, pajak penghasilan orang pribadi, bahkan hingga bea materai.

Brevet Pajak B

Brevet pajak B adalah tingkatan training pajak yang selanjutnya. Bisa dibilang bahwa kursus ini akan membahas Pembahasan dasar hingga menengah dengan materi ketentuan pajak badan atau perusahaan. Pada umumnya materi yang akan dipelajari seperti beberapa pasal pajak penghasilan, pemotongan dan pemungutan pajak, Pajak pertambahan nilai atau PPN, akuntansi pajak dan pajak penghasilan badan (PPh badan).

Brevet Pajak C

Brevet pajak yang terakhir adalah tingkatan pelatihan pajak dengan pembahasan menengah hingga lanjutan dengan materi pembahasan perpajakan internasional. Biasanya materi yang yang akan mencakup adalah PPH orang pribadi dan PPh badan,  pajak internasional bank, akuntansi pajak, Pajak Internasional, dan tax planning.

Baca Juga: Dimana Seorang Konsultan Pajak Akan Bekerja?

Brevet Pajak Termasuk Sertifikasi?

Apabila terdapat pertanyaan Seperti di atas, jawabannya adalah iya. Karena setelah melalui berbagai training pajak seperti bersifat pajak ini nantinya akan terdapat sebuah ujian dan ketika lulus akan memperoleh sebuah sertifikat. Pada dasarnya brevet pajak juga merupakan sebuah pelatihan perpajakan yang dilakukan untuk melatih para profesional pajak. Sehingga sertifikasi pajak bisa saja berupa sebuah pelatihan yang memiliki kaitan dengan perpajakan yang dinamakan brevet pajak tersebut.Lalu bisa juga berupa pelatihan atau tes untuk para peserta yang ingin mengambil profesi konsultan pajak dan biasa disebut dengan ujian sertifikasi konsultan pajak (USKP).

Sertifikasi pajak yang berupa brevet pajak adalah sebuah program khusus melalui bimbingan atau kursus dengan latihan soal-soal perpajakan yang diadakan oleh tim pengajar secara profesional di bidang pajak untuk bisa menunjang atau meningkatkan pengetahuan serta kecakapan mengenai perpajakan dalam tingkatan yang yang berbeda-beda dan waktu yang telah ditentukan. Pada saat Anda ingin menjadi seorang konsultan pajak, Nantinya juga terdapat sebuah ujian sertifikasi lagi atau yang biasa disebut dengan USKP. Konsultan pajak merupakan badan atau orang yang yang memberikan jasa konsultasi pada para wajib pajak untuk bisa melakukan hak dan memenuhi kewajiban perpajakannya yang sesuai dengan aturan undang-undang perpajakan yang berlaku.

Untuk menjadi seorang ahli pajak, Anda harus memiliki pengetahuan mendalam terkait pajak. Dan salah satunya adalah dengan mengikuti training pajak. Tax Academy adalah tempat yang tepat untuk Anda memulainya. Karena di tempat ini merupakan langkah tangga pertama kesuksesan Anda sebagai seorang Expert di bidang industri perpajakan.

Tax Academy menawarkan metode pembelajaran yang mudah dan memiliki jaringan profesional. Beberapa metode tersebut diantaranya adalah Video Learning, Interactive Learning, dan juga Hybrid Learning. Akademi perpajakan yang satu ini dikelola oleh profesional dari WiN Partners yang mengelola berbagai bidang pajak dengan kantornya di Surakarta, Medan dan juga Batam. Hubungi kami sekarang juga untuk Anda yang ingin mengikuti training pajak dan menjadi Expert di bidang pajak.

Tingkatkan Kemampuan Perpajakan Melalui Brevet Pajak

Tingkatkan Kemampuan Perpajakan Melalui Brevet Pajak

Sertifikat Brevet Pajak memang seringkali menjadi nilai tambah ketika Anda melamar kerja. Oleh sebab itu, jika ingin berkarir dalam bidang perpajakan, tentu perlu dilakukan kursus brevet pahjak. Namun, tahukah Anda apa itu brevet pajak? Apa saja manfaatnya?

Brevet pajak adalah suatu program kursus/bimbingan dan latihan terkait perpajakan yang diadakan oleh tim pengajar profesional dalam bidang pajak. Tujuan dilakukannya kursus tersebut tentu saja adalah untuk meningkatkan pengetahuan serta kecakapan terkait dengan perpajakan didalam tingkatan tertentu dan waktu yang sudah ditentukan.

Apa Saja Jenis Tingkatan Brevet?

1. Brevet A

Dalam brevet yang satu ini materi pajak yang akan diajarkan diantaranya adalah Pajak Penghasilan Orang Pribadi, Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP), Pajak Penghasilan Pasal 21, bea meterai, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Bea Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).

2. Brevet B

Untuk tingkatan brevet yang kedua, materi yang dibahas berkaitan dengan jenis brevet A. Materi yang dibahas diantaranya mengenai Pajak Penghasilan Badan, akuntansi pajak, pengisian SPT PPN, pemeriksaan dan penyidikan pajak, pengisian SPT PPh elektronik, Pajak Penghasilan Pasal 21, PPN 1111 dan 1107, Pajak Penghasilan Pasal 15, Pajak Penghasilan Pasal 23, Pajak Penghasilan Pasal 26, Pajak Penghasilan Pasal 4 Ayat 2, Pajak Penghasilan Pasal 25 dan sebagainya.

3. Brevet A dan B Terpadu

Sesuai dengan namanya, brevet pajak A dan B adalah jenis kursus pajak dimana materi yang dibahas adalah  materi jenis brevet pajak A dan juga brevet pajak B sebab memang materi tersebut saling berkaitan.

4. Brevet C

Untuk jenis brevet ini, peserta yang mengikuti memang harus dinyatakan lulus terlebih dahulu pada brevet pajak A dan juga brevet pajak B. Tapi meskipun demikian, terdapat beberapa penyedia kursus brevet yang membolehkan tetap bisa mengikuti langsung pada tahap brevet pajak C, apabila peserta mempunyai pengalaman pendidikan pajak, akuntansi maupun ekonomi. Materi yang akan dibahas pada brevet ini adalah mengenai transfer pricing, pajak internasional, manajemen pajak, dan lain sebagainya.

Siapa Peserta yang Dapat Mengikuti Brevet Pajak?

Setiap orang mempunyai kesempatan untuk mengikuti kursus brevet pajak. Pada umumnya kegiatan kursus diikuti oleh mahasiswa yang mengambil fokus bidang perpajakan, karyawan keuangan dan juga akuntansi, pegiat pajak dan masih banyak lagi yang lainnya.

Baca Juga: Simak Cara dalam Menghitung Pajak Penghasilan dengan Lebih Efisien

Apa Saja Manfaat Mengikuti Brevet Pajak?

Ada banyak manfaat yang bisa diperoleh melalui brevet pajak, diantaranya:

  1. Membantu Wajib Pajak dalam memahami berbagai hal terkait perpajakan. Sehingga bisa menyusun tax planning untuk Wajib Pajak tersebut ataupun bagi perusahaan tempat bekerja.
  2. Mencetak peserta yang bisa membuat laporan dan juga perhitungan pajak dengan pelatihan secara teknis yang diberikan saat mengikuti brevet.
  3. Melatih para peserta agar siap dalam menghadapi Ujian Sertifikasi Konsultan Pajak (USKP).
  4. Bisa menjadi konsultan pajak profesional.
  5. untuk para fresh graduate, ilmu dan juga pengalaman yang diperoleh dari kursus brevet pajak bisa dijadikan sebagai bekal ketika mereka ingin melamar pekerjaan. Dengan memilliki sertifikat brevet pajak, maka fresh graduate bisa lebih mudah untuk mendapat pekerjaan.
  6. Untuk pegawai, Ilmu pengetahuan perpajakan yang diperoleh bisa menunjang pekerjaan dan juga karir di perusahaan.
  7. Untuk para atasan bagian keuangan di suatu perusahaan, bisa memberikan kecakapan dan juga ketrampilan yang lebih dalam mengawasi kinerja tim serta dapat membantu tim apabila terjadi kendala maupun kesalahan dalam pajak dan juga keuangan di perusahaan.

Untuk menjadi seorang ahli pajak, Anda harus memiliki pengetahuan mendalam terkait pajak. Dan salah satunya adalah dengan mengikuti brevet pajak. Tax Academy adalah tempat yang tepat untuk Anda memulainya. Karena di tempat ini merupakan langkah tangga pertama kesuksesan Anda sebagai seorang Expert di bidang industri perpajakan.

Tax Academy menawarkan metode pembelajaran yang mudah dan memiliki jaringan profesional. Beberapa metode tersebut diantaranya adalah Video Learning, Interactive Learning, dan juga Hybrid Learning. Akademi perpajakan yang satu ini dikelola oleh profesional dari WiN Partners yang mengelola berbagai bidang pajak dengan kantornya di Surakarta, Medan dan juga Batam. Hubungi kami sekarang juga untuk Anda yang ingin mengikuti brevet pajak dan menjadi Expert di bidang pajak.

Simak Cara dalam Menghitung Pajak Penghasilan dengan Lebih Efisien

Simak Cara dalam Menghitung Pajak Penghasilan dengan Lebih Efisien

Kursus Pajak – Menghitung pajak penghasilan tentu perlu dipahami oleh para wajib pajak yang memiliki kewajiban melapor pajak. Terdapat cara menghitung pajak penghasilan dengan lebih efisien yang perlu diperhatikan. Pajak penghasilan adalah jenis pajak yang dikenakan kepada orang pribadi atas penghasilan yang diterimanya didalam masa tahun pajak.

Pengetahuan mengenai cara menghitung pajak penghasilan ini juga berguna untuk para wajib pajak untuk proses pelaporan pajak. Walaupun setiap tahunnya wajib pajak membayar serta melaporkan pajak, masih banyak wajib pajak yang kurang efisien didalam tata cara menghitung pajak penghasilan. Berikut tahapan yang sebaiknya dilakukan supaya pekerjaan Anda menjadi semakin mudah:

1. Buat Daftar Atas Penghasilan Setiap Bulan

Pajak penghasilan dikenakan terhadap penghasilan total yang diterima didalam masa tahun pajak (1 tahun). Apabila wajib pajak bukan seorang pegawai yang memiliki penghasilan tetap per bulannya, maka perlu dibuat daftar atas penghasilan yang diterima tiap bulannya. Besaran penghasilan yang dihitung dalam hal ini bukan hanya gaji pokok namun juga tunjangan-tunjangan yang diterima. Dengan kata lain, penghasilan kotor selama satu tahun pajak harus dihitung.

2. Menghitung PTKP

Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) merupakan pengurangan penghasilan neto untuk wajib pajak orang pribadi didalam menentukan besarnya penghasilan kena pajak (PKP). Setiap orang mempunyai hitungan PTKP yang berbeda sebab 2 faktor utama berikut:

  • Besarnya penghasilan yang tidak sama untuk setiap orang.
  • Besarnya tanggungan rumah tangga ataupun tanggungan keluarga.

Besarnya PTKP berdasarkan Peraturan Direktorat Jenderal Pajak Nomor: Per-16/PJ/2016 adalah sebagai berikut:

  • Rp 54.000.000 bagi diri Wajib Pajak orang pribadi.
  • Rp 4.500.000 tambahan bagi Wajib Pajak yang menikah.
  • Rp 4.500.000 tambahan untuk setiap anggota keluarga sedarah serta keluarga semenda didalam garis keturunan lurus dan juga anak angkat, yang menjadi tanggungan sepenuhnya, yakni paling banyak 3 orang untuk tiap keluarga.

Baca Juga: Memahami Asas Pemungutan Pajak Berdasarkan Para Ahli

3. Cari Selisih Antara Penghasilan Kotor dengan PTKP

Penghasilan neto atau penghasilan kena pajak (PKP) dihasilkan dari penghasilan kotor (bruto) dikurangi PTKP. Sesudah nilai penghasilan bruto dan juga PTKP diketahui, maka proses perhitungan PKP bisa dilakukan. Sesudah angka atau nilai PKP sudah ada, maka sudah bisa ditentukan besaran pajak penghasilan.

4. Tahapan Menghitung PPh

Setelah mengetahui besaran PKP, pajak penghasilan dapat dihitung dengan ketentuan berikut ini:

  • Penghasilan bersih kurang dari Rp 50.000.000,00 tarif untuk pajaknya adalah 5%.
  • Penghasilan bersih berkisar antara Rp 50.000.000,00 hingga Rp 250.000.000,00 maka akan dikenakan tarif pajak sebesar 15%
  • Penghasilan bersih berkisar anatara Rp 250.000.000,00 hingga Rp 500.000.000,00 akan dikenakan tarif pajak sebesar 25%
  • Sementara itu, untuk penghasilan bersih yang berada di atas Rp. 500.000.000,00 dikenakan tarif pajak 50%.

Untuk menjadi seorang ahli pajak, Anda harus memiliki pengetahuan mendalam terkait pajak. Dan salah satunya adalah dengan mengikuti kursus pajak. Tax Academy adalah tempat yang tepat untuk Anda memulainya. Karena di tempat ini merupakan langkah tangga pertama kesuksesan Anda sebagai seorang Expert di bidang industri perpajakan.

Tax Academy menawarkan metode pembelajaran yang mudah dan memiliki jaringan profesional. Beberapa metode tersebut diantaranya adalah Video Learning, Interactive Learning, dan juga Hybrid Learning. Akademi perpajakan yang satu ini dikelola oleh profesional dari WiN Partners yang mengelola berbagai bidang pajak dengan kantornya di Surakarta, Medan dan juga Batam. Hubungi kami sekarang juga untuk Anda yang ingin mengikuti kursus pajak dan menjadi Expert di bidang pajak.

Dimana Seorang Konsultan Pajak Akan Bekerja?

Dimana Seorang Konsultan Pajak Akan Bekerja?

Pelatihan Pajak – Konsultan pajak merupakan seseorang yang akan memberikan sebuah jasa mengenai berbagai hal tentang perpajakan dari seorang wajib pajak atau wajib pajak badan. Apakah Anda pernah menemui atau mengalami suatu kesulitan dalam urusan perpajakan di Indonesia? Mungkin hal tersebut biasanya adalah terkendala dalam masalah pelaporan pajak. Maka dari itu, seorang konsultan pajak hadir untuk membantu Anda menyelesaikan berbagai masalah tersebut.

Sehingga untuk menjadi seorang konsultan pajak perlu adanya sebuah pendalaman pengertian tentang perpajakan itu sendiri. Bahkan juga bukan hanya itu saja tetapi dibutuhkan adanya latar belakang pendidikan yang berkaitan dengan perpajakan dan telah mengikuti berbagai pelatihan pajak yang ada.

Profesi Konsultan Pajak?

Tugas yang dijalankan sebagai profesi seorang konsultan pajak adalah memberikan jasa konsultasi pajak pada para wajib pajak ketika ingin melaksanakan hak dan memenuhi kewajibannya pada bidang pajak yang sesuai dengan peraturan undang-undang perpajakan yang berlaku. Hal tersebut berarti bahwa seorang konsultan pajak merupakan seseorang yang akan mempunyai tugas untuk membantu para wajib pajak untuk mengurusi berbagai hal mengenai atau yang berhubungan dengan perpajakan. Oleh karena itu pihak yang menggunakan jasa konsultan pajak bisa melaksanakan kewajiban perpajakannya dengan baik dan benar sesuai dengan aturan yang ada.

Apa Saja Syarat untuk Bisa Menjadi Konsultan Pajak?

Perlu Anda ketahui telah banyak perusahaan yang ada di Indonesia dan menggunakan jasa konsultan pajak ini untuk lebih mengefisiensikan perusahaannya. Syarat yang paling utama untuk menjadi seorang konsultan pajak adalah dengan bergabung menjadi anggota salah satu asosiasi konsultan pajak yang telah ada pada daftar Direktorat Jenderal Pajak. Perlu Anda ketahui lagi bahwa ternyata terdapat dua asosiasi konsultan pajak yang sudah terdaftar sebagai asosiasi konsultan pajak, yaitu yang pertama adalah Asosiasi Konsultan Pajak Publik Indonesia dan yang kedua adalah Ikatan Konsultasi Pajak Indonesia atau yang biasa disebut dengan IKPI.

Tempat Kerja Konsultan Pajak

Ketika memulai sebuah karir sebagai seorang konsultan pajak maka ketika Anda lulus Anda harus mempunyai minimal sertifikat pajak A dan B, yang didapatkan melalui sertifikasi pajak. Sebelum melakukan sertifikasi pajak pada umumnya seorang konsultan pajak akan mengikuti berbagai pelatihan pajak untuk memperdalam berbagai materi tentang perpajakan. Apabila Anda ingin menambah ilmu atau berbagai pengalaman lebih dulu sebelum mendirikan sebuah KKP atau kantor konsultan pajak milik sendiri maka Anda dapat bergabung dengan KKP yang telah berdiri lebih dulu sebagai seorang Junior tax consultant.

Baca Juga: Apa Saja Peran Penting Seorang Tax Objection untuk Wajib Pajak?

Jenjang karir seorang konsultan pajak di KKP pada umumnya adalah mulai dari Junior tax consultant, senior tax consultant, tax supervisor, dan yang terakhir adalah tax director. Mungkin untuk lebih jelasnya Berikut ini adalah beberapa gambaran gimana nantinya seorang konsultan pajak bisa bekerja.

Kantor Konsultan Pajak (KKP)

Ketika Anda bekerja sebagai seorang konsultan pajak yang ada di kantor konsultan pajak maka Anda akan diberi tugas sebagai seseorang yang akan memberikan konsultasi pajak atau tax planning sekaligus membantu klien untuk membuat dan menghitung laporan serta melaksanakan administrasi perpajakan lain.

Kantor Akuntan Publik

TBA atau  trusted bisnis advisory Merupakan sebuah layanan yang disediakan oleh KAP, Dimana merupakan sebuah jasa yang menjadi Andalan pada bidang tax planning. Biasanya layanan jasa tersebut akan membantu klien untuk membantu membuat perencanaan pajak.

Untuk menjadi seorang ahli pajak, Anda harus memiliki pengetahuan mendalam terkait pajak. Dan salah satunya adalah dengan mengikuti pelatihan pajak. Tax Academy adalah tempat yang tepat untuk Anda memulainya. Karena di tempat ini merupakan langkah tangga pertama kesuksesan Anda sebagai seorang Expert di bidang industri perpajakan.

Tax Academy menawarkan metode pembelajaran yang mudah dan memiliki jaringan profesional. Beberapa metode tersebut diantaranya adalah Video Learning, Interactive Learning, dan juga Hybrid Learning. Akademi perpajakan yang satu ini dikelola oleh profesional dari WiN Partners yang mengelola berbagai bidang pajak dengan kantornya di Surakarta, Medan dan juga Batam. Hubungi kami sekarang juga untuk Anda yang ingin mengikuti pelatihan pajak dan menjadi Expert di bidang pajak.

Apa Saja Peran Penting Seorang Tax Objection untuk Wajib Pajak?

Apa Saja Peran Penting Seorang Tax Objection untuk Wajib Pajak?

Training Pajak – Apakah Anda telah mengetahui bahwa ternyata terdapat sebuah profesi yang memberikan jasa kepada wajib pajak yang ingin mengajukan keberatan pajak pada direktur jenderal pajak? Nah, nah tugas tersebut adalah dimiliki profesi Tax Objection. Tax objection akan membantu ketika wajib pajak tidak menyetujui mengenai Surat Ketetapan Pajak sebagai hasil pemeriksaan pajak yang telah dikeluarkan oleh Dirjen Pajak.

Tentu saja para wajib pajak bisa mengajukan keberatan pajak. Tidak berbeda jauh dari konsultan pajak, seseorang yang akan menjadi Tax Objection juga perlu latar belakang pendidikan bidang perpajakan dan juga melalui berbagai training pajak supaya lebih memahami dan mendalami bidang perpajakan itu sendiri.

Pada saat persiapan dokumen surat pernyataan, wajib pajak akan didampingi oleh seorang konsultan pajak. Dokumen tersebut dipersiapkan karena diminta peneliti keberatan hingga menemui penelaah keberatan hukum yang menjelaskan keberatan yang telah diajukan oleh client. Tax objection adalah pilihan yang paling baik untuk para wajib pajak apabila menginginkan beban pajaknya bisa berkurang.

Selain itu juga sangat penting dan dibutuhkan oleh wajib pajak Karena tidak semua wajib pajak mempunyai pengertian dan pemahaman yang utuh serta menyeluruh mengenai ketentuan perpajakan. Namun ketika permohonan keberatan pajak disusun dengan tidak benar maupun asal-asalan, maka hasilnya bisa dipastikan tidak akan optimal dan tidak diterima oleh Direktorat Jenderal Pajak.

Bukan hanya itu saja, ketika permohonan keberatan pajak tersebut disusun secara tidak benar maka akan menyebabkan surat permohonan  wajib pajak tersebut ditolak bahkan juga terdapat sanksi 50% yang akan dikenakan pada wajib pajak yang menyerahkan permohonan tersebut. Surat permohonan harus disusun cara dan dijelaskan secara mendetail mungkin, apa saja sengketa pajak yang dimohonkan keberatan dan berbagai alasan maupun dalil-dalil baik secara formil maupun yuridis. Berbagai bukti yang mendukung keberatan pajak yang diajukan juga harus dipersiapkan dengan baik dan benar.

Biasanya, tugas seorang Tax Objection adalah mulai dari melakukan proses penelitian dan review hasil pemeriksaan pajak. Lalu, hasil review tersebut akan menjadi bahan dari surat permohonan keberatan pajak. Kemudian surat permohonan yang telah dibuat akan dikirimkan ke kantor Direktorat Jenderal Pajak melalui pelayanan atau Kantor Pelayanan Pajak.

Baca Juga: Bagaimana Jenjang Karir Konsultan Pajak Pada Saat Ini?

Dengan adanya kuasa yang diberikan oleh wajib pajak, maka Tax Objection akan melakukan berbagai pendekatan yang profesional pada peneliti keberatan yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal Pajak. Berbagai bukti keberatan yang sebelumnya sudah disiapkan akan diberikan pada peneliti tersebut dan dan Tax Objection akan membantu menjawab semua pertanyaan peneliti keberatan.

Semua hal tersebut adalah tugas dari Tax Objection, Maka sebagai seorang Tax Objection tidak boleh sembarangan untuk asal-asalan menjawab dan mempersiapkan berbagai permohonan keberatan pajak. Harus mengerti betul seluk beluk perpajakan dan dasar-dasar pajak yang ada. Oleh karena itu biasanya seorang Tax Objection ini merupakan orang-orang lulusan di bidang perpajakan maupun yang berkaitan dan telah menjalani berbagai training pajak yang tentunya membahas berbagai materi perpajakan.

Bisa dibilang bahwa Tax Objection merupakan orang yang menunjang dan mendukung wajib pajak untuk melakukan keberatan pajak pada Dirjen pajak. Pendampingan melalui pemberian petunjuk dan pengawasan tentang berbagai kegiatan persiapan dokumen, informasi, dan data yang dibutuhkan pemeriksa, persiapan jawaban untuk menjawab pertanyaan pemeriksa atau peneliti, dan pemberian tanggapan terhadap hasil pemeriksaan merupakan dukungan yang akan diberikan oleh Tax Objection.

Untuk menjadi seorang ahli pajak, Anda harus memiliki pengetahuan mendalam terkait pajak. Dan salah satunya adalah dengan mengikuti training pajak. Tax Academy adalah tempat yang tepat untuk Anda memulainya. Karena di tempat ini merupakan langkah tangga pertama kesuksesan Anda sebagai seorang Expert di bidang industri perpajakan.

Tax Academy menawarkan metode pembelajaran yang mudah dan memiliki jaringan profesional. Beberapa metode tersebut diantaranya adalah Video Learning, Interactive Learning, dan juga Hybrid Learning. Akademi perpajakan yang satu ini dikelola oleh profesional dari WiN Partners yang mengelola berbagai bidang pajak dengan kantornya di Surakarta, Medan dan juga Batam. Hubungi kami sekarang juga untuk Anda yang ingin mengikuti training pajak dan menjadi Expert di bidang pajak.

Memahami Asas Pemungutan Pajak Berdasarkan Para Ahli

Memahami Asas Pemungutan Pajak Berdasarkan Para Ahli

Brevet Pajak – Pajak dibebankan kepada orang pribadi ataupun badan yang memenuhi persyaratan subjektif dan juga objektif. Pajak merupakan sumber pendapatan negara yang dimanfaatkan untuk pemerataan atau peremajaan berbagai sarana dan prasarana umum yang bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat.

Dalam hal pemungutan pajak, tentu negara tidak bisa membuat kebijakan yang asal sebab pemungutan pajak tersebut menyangkut keadilan dan juga wewenang, dan juga hak dari warga negara. Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah pedoman maupun patokan supaya pemungutan pajak bisa berjalan secara kondusif serta tidak merugikan pihak mana pun. Pedoman tersebut bisa disebut dengan istilah asas pemungutan pajak. Berikut beberapa asas yang dikemukakan oleh beberapa ahli terkait pemungutan pajak:

Asas Adam Smith

Bersumber dari bukunya dengan judul “Wealth of Nations”, Adam Smith dikenal mengeluarkan 4 asas pemungutan pajak berdasarkan pendapatnya sendiri, yakni:

Asas Equality (Keseimbangan atau Keadilan)

Dalam asas ini dinyatakan bahwa dalam hal pemungutan pajak, negara diharuskan untuk menyesuaikan dengan kemampuan serta penghasilan yang didapat atau diterima dari Wajib Pajak. Negara tidak diperbolehkan bertindak diskriminatif atau seenaknya sendiri didalam melakukan pemungutan pajak terhadap para Wajib Pajak

Oleh sebab itu, dalam asas ini dijelaskan bahwa Wajib Pajak yang mempunyai kemampuan lebih serta memiliki harta dalam jumlah banyak, maka pemungutan pajak dapat dibebankan kepadanya dimana jumlahnya harus disesuaikan dengan kemampuan ekonomi mereka..

Asas Certainty (Kepastian Hukum)

Asas tersebut menunjukkan jika semua pungutan pajak harus sesuai drengan Undang-Undang (UU) yang berlaku. Dengan demikian, bagi pihak-pihak yang melanggar pungutan pajak tersebut bisa dikenakan sanksi hukum sesuai dengan Undang-Undang (UU). Penetapan pajak harus dilaksanakan secara transparan sesuai hukum yang berlaku, yakni Undang-Undang (UU).

Asas Convinience of Payment (Tepat Waktu)

Menurut asas ini, pungutan pajak harus dilakukan berdasarkan waktu yang tepat untuk Wajib Pajak (dalam waktu yang paling baik). Misalnya ketika wajib pajak baru menerimakan penghasilannya atau ketika menerima hadiah. Hal tersebut bertujuan supaya Wajib Pajak tidak merasa terbebani ataupun keberatan atas pajak yang dipungut.

Asas Efficiency (Efisiensi atau Ekonomis)

Asas yang satu ini berkaitan dengan biaya pemungutan pajak yang diusahakan untuk bisa sehemat mungkin. Asas tersebut menjadi patokan supaya tidak terjadi biaya pemungutan pajak yang lebih besar dari hasil pemungutan pajak.

Baca Juga: Ketahui Perbedaan Pajak Subjektif dan Pajak Objektif

Asas W.J Langen

Berikut asas-asas yang dikemukakan oleh W.J Langen:

Asas Daya Pikul

Asas tersebut menyatakan jika besar kecilnya pungutan pajak yang dibebankan, harus sesuai  dengan besar kecilnya penghasilan yang diterima Wajib Pajak. Oleh sebab itu, semakin tinggi jumlah penghasilan Wajib Pajak, maka akan semakin tinggi pula pajak yang harus dibayarkannya.

Asas Manfaat

Pada asas tersebut, pungutan pajak yang dikelola oleh negara, harus dipergunakan untuk kegiatan-kegiatan yang mampu memberikan manfaat untuk kepentingan umum. Hal tersebut bermakna Wajib Pajak yang telah membayar pajak kepada negara bisa merasakan manfaat dari apa yang mereka berikan melalui pajak.

Asas Kesejahteraan

Asas tersebut berarti pajak yang dipungut oleh negara bisa dipergunakan dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Asas Kesamaan

Dalam asas ini dinyatakan bahwa pada kondisi yang sama, antar Wajib Pajak yang satu dengan yang lain harus dibebankan pajak yang jumlahnya sama.

Asas Beban yang Sekecil-Kecilnya

Dalam asas ini dinyatakan bahwa pemungutan pajak harus diusahakan sekecil-kecilnya /serendah-rendahnya jika dibandingkan dengan nilai terhadap objek pajak. Hal tersebut bertujuan supaya pajak tidak memberatkan Wajib Pajak.

Untuk menjadi seorang ahli pajak, Anda harus memiliki pengetahuan mendalam terkait pajak. Dan salah satunya adalah dengan mengikuti brevet pajak. Tax Academy adalah tempat yang tepat untuk Anda memulainya. Karena di tempat ini merupakan langkah tangga pertama kesuksesan Anda sebagai seorang Expert di bidang industri perpajakan.

\Tax Academy menawarkan metode pembelajaran yang mudah dan memiliki jaringan profesional. Beberapa metode tersebut diantaranya adalah Video Learning, Interactive Learning, dan juga Hybrid Learning. Akademi perpajakan yang satu ini dikelola oleh profesional dari WiN Partners yang mengelola berbagai bidang pajak dengan kantornya di Surakarta, Medan dan juga Batam. Hubungi kami sekarang juga untuk Anda yang ingin mengikuti brevet pajak dan menjadi Expert di bidang pajak.

pps-pajak

Mengenal Skema dan Tarif Program Pengungkapan Sukarela (PPS)

Dengan disahkannya UU Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP), Pemerintah resmi menerapkan Program Pengungkapan Sukarela (PPS) yang mulai berlaku per tanggal 1 Januari 2022 hingga 30 Juni 2022. Program PPS ini merupakan suatu kesempatan yang diberikan kepada wajib pajak untuk mengungkapkan kewajiban perpajakan yang belum dipenuhi secara sukarela melalui pembayaran pajak penghasilan (PPh) berdasarkan pengungkapan harta. Continue Reading

Bagaimana Jenjang Karir Konsultan Pajak Pada Saat Ini?

Bagaimana Jenjang Karir Konsultan Pajak Pada Saat Ini?

Pelatihan Pajak – Orang yang menawarkan jasa konsultasi pada bidang pajak supaya membantu para wajib pajak baik perorangan maupun wajib pajak badan untuk melaksanakan hak dan memenuhi kewajibannya adalah sebutan bagi seorang konsultan pajak yang menjalankan beberapa tugas tersebut.

Pada umumya jasa yang ditawarkan oleh konsultan pajak akan cukup banyak jenisnya. Karena konsultan pajak akan mengurus berbagai hal mengenai perpajakan dari kliennya, maka sangat penting untuk konsultan pajak mengetahui dasar-dasar pajak baik melalui latar belakang pendidikannya maupun berbagai pelatihan pajak yang ada.

Berbagai hal yang akan diurus oleh konsultan pajak adalah seperti mulai dari membayar, menghitung, dan melaporkan pajak kliennya. Konsultan pajak akan menawarkan jasa konsultasi berbagai masalah tentang perpajakan dan juga dapat melakukan tax planning atau perencanaan pajak supaya dapat memaksimalkan keuntungan klien. Biasanya konsultan pajak memiliki sebuah tanggung jawab untuk mendampingi atau mewakili kliennya pada saat terdapat sebuah pemeriksaan, misalnya seperti audit pajak.

Apabila dalam pemeriksaan tersebut ditemukan sebuah kelebihan dalam pembayaran pajak, maka konsultan pajak dapat membantu klien ketika pelaksanaan restitusi pajak mulai dari mempersiapkan data, menyampaikan restitusi, memeriksakan, bahkan hingga sampai diterimanya pengembalian atas kelebihan pajak tersebut.

Konsultan pajak dapat memberikan pelayanan mengenai penyelesaian sengketa pajak Apabila terjadi sengketa pajak. Penyelesaian tersebut misalnya seperti banding, keberatan pajak, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, nantinya wajib pajak akan merasa aman dan nyaman ketika menjalani pemeriksaan atau pada saat menghadapi permasalahan pajak. Selain itu, untuk menjadi seorang konsultan pajak ternyata tidak harus lulusan perpajakan maupun akuntansi.

Menurut website Direktorat Jenderal Pajak, bahwa siapa saja dapat menjadi seorang konsultan pajak dengan syarat lulus ujian sertifikasi konsultan pajak atau biasa disebut dengan USKP dan memiliki sertifikat konsultan pajak. Pada dasarnya konsultan pajak ini hampir sama dengan tax adviser yang akan memberikan informasi dengan lengkap dan berperan sebagai adviser.

Seorang konsultan pajak yang telah lulus sertifikasi atau kualifikasi persyaratan dan punya izin praktik tentu saja harus selalu meningkatkan kemampuan dalam hal perpajakannya. Untuk itu tidak salah untuk mengikuti sebuah pelatihan pajak untuk lebih mendalami bidang pajak itu sendiri.

Baca Juga: Kenali Tugas dan Tanggung Jawab Tax Officer dalam Sebuah Perusahaan

Karena selain untuk mengerti dan memahami semua ketentuan Pajak, seorang konsultan pajak nantinya akan mempunyai tuntutan untuk menyampaikan peraturan perpajakan pada sebuah masyarakat dengan jelas agar terhindar dari sanksi pajak. Dengan pengetahuan umum tentang perpajakan yang lengkap dan mumpuni Anda akan mempunyai kemampuan untuk melihat celah dan menggunakan hal tersebut untuk tujuan yang lebih baik.

Diperlukan sebuah integritas yang kuat sebab supaya seorang konsultan pajak tidak ikut tercebur dalam permasalahan kasus pajak misalnya seperti korupsi pajak atau penyelundupan pajak. Pada saat ini konsultan pajak telah banyak digunakan oleh wajib pajak pribadi maupun wajib pajak badan karena telah banyak contoh yang dilakukan seorang konsultan pajak untuk menangani sebuah kasus perpajakan secara efisien dan dapat meminimalisir terjadinya risiko atau kesalahan lain di bidang perpajakan.

Jenjang karir seorang konsultan pajak dapat dimulai setelah lulus minimal sertifikasi pajak A dan B. Apabila Anda ingin menimba ilmu dan pengalaman lebih dulu sebelum mendirikan sebuah kantor konsultan pajak sendiri, maka Anda dapat bergabung dengan kantor konsultan pajak yang telah lebih dulu berdiri sebagai seorang Junior tax consultant.

Untuk menjadi seorang ahli pajak, Anda harus memiliki pengetahuan mendalam terkait pajak. Dan salah satunya adalah dengan mengikuti pelatihan pajak. Tax Academy adalah tempat yang tepat untuk Anda memulainya. Karena di tempat ini merupakan langkah tangga pertama kesuksesan Anda sebagai seorang Expert di bidang industri perpajakan.

Tax Academy menawarkan metode pembelajaran yang mudah dan memiliki jaringan profesional. Beberapa metode tersebut diantaranya adalah Video Learning, Interactive Learning, dan juga Hybrid Learning. Akademi perpajakan yang satu ini dikelola oleh profesional dari WiN Partners yang mengelola berbagai bidang pajak dengan kantornya di Surakarta, Medan dan juga Batam. Hubungi kami sekarang juga untuk Anda yang ingin mengikuti pelatihan pajak dan menjadi Expert di bidang pajak.